<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ASCENT &#8211; PEJUANGNOVUS</title>
	<atom:link href="https://www.pejuangnovus.com/tag/ascent/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pejuangnovus.com</link>
	<description>PORTAL MEDIA NOVUS - BERITA GUIDE DAN TIPS RF ONLINE - NEWS</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Mar 2020 19:30:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.3.20</generator>

<image>
	<url>https://www.pejuangnovus.com/wp-content/uploads/2020/02/cropped-icon-pejuang-32x32.png</url>
	<title>ASCENT &#8211; PEJUANGNOVUS</title>
	<link>https://www.pejuangnovus.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 10 &#8211; ENTER THE ARTHUS</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 05:34:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1654</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 10 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 11:Coming soon! Previous...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 10 &#8211; ENTER THE ARTHUS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Tiga tahun kemudian</p>



<p>Langkah-langkah kaki terdengar di stasiun pusat para Kartella. Mendengar bunyi tersebut, para Kartella berpangkat rendah buru-buru memberi jalan kepada tamu-tamu yang datang. Pintu-demi pintu terbuka di hadapan mereka.</p>



<p>Dari arah Utara, datang delegasi Persekutuan Suci Cora yang diwakili oleh Archon Clytemnestra Ladenus. Ia melangkah dengan percaya diri, tangan kanannya menggenggam tongkat sihir. Di kanan-kirinya, Penthesilea dan Almasyr mengiringi. Mereka datang atas undangan Meat, tetapi benak Clytemnestra penasaran.</p>



<p>Sementara dari arah Selatan, Ranskye berjalan dengan mantap. Ia ingin sekali membuktikan diri sebagai Archon Federasi Bellato. Tak jauh di belakangnya, Zephyr dan Maya mengikuti. Mereka datang karena Kartella mengundang mereka. Sebenarnya Komando Tertinggi Bellato mengusulkan untuk mengirim Eli Dun Tanta sebagai delegasi, tetapi hal tersebut diprotes oleh Zephyr karena hal itu mungkin memanaskan situasi, apalagi kini mereka berada dalam keadaan gencatan senjata dengan Accretia dan Cora. Sebagai gantinya, Maya menggantikan posisi Eli.</p>



<p>Tanpa diduga mereka dari arah lain, Zero0XB datang bersama Gruudx76 dan Invictus. Dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, Kekaisaran Accretia pulih lebih cepat. Walaupun terjadi kerusakan pada infrastruktur, armada mereka masih utuh. Namun statistik kondisi menunjukkan bahwa mengusir Bangsa Herodian tak semudah yang diduga. Di saat itulah undangan dari Kartella datang. Setelah konsultasi dengan Kaisar Deus dan Administrator 001B, akhirnya diputuskan bahwa Zero0XB akan menghadiri undangan tersebut dalam kapasitas sebagai Archon.</p>



<p>-###-</p>



<p>Tak lama kemudian, ketiga delegasi tersebut bertemu di sebuah aula besar. Clytemnestra dan Ranskye sempat terkesiap ketika mata mereka bertemu satu dengan lainnya. Begitu juga dengan Maya dan Almasyr. Sebenarnya Cly ingin sekali memanggil Ran, tetapi matanya segera tertuju pada aura Archon yang bersinar di atas kekasihnya. Lalu ia berkata.</p>



<p>&#8220;Sungguh mengejutkan bisa bertemu dengan Archon Bellato di tempat seperti ini.&#8221; Ran terhenyak mendengar nada ucapan tersebut. Ia mengira Cly telah kembali seperti dulu. Tak mau kalah, mantan Ranger itu membalas.</p>



<p>&#8220;Terima kasih.&#8221; Ia melanjutkan. &#8220;Sesungguhnya aku terkejut melihat Archon Persekutuan Cora dan Kekaisaran Accretia berada di sini, tadinya aku mengira hanya kami dari Bellato yang diundang.&#8221;</p>



<p>&#8220;Asal kau tahu, Bellato.&#8221; Kata Cly sedikit tersindir oleh perkataan tersebut. &#8220;Kalian bukanlah yang satu-satunya diundang ke sini. Tanyakan saja pada para kaleng.&#8221;</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Bellato</strong></p>



<p><strong>Subyek Sekunder:Cora</strong></p>



<p><strong>Nada suara menunjukkan perbedaan emosi</strong></p>



<p><strong>Arah diskusi :Pengalihan masalah</strong></p>



<p><strong>Objek Primer: Undangan Para Kartella</strong></p>



<p><strong>OPSIONAL: NETRAL</strong></p>



<p>Archon Accretia itu menjawab. &#8220;Kami, para Accretia tidak akan ikut campur dengan pertikaian Cora dan Bellato. Pertengkaran kalian hanya seperti anak kecil dan bertujuan untuk meningkatkan prestise kalian. Kami datang atas undangan Kartella, tidak lebih dan tidak kurang.&#8221; Gruudx dan Invictus hanya membisu. Untuk sesaat, Cly dan Ran terdiam ketika mendengar teguran tersebut. Diam-diam mereka merasa malu, karena untuk sesaat mereka mengikuti emosi. Mereka adalah Archon dan mereka punya tanggung jawab atas bangsa masing-masing.</p>



<p>Tak lama kemudian, Meat dan para petinggi Kartella lainnya datang. Ia langsung menyambut mereka.</p>



<p>&#8220;Ah, selamat datang tamu-tamu yang terhormat!&#8221; Ia melirik ke arah ketiganya. &#8220;Mari ikuti kami ke tempat pertemuan yang sudah ditentukan.&#8221; Dengan serentak, para Archon dan pengiring mereka mengikuti para Kartella ke sebuah balairung.</p>



<p>-###-</p>



<p>Kemudian Meat segera membuka pertemuan itu setelah Cly, Ran dan Zero menempati tempat mereka masing-masing.</p>



<p>&#8220;Terima kasih telah memenuhi undangan kami, para Archon yang terhormat. Kami mengundang Tiga Bangsa untuk mendiskusikan masalah Bangsa Herodian. Seperti yang kalian ketahui bahwa Bangsa Herodian kini menguasai sebagian besar galaksi Novus berkat kontrol pada Stargate.&#8221;</p>



<p>Zephyr segera menimpali. &#8220;Kontrol yang telah kalian berikan pada mereka. Jika tidak, tentu hal seperti ini takkan terjadi.&#8221;</p>



<p>&#8220;Koreksi, kontrol tersebut diambil secara paksa dari tangan kami!&#8221; kata Kartella itu sengit.</p>



<p>Clytemnestra menambahkan. &#8220;Aku harus setuju dengan apa yang dikatakan oleh Wizard Bellato itu. Persekutuan Suci Cora menderita banyak korban dan kerugian akibat Supernova Herodian tiga bulan lalu. Mereka menghujani planet kami dengan pengeboman orbital. Sampai sekarang usaha pemulihan masih berjalan.&#8221;</p>



<p>&#8220;Begitu juga Federasi Bellato.&#8221; ujar Ran. &#8220;Kekuatan militer kami berkurang setengahnya setelah Supernova. Sungguh ironis, kita menguasai daratan di Novus, tetapi tidak menguasai angkasa. Armada kami tidak mampu menghadapi kekuatan armada mereka, kecuali jika Accretia bergabung dengan kami.</p>



<p>Zero0x membuka suara. &#8220;Pertimbangan Archon Bellato salah. Kekaisaran sudah memperhitungkan apa yang terjadi jika kita menantang armada Herodian. Memang benar, Armada Kekaisaran masih utuh hingga kini. Namun kamipun akan mengalami kerugian jika berhadapan langsung dengan mereka. &#8220;</p>



<p>Di saat itu, Penthesilea menyahut. &#8220;Jika Kartella mengundang kami ke sini, berarti mereka punya jawaban untuk masalah ini.&#8221;</p>



<p>&#8220;Benar!&#8221; sahut Meat. &#8220;Justru itu kami mengundang Tiga Bangsa untuk berunding. Kami juga mempertimbangkan kekuatan masing-masing pihak. Cara yang terbaik adalah memindahkan kemampuan tempur Tiga Bangsa yang tadinya berada di planet ke angkasa. Ijinkan kami untuk memperkenalkan proyek rahasia kami.&#8221; Ia segera memijit sebuah tombol di meja, yang segera menampilkan sebuah hologram. Di layar tersebut, muncullah sebuah robot raksasa yang menyerupai manusia lengkap dengan persenjataan. Dekat pada pelindung bahu terdapat sesuatu yang menyerupai sayap dan booster. Cly dan Ran terpana melihatnya.</p>



<p>&#8220;Kami namakan proyek kami ini Arthus. Sebenarnya proyek ini didasarkan atas pengamatan kami atas efisiensi tubuh cyborg Accretia, ketahanan fisik Cora serta pikiran strategis Bellato. Para ilmuwan kami mengkombinasikan semuanya di dalam Arthus. Ketika Supernova terjadi, proyek ini berada dalam tahap percobaan…&#8221;</p>



<p>Ran mengangkat tangannnya. &#8220;Aku ada pertanyaan! Apakah Arthus ini cyborg, layaknya Accretia?&#8221;</p>



<p>&#8220;Tidak!&#8221; jawab Meat. &#8220;Meskipun menyerupai robot, Arthus dan cyborg Accretia berbeda satu sama lain. Arthus adalah unit bergerak yang dikontrol dari dalam, ia dirancang untuk mematuhi pengendalinya. Dengan kata lain, Arthus adalah baju zirah bergerak</p>



<p>Kini giliran Zero yang bertanya. &#8220;Jika Arthus adalah baju zirah, apa manfaatnya bagi Kekaisaran? Bukankah baju zirah Accretia sangat handal.&#8221;</p>



<p>&#8220;Arthus dirancang untuk pertempuran luar angkasa dengan daya jelajah sedang. Kita bisa membawanya ke darat, namun efektivitasnya akan berkurang dibandingkan dengan MAU Bellato dan Animus Cora. Kami menawarkan Arthus sebagai langkah pertama menghadapi Bangsa Herodian.&#8221;</p>



<p>&#8220;Karena Bangsa Herodian memegang kontrol Stargate, maka adalah tujuan kami untuk merebut salah satu Stargate agar dapat menghalangi armada mereka.&#8221;</p>



<p>Tiba-tiba Zephyr berkata. &#8220;Aku paham sekarang. Bangsa Herodian hanya memperhitungkan kekuatan armada Bellato dan Accretia. Dengan menggunakan Arthus, kita dapat melakukan…&#8221;</p>



<p>&#8220;Serangan kejutan pada mereka!&#8221; tambah Penthesilea tak mau kalah. &#8220;Mereka takkan mengira jika kita memindahkan keunggulan kita di darat ke angkasa! Ide brilian!&#8221; Delegasi Accretia tidak berkata apa-apa, namun Clytemnestra nampak ragu-ragu. Dengan perlahan-lahan, ia mengangkat tangannya.</p>



<p>&#8220;Pak Meat, aku punya dua pertanyaan. Pertama, haruskah seseorang berada di dalam Arthus untuk mengendalikannya, dan kedua, jika para Cora mengenakannya, dapatkah kami menggunakan Dark Force kami?&#8221; Meat terpana mendengar pertanyaan Archon Cora itu. Di lain pihak, Maya nampak setuju dengan pertanyaan Cly. Kartella itu menjawab.</p>



<p>&#8220;Untuk pertanyaan pertama, harus ada seseorang di dalam Arthus untuk membuatnya efektif. Seperti halnya sebuah baju zirah, seseorang harus memakainya agar berguna. Bagi pertanyaan kedua, aku harus meminta maaf pada Anda karena riset kami belum meneliti apakah Dark atau Light Force dapat digunakan ketika mengenakan Arthus. Kemungkinan besar, para Cora tidak akan dapat menggunakan Force mereka jika mereka memakai Arthus.&#8221;</p>



<p>&#8220;Sudah kuduga!&#8221; desis Cly seraya mengepalkan tangannya. &#8220;Untuk keselamatan kami, kami harus menjadi apa yang kami benci selama ini! Menjadi seperti para kaleng! DECEM tidak akan menerima ini!&#8221; Tiba-tiba ia meninggalkan balairung tanpa terduga. Penthesilea dan Almasyr tampak terkejut atas perubahan sikap tersebut. Melihat momen yang tak menguntungkan itu, Meat buru-buru mengumumkan.</p>



<p>&#8220;Reses untuk sementara! Kita akan memulai pertemuan kembali setelah 30 menit!&#8221; Ranskye merasa galau atas sikap Clytemnestra. Di lain pihak, Zero tak menunjukkan apapun tetapi tak perlu program apapun untuk membaca perubahan emosi.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di luar, Clytemnestra nampak termenung. Ia tak menyangka bahwa tanggung jawab sebagai Archon sangat berat. Setelah Persekutuan Cora terpuruk dalam Supernova, ia berharap pertemuan ini bisa membantu kaumnya untuk bangkit. Di luar dugaannya, ia harus mengorbankan martabat bangsanya…menerima mesin. Kemudian seseorang memanggilnya.</p>



<p>&#8220;Cly…&#8221; Gadis Cora itu berpaling dan melihat Ranskye dan Zero berada di belakangnya.</p>



<p>&#8220;Cly, kali ini aku datang bukan sebagai Archon Federasi Bellato. Aku juga mengajak Zero untuk bertemu denganmu.&#8221;</p>



<p>Clytemnestra menghapus air matanya. &#8220;Kalian ini…apakah kalian tak takut yang lain tahu?&#8221;</p>



<p>Zero menambahkan. &#8220;Untuk sementara, kita kesampingkan gelar Archon. Ranskye mengajakku untuk berbicara pada Cly bukan sebagai Archon, namun sebagai teman.&#8221;</p>



<p>Pemuda Bellato itu berkata. &#8220;Cly, aku tahu menggunakan teknologi terlarang dalam Cora dan aku takkan memaksamu. Tetapi ada yang ingin kukatakan padamu. Menggunakan teknologi takkan membuat seseorang itu baik atau jahat. Bahkan Zero yang berasal dari Accretia memutuskan untuk melawan programnya. Meat katakan Arthus itu tak ubahnya sebuah baju zirah, siapapun yang memakainya tetap tak berubah. Jika Cora yang memakai Arthus, maka ia tetaplah seorang Cora, bukan Accretia.&#8221;</p>



<p>&#8220;Tapi Ran, kami takkan bisa menggunakan Force kami jika kami memakainya.&#8221; Kata Cly berdalih. &#8220;Bila kami tak bisa memakai Force, maka kami tak berdaya…kami tidak seperti kalian, Bellato dan Accretia.&#8221;</p>



<p>Lalu petarung Accretia itu bertanya. &#8220;Menurut Cly, apakah kita adalah teman?&#8221;</p>



<p>Kesal dengan pertanyaan itu, Archon Persekutuan Cora itu menjawab. &#8220;Tentu saja, kaleng bodoh! Jika kau, aku dan Ranskye tidak saling berteman, tentu sudah ada pertumpahan darah di sini. Lagipula teman itu saling mendukung…&#8221; Ia menatap kedua temannya dengan serius.</p>



<p>&#8220;Itulah gunanya teman, Cly! Kita menghadapi musuh yang sama, justru itu Tiga Bangsa harus saling mendukung untuk bertahan hidup. Zero dan aku akan mendukungmu dan mereka yang membantumu. Itulah janjiku sebagai seorang Bellato!&#8221; ujar Ranskye.</p>



<p>Zero menyahut. &#8220;Apakah kau ingat perkataanku sebelumnya? Janjiku adalah kehormatanku. Kekaisaran memberikanku kuasa padaku dan aku akan mendukungmu sebagai seorang teman, Clytemnestra Ladenus.&#8221;</p>



<p>Mendengar itu, gadis Cora itu hanya tersenyum. Dalam hati, ia bangga bisa mengenal keduanya. Digapainya tangan Ranskye dan Zero, ia berkata.</p>



<p>&#8220;Kalian benar, aku tetaplah seorang Cora apapun yang terjadi padaku! Bila Arthus ini adalah sarana untuk memenangkan perang, aku akan menerimanya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Mari kita kembali ke ruang pertemuan.&#8221; Ajaknya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Sekembalinya di ruang pertemuan, mereka bergabung dengan pihak masing-masing. Ketika pertemuan hendak dimulai, Clytemnestra berkata kepada para hadirin.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya saya ingin minta maaf atas sikap saya tadi. Kita menghadapi musuh yang sama, untuk itu kita harus menyingkirkan perbedaan kita masing-masing dan menyatukan kekuatan kita untuk menghadapi tantangan. Kekaisaran Herodian merupakan bahaya bagi kita semua. Sekali lagi saya menghimbau kita untuk saling mendukung satu sama lain. Sekian!&#8221; Mendengar itu, Penthesilea dan Almasyr menepukkan tangannya, diikuti oleh Ranskye, Maya, Zephyr dan…Zero. Meat merasa senang melihat apa yang terjadi.</p>



<p>&#8220;Terima kasih, Archon Clytemnestra! Kini saya akan menjelaskan spesifikasi Arthus…&#8221;</p>



<p>Pertemuan tersebut berjalan dengan mulus, setiap pihak mendengarkan perihal Arthus dengan saksama. Pada akhirnya, Tiga Bangsa sepakat untuk menggunakan Arthus dan para Kartella akan memberikan demonstrasi pada mereka, asalkan mereka mempersiapkan para sukarelawan untuk mengendalikan Arthus. Di Accretia and Bellato, Ranskye dan Zero tak menemui kesulitan berarti untuk merekrut sukarelawan.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di lain pihak, usaha Clytemnestra menemui reaksi keras. Banyak yang menentang usaha tersebut seperti Quiane Khan, Astra, Syrissa, Volturi dan bahkan sahabatnya sendiri, Alcyone. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan Clytemnestra benar-benar merendahkan martabat Persekutuan Cora. Ada beberapa yang mengusulkan untuk mencabut gelar Archon darinya dan memulai pemilihan Archon baru, namun kuorum untuk usaha itu tak pernah tercapai karena bujukan Teiresias dan Giz Kadasha. Saat ini hanya ialah Archon yang dapat mengatasi situasi.</p>



<p>Di rumahnya, Clytemnestra tak kuasa menahan air matanya. Selama pertemuan, ia berusaha tegar menghadapi badai cercaan yang ditujukan padanya. Lalu Tetua Ladenus menemuinya.</p>



<p>&#8220;Ayah…&#8221; isaknya. Tetua Cora itu membelai rambutnya dan berkata.</p>



<p>&#8220;Cly, apakah pertemuan tadi membuatmu galau?&#8221;</p>



<p>Sang Archon muda mengangguk dan menjawab. &#8220;Aku tak percaya Astra dan Syrrisa bisa berkata pedas demikian. Aku mengharap kecaman dari Quiane Khan, tetapi tidak dari mereka berdua. Yang membuatku sakit adalah Alcyone berada di antara mereka dan ia tak berkata apapun.&#8221;</p>



<p>&#8220;Mengapa mereka berbuat demikian, Ayah? Yang kulakukan adalah untuk kebaikan Persekutuan Suci Cora, tetapi mereka menuduhku telah menjatuhkan martabat kaum kita. Jika begitu, aku takkan memilih untuk menjadi Archon.&#8221;</p>



<p>Tetua Ladenus menganggukan kepalanya. &#8220;Sejujurnya, akupun kurang setuju atas usulmu.&#8221;</p>



<p>Clytemnestra terkejut mendengarnya, tetapi sang tetua melanjutkan. &#8220;Namun saat genting membutuhkan tindakan drastis juga, kukira aku bisa mengerti alasanmu. Herodian takkan berhenti hingga Tiga Bangsa punah. Dengarlah, putriku! Kau sudah dewasa dan bisa memilih jalanmu. Sebagaimana banyak yang mencercamu, ada juga yang mendukungmu.&#8221; Ia berpaling dan mempersilahkan Penthesilea, Almasyr dan bahkan Ysmar.</p>



<p>&#8220;Kalian?&#8221; katanya terkejut. Kemudian sang Hunter wanita berkata.</p>



<p>&#8220;Cly, biarkan orang-orang kolot itu ribut sendiri! Mereka tidak bersamamu sewaktu pertemuan di Kartella, jadi mereka tak tahu apa yang kau alami.&#8221; Ia melanjutkan. &#8220;Kalau para Petarung, Spiritualis dan Ksatria Hitam tak mau menawarkan diri untuk mencoba Arthus para Kartella, maka biarkan kaumku, para Pemburu dan Pencuri yang menjadi kelinci percobaan! Dari semua Cora, hanya kamilah yang tahu menggunakan teknologi. Jadi itu tak asing bagi kami.&#8221;</p>



<p>&#8220;Aiih, jangan pedulikan orang-orang sotoy itu Cly!&#8221; ujar Ysmar centil. &#8220;Kau melakukan apa yang terbaik pada situasi seperti ini. Aku mengajak teman-temanku…untuk meramaikan. Tentunya jika sang Archon mengizinkan.&#8221; Seraya menyeka air matanya, sang Archon muda itu bangkit dan menatap pada Almasyr yang berkata.</p>



<p>&#8220;Cly…meskipun pertunangan kita berakhir tanpa sebab.&#8221; Ia agak gugup. &#8220;Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku tetap di sisimu sebagai sahabat. Kita berteman sejak kecil dan aku lebih mengetahui mengapa kau melakukan hal ini. Bahkan kusaksikan sendiri di Ether!&#8221;</p>



<p>&#8220;Justru itu aku membawa beberapa temanku untuk memberikan dukungan padamu, sebagai Archon Persekutuan Cora!&#8221; Clytemnestra menganggukkan kepalanya. Ayahnya benar! Ia tak sendirian, baik di luar maupun di dalam. Lalu seseorang masuk ke dalam rumah mereka.</p>



<p>&#8220;Alcyone?&#8221; ujarnya terkejut. Spiritualis wanita itu berdiri terpaku, sementara yang lain menatapnya. Lalu ia berkata pada Cly.</p>



<p>&#8220;Cly, aku tahu bahwa tindakanku membuatmu sakit hati. Sejujurnya, aku tak memiliki keberanian untuk mengambil sikap sepertimu. Astra, Syrissa dan Volturi menekanku untuk tidak mendukung usulmu menggunakan…teknologi. Di saat mereka mencercamu, kau tetap tegar.&#8221; Semua mendengarkan Alcyone. Ia berkata.</p>



<p>&#8220;Ketahuilah, Cly, meskipun kita berdua berada di pihak yang berseberangan, aku tetap percaya padamu sebagai seorang sahabat. Saat ini aku tidak tahu apakah teknologi Kartella akan menjadi penyelamat kita, yang aku ketahui bahwa kau terpilih sebagai seorang Archon Persekutuan Cora berkat DECEM! Bila itu kehendak DECEM, maka siapapun tak dapat mengganggu.&#8221; Melihat hal itu, Clytemnestra segera memeluk sahabatnya dengan akrab.</p>



<p>&#8220;Terima kasih, Alcyone. Maafkan aku karena telah meragukanmu!&#8221; sahutnya seraya tersenyum. &#8220;Aku berjanji takkan mengecewakan kepercayaan kalian semua, bahkan Persekutuan Cora!&#8221; Semua menepukkan tangannya, hingga Penthesilea menyela.</p>



<p>&#8220;Baiklah, Archon! Mari kita kembali ke Kartella dengan para sukarelawan!&#8221;</p>



<p>Archon wanita itu mengangguk. &#8220;Ya, ayo kita tunjukkan pada para Bellato dan Accretia bahwa para Cora tidak takut apapun!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Tiga bulan kemudian</p>



<p>Pada hari yang ditentukan, Tiga Bangsa berkumpul kembali di stasiun pusat Kartella. Mereka berada di sebuah hangar raksasa yang dapat menampung kapal penjelajah Accretia. Kali ini mereka membawa sukarelawan masing-masing. Masing-masing Archon berdiri di barisan terdepan bersama para Warchon mereka. Sementara itu para Kartella yang dipimpin Meat menghadap mereka.</p>



<p>&#8220;Selamat datang, para Archon yang terhormat!&#8221; sambut makhluk Kartella itu. &#8220;Kami akan memperlihatkan Proyek Arthus!&#8221; Begitu Meat memberi aba-aba, meluncurlah tiga buah robot raksasa di dalam hangar raksasa tersebut. Arthus pertama berwarna putih dan membawa sebuah senjata blaster bersama perisai besar berlambang Kekaisaran Accretia, sementara temannya yang lebih pendek berwarna merah. Namun gantinya sayap, Arthus merah memiliki dua booster raksasa dan sepasang meriam laser pada kedua bahunya. Logo Federasi Bellato terpampang pada bahu kirinya. Arthus ketiga memiliki pelindung bahu berwarna biru dan lambang Persekutuan Cora tersemat pada bahu kiri. Ia membawa sebuah blaster besar, tetapi tidak memiliki perisai.</p>



<p>Para Bellato dan Cora hanya bisa takjub melihatnya, bahkan Vernitz menyeletuk tanpa sadar.</p>



<p>&#8220;<em>Sugoii</em>!&#8221; Di lain pihak, para Accretia tidak menunjukkan reaksi apapun. Hal itu tak mengherankan, karena mereka adalah mesin dan sudah tak asing dengan ciptaan-ciptaan seperti itu. Ran dan Clytemnestra terpaku melihat ciptaan para Kartella, bahkan Zephyr, Novem, Brood, Armbold, Gruudx76, Ysmar dan Penthesilea hanya terpana. Ixis tetap diam, sementara matanya memperhatikan Arthus-Arthus itu dengan seksama. Tanpa mempedulikan reaksi yang lain, Meat melanjutkan.</p>



<p>&#8220;Arthus yang berlambang Accretia adalah jenis Petarung, sementara yang berlambang Bellato dan Cora adalah jenis Blaster dan Ranger. Jenis Petarung dan Ranger bersenjatakan senjata blaster laser yang dapat mengisi ulang tenaganya. Daya rusak blaster dapat diatur sesuai keinginan, dari daya hancur luas hingga fokus. Selain itu kedua Arthus juga bersenjata pedang energi yang digerakkan oleh vibrasi molekul sehingga dapat memotong apa saja. Arthus menggunakan tenaga fusi sehingga tak ada bahaya radiasi pada pengemudi.&#8221; Kemudian Ranskye mengangkat tangannya.</p>



<p>&#8220;Mengapa punya kami sangat pendek dibandingkan dengan milik Cora atau Accretia? Saya harap itu bukan karena ukuran tubuh kami.&#8221; celetuknya. Mendengar itu, tak urung terdengar tawa dari pihak Bellato dan Cora. Clytemnestra hanya bisa menepuk dahinya atas pertanyaan &#8216;pacar&#8217;nya, sementara Zero hanya menggelengkan kepala. Raut wajah Meat langsung memerah.</p>



<p>&#8220;Eh…maafkan kami, Archon!&#8221; katanya mencoba mengelak. &#8220;Kami tak sempat memperbaiki desain Arthus kami, ketika persekutuan ini dibentuk. Tetapi kami segera melakukan kompensasi dengan memberikan daya hancur yang lebih hebat pada jenis Blaster. Kedua meriam yang terpasang pada bahu Blaster dapat merusakkan sebuah kapal penjelajah. Selain itu kami juga memberikan daya jelajah yang lebih luas melalui kedua megabooster di Blaster. Tak hanya itu, Blaster juga memiliki kemampuan yang sama dengan MAU, terutama roket mikro.&#8221;</p>



<p>&#8220;Nah, itu baru oke!&#8221; tambah Ranskye. &#8220;Setidaknya kami tidak ketinggalan dengan yang lain! Aku ingin mencobanya!&#8221;</p>



<p>&#8220;Tunggu sebentar, Archon Bellato!&#8221; sergah Clytemnestra. &#8220;Jika ada yang harus mencoba benda itu, sebaiknya para Cora dulu. Aku akan mewakili mereka!&#8221; Mendengar perkataan Archonnya, tak urung Almasyr berkeringat dingin. Menawarkan diri untuk mengemudikan mesin itu adalah perkara biasa, tetapi membiarkan Archonnya mengendarai mesin itu lain perkara. Ia mencoba mencegah, tetapi Penthesilea menahannya.</p>



<p>&#8220;Jangan khawatir! Archon tahu apa yang diperbuatnya. Ia berusaha mengatasi rasa takutnya pada mesin, bila ia mengatasinya berarti kitapun juga bisa melakukannya.&#8221; Kata wanita yang lebih tua itu menjelaskan.</p>



<p>&#8220;Tetapi…&#8221; Perkataannya tak sempat berlanjut, ketika Ysmar menyentuh bahunya.</p>



<p>&#8220;Eits, jangan khawatir! Eike akan jaga Archon baik-baik! Percaya saja pada eike!&#8221; ujar sang banci menenangkan.</p>



<p>Ranskye terkejut mendengar permintaan Cly, namun ia segera mengerti.</p>



<p>&#8220;Jika Archon Cora menginginkan, maka saya mempersilahkan.&#8221; Ia berpaling pada rekannya dari Accretia. &#8220;Zero sendiri tak keberatan, bukan?&#8221;</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Bellato</strong></p>



<p><strong>Subyek Sekunder:Cora</strong></p>



<p><strong>Arah diskusi : Tawaran untuk mencoba Arthus</strong></p>



<p><strong>Objek Primer: Rasa takut Clytemnestra</strong></p>



<p><strong>Prioritas untuk Kekaisaran: tak ada</strong></p>



<p><strong>OPSIONAL: &#8230;</strong></p>



<p>Zero menjawab. &#8220;Tidak ada, Archon Clytemnestra boleh mencoba Arthus terlebih dahulu. Kami, para Accretia bisa menunggu.&#8221; Maka Clytemnestra segera berjalan menuju Meat dan para teknisi Kartella. Dengan aba-aba, Arthus jenis Ranger otomatis berjongkok di depan mereka. Lalu para Kartella dan Archon Cora menaiki elevator menuju panggung yang dekat bagian dada Arthus tersebut. Setiba disana, bagian dada Arthus terbuka dan menampilkan sebuah kokpit kecil yang dipenuhi berbagai macam instrumen.</p>



<p><em>Ahh, untuk raksasa mesin sebesar ini ternyata tempat untuk mengendalikannya sangat kecil.</em>gumam Cly dengan kagum.&nbsp;<em>Berbeda dengan Zero, raksasa ini benar-benar terdiri dari mesin seluruhnya, tak ada bagian manusianya.</em>&nbsp;Ia pun memasuki kokpit itu bersama seorang teknisi Kartella dan Meat. Ranskye hanya bisa memandang dengan rasa iri dari bawah.</p>



<p>&#8220;Archon, ini kokpit Arthus.&#8221; Kata Kartella itu menjelaskan, seraya menunjuk kemudi di depan mereka. &#8220;Jika Anda ingin menggerakkan Arthus, tariklah kemudi ini. Pada masing-masing kemudi terdapat tombol genggam yang akan menggerakkan jari-jemari Arthus.&#8221;</p>



<p>&#8220;Bolehkah aku duduk di sini?&#8221; tanya wanita Cora itu sungkan.</p>



<p>Meat menjawab. &#8220;Tentu saja, Archon.&#8221; Dengan ragu-ragu, Clytemnestra duduk di dalam kokpit itu dan tangannya terulur memegang kemudi di depannya. Tiba-tiba ia tak sengaja menarik kemudi tersebut, sehingga pintu kokpit otomatis menutup dan Arthus tersebut mulai bangkit. Meat dan sang teknisi terlempar ke dalam kompit. Kaget dengan gerakan tiba-tiba, Cora itu menjerit keras.</p>



<p>&#8220;KYAAAAAAAAAAAAAAAAA!&#8221; Yang dibawah terkejut dan bersiap menuju Arthus tersebut. Ran dan Zero sendiri hendak bersiaga, sebelum Arthus tersebut kembali berjongkok dan kokpit terbuka. Kontingen Cora langsung berbondong-bondong ke panggung, dan menemukan Archon mereka sedang duduk di dalam kokpit dalam keadaan baik-baik saja, sementara Meat dan sang teknisi tengah jungkir balik sehingga mulut mereka berbusa.</p>



<p>&#8220;Maaf, aku membuat kalian khawatir.&#8221; Jawab Clytemnestra dengan wajah bersalah. &#8220;Aku tak sengaja menarik kemudinya.&#8221;</p>



<p>Penthesilea bertanya. &#8220;Bagaimana menurut Archon? Cocokkah?&#8221; Saat bersamaan, kontingen Accretia dan Bellato tiba di atas panggung.</p>



<p>&#8220;Para Ksatria Hitam salah, mereka katakan bahwa kita mencemari tubuh kita yang suci dengan mengendarai raksasa mesin ini. Namun bagiku, raksasa ini adalah alat. Walau tak bersenjata, aku bisa merasakan kekuatannya. Begitu kita menggerakkan kemudi, itu seakan-akan menjadi perpanjangan tubuh dan indra kita.&#8221; Kata Archon Cora menjelaskan pengalamannya. &#8220;Kita tidak menyatu dengannya, melainkan benda inilah yang menyatu dengan kita. Kalian benar, Ran! Zero! Dengan raksasa mesin ini, kita akan mengusir Bangsa Herodian!&#8221;</p>



<p>&#8220;Senang mendengarnya, Archon Clytemnestra!&#8221; tukas Ranskye. &#8220;Namun kita harus berlatih menggunakan Arthus lebih dulu. Bagaimana, pak Meat?&#8221;</p>



<p>Meat segera keluar dari kokpit dengan langkah gontai. &#8220;Tentu, setelah aku memulihkan diri dari jeritan melengking sang Archon yang masih mengiang-giang di telingaku…&#8221;</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 10 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 11:<br>Coming soon!</p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 9:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 10 &#8211; ENTER THE ARTHUS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 9 &#8211; THE ARCHON ELECTION</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 05:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1652</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 9 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 10:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 9 &#8211; THE ARCHON ELECTION</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Tiga bulan setelah Peristiwa Supernova</p>



<p>Di HQ Accretia, dimana usaha rekonstrusi tengah berjalan, kegiatan sehari-hari tetap berjalan seperti biasanya. Balairung besar tetap dipenuhi oleh para newbie. Yang berbeda adalah Administrator 001B yang duduk membisu. Ia tengah berdiskusi dengan sesama Adminstrator di lain tempat.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Accretia</strong></p>



<p><strong>Arah diskusi :Pemilihan Archon Kekaisaran Accretia yang baru</strong></p>



<p><strong>-Kemampuan menggalang dukungan</strong></p>



<p><strong>-Kemampuan memimpin pasukan</strong></p>



<p><strong>Update Informasi: Saat ini terdapat 4 calon Archon dan anggota Dewan, tetapi dua calon telah menarik perhatian.</strong></p>



<p><strong>ANALISA: &#8211; Unit Brutez66, Phalanx, kelas Mercenary, Lv64</strong></p>



<p><strong>Unit Zero0XB, Centurio, kelas Destroyer, Lv60</strong></p>



<p><strong>Pro: &#8211; Kedua unit memiliki kemampuan memimpin dan bertempur yang luar biasa. Unit z66 adalah veteran dari ratusan pertempuran, sementara Unit 0XB menunjukkan prestasi luar biasa dengan menumpas Persekutuan Novus.</strong></p>



<p><strong>Kontra: -Unit 0XB menginginkan kompromi dengan Cora dan Bellato dalam bentuk gencatan senjata agar dapat fokus menghadapi ancaman Bangsa Herodian, sementara unit z66 tak mau berkompromi.</strong></p>



<p><strong>Kekaisaran Accretia menghargai efisiensi dan efektivitas. Emosi tak berguna dalam hal ini.</strong></p>



<p><strong>PILIHAN: Adakan pemungutan suara untuk menentukan unit yang terbaik sebagai Archon.</strong></p>



<p><strong>Jalur independen diizinkan, selama para calon memiliki Contribution Point (CP) yang memadai.</strong></p>



<p><strong>Demikianlah keputusan akhir para Administrator. Semua unit akan memberikan pilihannya pada waktu yang ditentukan!</strong></p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara di HQ Bellato</p>



<p>Pemandangan di HQ Bellato mulai hidup lagi dengan dimulainya perbaikan di sekitar HQ. MAU, BMAU, RMAU dan GMAU berkeliling di sekitarnya untuk menjaga keamanan. Para Chandra dan Holy Chandra menolong para korban di kamp-kamp pengungsian. Bahkan meriam raksasa mulai diperbaiki. Tetapi sebagian besar terpaku pada hal yang akan berlangsung…pemilihan Archon Federasi Bellato baru. Masa jabatan Kai akan berakhir dan bukanlah rahasia umum bahwa rakyat Bellato kurang menyukai Lima Besar akan menentukan pilihan dari calon-calon yang diajukan oleh fraksi-fraksi. Fraksi Aquila dan Andromeda mencalonkan Sitz BeHammer sebagai Archon baru, sementara fraksi Nebula mendukung Veritas. Fraksi Hydrus, Galaxy dan Cerberus belum menentukan calon. Salah satu kuda hitam yang tak diperhitungkan adalah Ranskye, yang baru-baru ini menjadi pahlawan Supernova.</p>



<p>Di sebuah bangunan, Novem tengah menunggu seseorang yang baru keluar. Ternyata itu adalah Zephyr. Ia segera bertanya pada Wizard itu.</p>



<p>&#8220;Apa kata Dewan Lima tentang pemilihan archon baru?&#8221;</p>



<p>Yang ditanya menjawab. &#8220;Mereka berdebat terus, yang kuketahui adalah Kai mencalonkan diri kembali, meskipun popularitasnya buruk. Fraksi Nebula tetap memilih Veritas, dan Sitz BeHammer sebagai calon dari Komando Tertinggi dan pilihan Eli Dun Tanta. Fraksi Hydrus dan dua fraksi lainnya masih belum menentukan sikap.&#8221;</p>



<p>&#8220;Bagaimana dengan Ranskye?&#8221; tanya Novem cemas.</p>



<p>&#8220;Menurut situasi yang ada, dia adalah calon yang tepat.&#8221; Zephyr menjelaskan. &#8221; Tetapi Eli Dun Tanta mempertanyakan loyalitasnya, mengingat dia bersama-sama putri Tetua Ladenus dari Cora. Dikhawatirkan bahwa dia sudah tak loyal pada Federasi…&#8221;</p>



<p>Mental Smith itu memprotes dengan sengit. &#8220;Itu bohong! Ran takkan melakukan hal tersebut! Meskipun ia sering bersama-sama gadis Cora itu, itupun bukan atas kemauannya sendiri.&#8221; Namun Zephyr hanya menatap temannya dalam-dalam.</p>



<p>&#8220;Benarkah demikian? Aku berencana untuk memberikan dukungan moril pada Ran, tetapi ia harus terbuka dulu padaku!&#8221; Mendengar ucapan itu, Novem tiba-tiba mengerling.</p>



<p>&#8220;Hehe, aku hampir lupa bahwa kau juga anggota Dewan Lima!&#8221; Sang Wizard hanya tersenyum kecil.</p>



<p>&#8220;Mari kita temui pahlawan kita, ia pasti berada di tempat biasa bersama kawan-kawannya!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di tempat lain</p>



<p>Ranskye tengah memperhatikan keadaan sekelilingnya, ketika teman-temannya datang.</p>



<p>&#8220;Apa kabar, Letnan ?&#8221; sapa Vernitz ramah. Yang disapa hanya tersenyum. Setelah peristiwa itu, ia diberi kenaikan pangkat menjadi letnan dua. Tak hanya itu, ia hampir mencapai level 50 sehingga ia bisa menjadi Armor Driver.</p>



<p>&#8220;Panggil saja aku Ran, toh kita tak bertugas.&#8221; Balasnya ramah.</p>



<p>Brood menimpali. &#8220;Belum terbiasa? Jangan khawatir, lama-kelamaan kamu juga biasa.&#8221;</p>



<p>&#8220;Bagaimana Komandan Crescendo?&#8221; tanya Ran mengalihkan topik.</p>



<p>Armbold menjawab. &#8220;Ia belum pulih, tetapi mulutnya sudah berkoar-koar! Aku berharap dia tak pulih cepat.&#8221; Semua tertawa mendengarnya. Lalu Vernitz bertanya.</p>



<p>&#8220;Ran, kudengar kau akan mencalonkan diri menjadi Archon. Benarkah itu?&#8221;</p>



<p>Mantan Ranger itu mengangguk. &#8220;Ya, itu benar.&#8221;</p>



<p>&#8220;Wah, selamat ya!&#8221; ujar Brood memberi selamat. &#8220;Kau akan bertanding melawan Veritas dan Sitz BeHammer. Ini seru! Omong-omong, apakah ada fraksi yang mendukungmu?&#8221;</p>



<p>Ran hanya menggaruk kepalanya. &#8220;Mm, Fraksi Hydrus, Cerberus dan Galaxy menawarkan untuk mendukungku asalkan aku menjadi calon mereka. Namun…&#8221;</p>



<p>&#8220;Namun apa?&#8221; tanya mereka. Ran menjawab.</p>



<p>&#8220;Aku mempertimbangkan untuk mengambil jalur independen.&#8221; Ketiga temannya terdiam mendengarnya. Lalu Vernitz berkata pelan.</p>



<p>&#8220;Ran, semua calon Archon Federasi Bellato selalu mempunyai fraksi untuk mendukungnya. Sebab kau tak hanya menghadapi mereka, tetapi juga Komando Tertinggi Bellato. Tak ada yang berani menentang mereka.&#8221;</p>



<p>&#8220;Tidak hanya itu, Ran!&#8221; tambah Brood. &#8220;Meskipun kau terpilih menjadi Archon, harus ada dukungan politik dari fraksi agar rencanamu berjalan lancar. Kau yakin keputusanmu benar?&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku tahu, teman-teman.&#8221; Ran menyahut. &#8220;Rakyat kita butuh awal yang baru. Fraksi-fraksi lain berbuat apa-apa ketika Supernova terjadi. Mereka tahu bahwa meriam raksasa harus diperbaiki dari dulu, tetapi mereka beralasan bahwa anggaran tidak cukup. Selain itu siasat mereka tak pernah berhasil di Chip War, kita selalu mengalami kekalahan demi kekalahan di tangan Accretia dan Cora. Banyak orang menjadi korban. Aku tak tahu bagaimana caranya menjadi Archon yang baik, tetapi aku akan belajar! Apa yang terjadi pada Supernova tidak boleh terulang lagi. Bila aku berada di jalur independen, maka tak ada yang mendikte keputusanku.&#8221; Vernitz, Brood dan Armbold hanya diam saja, sebelum sebuah tepukan tangan terdengar. Ternyata Zephyr dan Novem yang bertepuk tangan.</p>



<p>&#8220;Benar-benar pidato yang bagus!&#8221; puji Mental Smith wanita itu. Serentak, keempat Bellato muda itu memberi hormat.</p>



<p>&#8220;Mayor!&#8221; Wizard Bellato itu buru-buru berkata.</p>



<p>&#8220;Tidak usah repot-repot, aku datang bukan secara resmi.&#8221; Ia berpaling pada Novem dan lain-lain. &#8220;Bolehkah kalian meninggalkan kami sejenak? Aku ada sesuatu yang harus kubicarakan dengan Ranskye.&#8221; Novem, Vernitz, Brood dan Armbold menganggukkan kepalanya, sebelum meninggalkan mereka berdua. Ran hanya terpaku diam.</p>



<p>&#8220;Mari kita bicara di luar.&#8221; ajak Zephyr. Ran mengikuti Wizard itu keluar dan melihat-lihat proses pembangunan.</p>



<p>&#8220;Kau mengingatkanku pada masa mudaku. Idealis dan penuh semangat!&#8221; ujar perwira Bellato itu. &#8220;Tetapi seiring dengan waktu, aku perlahan-lahan menjadi sinis. Aku tak berharap melihat adanya perubahan lagi di Bellato. Menurutku, Supernova terjadi untuk membuka mata kita. Kita mengalami stagnasi akibat sistim birokratis Komando Tertinggi. Orang-orang mulai memprotes kebijakan mereka dan popularitas mereka telah turun pada titik terendah. Kini kau mengaku akan membawakan harapan baru bagi mereka.&#8221; Ia menatap Ran dalam-dalam.</p>



<p>&#8220;Pertanyaannya, Letnan Ranskye. Apakah kau mampu menepati janjimu? Jika ya, mengapa?&#8221; Yang ditanya hanya menelan ludahnya, sebelum menjawab dengan berani.</p>



<p>&#8220;Karena aku sudah berjanji pada seseorang…&#8221;</p>



<p>&#8220;Kepada gadis Cora itu, Letnan?&#8221; Ran terkejut mendengar perkataan Zephyr. Ia tak tahu harus menjawab apa.</p>



<p>&#8220;Tak perlu Force untuk melihat perhatiannya yang besar terhadapmu dan sebaliknya. Kau tak hanya berjanji padanya, tetapi juga pada seluruh rakyat Bellato. Itu bagus! Pertanyaan terakhirku, apakah kau siap terjun di kancah politik? Lawan-lawanmu akan menggunakan apa saja, termasuk hubunganmu dengan gadis itu untuk menjatuhkanmu di mata semua orang.&#8221;</p>



<p>&#8220;Apapun akan kulakukan demi Novus, Mayor! Aku bosan melihat peperangan antar Tiga Bangsa. Semua Archon tak ada yang berani berbicara dengan Accretia dan Cora! Kita melanjutkan perang ini karena kebencian dan keangkuhan kita! Setelah apa yang terjadi, aku bertekad untuk mengubah segalanya dari atas! Meskipun aku tak berhasil, setidaknya aku telah mencoba.&#8221; Zephyr hanya diam saja, sebelum ia menggenggam kedua bahu Ran dengan erat dan berkata.</p>



<p>&#8220;Bagus! Itu yang ingin kudengar darimu, Ranskye! Terima kasih telah jujur padaku!&#8221; Ia menambahkan. &#8220;Aku akan mendukungmu di depan Federasi, jika kau ingin mengambil jalur independen.&#8221; Ran serasa tak percaya, atasannya sendiri mendukung tindakannya. Lalu teman-temannya masuk bersama Novem dan Maya. Zephyr berpaling pada mereka.</p>



<p>&#8220;Aku punya berita gembira, Letnan Ranskye telah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Archon Federasi Bellato melalui jalur independen!&#8221; Semua termasuk Maya tertegun mendengar pengumuman Wizard itu. Chandra itu bertanya.</p>



<p>&#8220;Benarkah itu, Ran?&#8221; Driver muda itu mengangguk.</p>



<p>Kemudian Vernitz berkata. &#8220;Jika keputusanmu sudah bulat, Ran…maka aku bersedia jadi tim suksesmu bersama Brood dan Armbold tentunya!&#8221; Ia berpaling pada Hidden Soldier dan Shield Miller di belakangnya. Namun wajah mereka nampak kurang antusias.</p>



<p>&#8220;Hei, kenapa kalian berwajah murung?&#8221; katanya galak. &#8220;Teman kita akan mencalonkan diri, dan kalian murung! Ayo semangaat!&#8221; Ranskye tertawa melihat polah teman-temannya, tetapi ia tahu. Pertarungan yang dihadapinya kini bukan di medan peperangan, tetapi di hati setiap orang.</p>



<p><em>Akan kutepati janjiku padamu, Cly!</em>&nbsp;Gumamnya dalam hati.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>DI HQ Cora</p>



<p>Pembangunan berlangsung lambat, tetapi pasti. Tak lama lagi, pemilihan Archon Persekutuan Suci Cora akan berlangsung dalam empat minggu lagi. Tetapi pertikaian pun sudah berlangsung di sebuah balai.</p>



<p>&#8220;Apa katamu? Katakan sekali lagi?&#8221; tanya Astra tak percaya. Di balai itu, Clytemnestra dan Astra saling Khan, Teiresias dan Giz Kadasha berdiri tak jauh dari mereka. Walaupun gugup, Summoner itu memberanikan diri.</p>



<p>&#8220;Sebagai calon Archon, aku mengusulkan untuk mengadakan gencatan senjata pada Accretia dan Bellato, kemudian bersatu menghadapi ancaman Herodian.&#8221; Wajah Astra dipenuhi amarah.</p>



<p>&#8220;Kau pasti sudah gila, Clytemnestra! Berdamai dengan kaleng dan belatung? Kita tidak bisa berdamai dengan para kafir itu!&#8221; teriaknya lantang.</p>



<p>&#8220;Siapa yang akan menerima usulmu itu, huh? Tak ada Cora yang berpikiran waras akan menerima usulmu itu.&#8221;</p>



<p>Cly melanjutkan. &#8220;Kita nyaris musnah akibat Supernova! Jika kita melanjutkan permusuhan, maka Herodian tinggal memukul kita bagaikan lalat saja. Gencatan senjata ini akan memberikan waktu bagi kita untuk memulihkan diri.&#8221; Ia segera menunjuk di luar . &#8220;Lihatlah di luar, apakah penderitaan ini tidak cukup bagi rakyat kita?&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku bukan mau mengajak kita murtad dari ajaran DECEM yang menjauhkan teknologi, tetapi kefanatikan kita telah mendatangkan bencana bagi kita sendiri. Para Herodian membombardir kita dari angkasa, tanpa kita bisa berbuat apa-apa!&#8221;</p>



<p>Astra menukas. &#8220;Rakyat Cora sangat tegar, mereka bersedia menahan derita daripada berkompromi dengan musuh! Anda adalah Putri Tetua Ladenus, tetapi tidak berarti Anda bisa seenaknya mengubah kebijakan yang ada…&#8221;</p>



<p>Teiresias berkata. &#8220;Kebijakan apa, Archon Astra? Selama Anda menjadi Archon, Persekutuan Cora tidak pernah mencapai kemajuan apapun. Kau mengatas-namakan rakyat, tetapi rakyat mana yang kau maksud? Rakyat jelata atau para Ksatria Hitam?&#8221;Sang Archon hendak membalas</p>



<p>&#8220;Cukup!&#8221; kata Quiane Khan melerai mereka. &#8220;Usulmu kontroversial, Tuan Putri. Tetapi aku harus akui bahwa itu praktis. Jika demikian, maka Conclave bersedia menerima pencalonan dirimu sebagai calon Archon Persekutuan Suci Cora. Itu adalah hak semua Cora untuk memilih dan dipilih. Biarkan rakyat dan DECEM yang menentukan pilihan mereka.&#8221; Astra menatap dengan tak percaya, sebelum ia berpaling pada Cly.</p>



<p>&#8220;Ini belum selesai, Tuan Putri Ladenus! Aku kecewa padamu, seharusnya kau mendukung pilihanku sebagai seorang pahlawan Supernova!&#8221; katanya getir. Ia segera meninggalkan mereka di balai itu. Lalu Quiane Khan berkomentar.</p>



<p>&#8220;Bertahun-tahun peperangan berlangsung, aku tak melihat akan ada akhirnya. Kini Tuan Putri menawarkan sesuatu yang tak biasa. Apakah ini masa depan Persekutuan Suci Cora?&#8221;</p>



<p>Giz Kadasha menjawab. &#8220;Masa depan belum jelas, dan tak ada yang tahu. Tetapi apa yang dilakukan Tuan Putri Clytemnestra adalah langkah awal.&#8221;</p>



<p>Pemimpin Bangsa Cora itu menjawab. &#8220;Biarkan DECEM yang memutuskan. Conclave telah bersabda!&#8221; Maka pertemuan itupun bubar. Sementara berjalan, Cly berkata dalam kalbunya.</p>



<p><em>Ini janjiku padamu, Ranskye!</em></p>



<p>=o00o=</p>



<p>Kembali ke HQ Bellato</p>



<p>Di balairung besar, segenap Bellato berkumpul untuk memulai pencalonan masing-masing Archon dan anggota dewannya. Eli Dun Tanta sibuk mengarahkan anak buahnya untuk meregistrasi para calon tersebut dan memeriksa kelengkapannya. Ia tersenyum ketika melihat Sitz BeHammer, Veritas dan Kai mendaftarkan diri bersama calon warchon mereka. Tetapi senyumnya segera memudar ketika seseorang datang kepadanya.</p>



<p>&#8220;Pemimpin Bangsa, saya ingin mencalonkan diri sebagai Archon.&#8221; Kata Ranskye dengan hormat sambil menyerahkan kredensial miliknya. Eli hanya memicingkan matanya ketika sang Driver muda .</p>



<p><em>Anak kemarin siang ingin jadi Archon? Bumi pasti sudah terbalik!</em>&nbsp;ejeknya dalam hati. Apapun isi hatinya, ia memilih untuk tidak mengungkapkannya.</p>



<p>&#8220;Baiklah, pergilah untuk mengecek CP dan membayar Dalant yang diperlukan untuk pendaftaran. Omong-omong, apakah kau memiliki calon warchon? Itu persyaratan utama untuk pencalonan!&#8221; sahutnya. Sebelum Ran sempat menjawab, seseorang telah mendahuluinya.</p>



<p>&#8220;Tentu saja!&#8221; Eli terbelalak ketika melihat Zephyr dan Novem berdiri di depannya. Mereka mengenakan zirah perang masing-masing. Di belakang mereka, Brood, Armbold dan Vernitz mengikuti.</p>



<p>Sang Mental Smith berkata. &#8220;Kami adalah calon warchon Ranskye. Tak perlu khawatir!&#8221;</p>



<p>Wizard Bellato itu bertanya. &#8220;Apakah ada masalah untuk itu, Pemimpin Bangsa?&#8221; Dengan cengengesan, Eli menjawab.</p>



<p>&#8220;Tidak…jika demikian, kalian boleh cek CP kalian di sana dan daftarkan nama kalian setelah membayar 10 juta Dalant.&#8221; Melihat reaksinya, para Bellato muda hanya cekikikan. Zephyr mengedipkan mata kepada mereka, setelah ia berkata</p>



<p>&#8220;Terima kasih, Pemimpin Bangsa!&#8221;</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di HQ Accretia</p>



<p>Zero0XB telah mendaftar sebagai calon Archon pada Administrator 001B; iapun juga membawa InvictusR36 ,Gruudx76 dan ExvionE47 sebagai calon warchonnya. Baru saja mereka akan pergi, Brutez66 dan calon warchonnya Satetsu dan Raxxion mendatangi mereka.</p>



<p>&#8220;Komandan…&#8221; kata cyborg itu dengan hormat. Namun sang Mercenary telah berkata.</p>



<p>&#8220;Aku bukan lagi komandanmu, unit 0XB! Kini kita adalah saingan dalam pemilihan para Archon. Aku hanya mengingatkanmu untuk tahu tempatmu.&#8221;</p>



<p>Bergeming, Zero balik bertanya. &#8220;Apakah unit z66 mengancamku? Itu takkan berhasil.&#8221;</p>



<p>Brutez membalas. &#8220;Dalam perang, kita tak butuh kelemahan. Usulmu untuk berdamai dengan Cora dan Bellato terlalu mengada-ada. Yang dibutuhkan para Herodian adalah kekuatan dan aku akan menunjukkan kepada mereka setelah seluruh kekaisaran Accretia bersatu di belakangku.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kekuatan Herodian terlalu besar untuk ditangani oleh Kekaisaran Accretia sendiri.&#8221; tukas Zero. &#8220;Lebih baik kita bersatu dengan Cora dan Bellato daripada jatuh sendirian.&#8221; Tersinggung, cyborg itu mendekati lawannya dan menatapnya dalam-dalam.</p>



<p>&#8220;Kau tidak percaya pada kekuatan Kekaisaran? Apakah kau seorang pahlawan Supernova? Administrator pasti membuat kesalahan!&#8221; sindirnya.</p>



<p>Masih bergeming, sang Destroyer menjawab. &#8220;Aku adalah warga Kekaisaran dan aku percaya pada Kekaisaran! Tetapi adalah lebih efisien jika kita menyatukan kekuatan dengan mereka yang memiliki pandangan sama. Cara unit z66 bagus, tetapi tidak efisien!&#8221; Untuk sesaat, keduanya tak bergerak. Lalu Mercenary itu berkata.</p>



<p>&#8220;Kita akan lihat jika para warga berpikiran sama denganmu!&#8221; Setelah itu mereka meninggalkan Zero dan teman-temannya. Sepeninggalnya mereka, sang Punisher berkata.</p>



<p>&#8220;Pertunjukkan kekuatan yang bagus, komandan!&#8221;</p>



<p>ExvionE47 menimpali. &#8220;Sungguh mengesankan!&#8221; Zero berpaling pada mereka.</p>



<p>&#8220;Kita masih banyak pekerjaan! Mari kita berusaha!&#8221;</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Sejak saat itu, Ran, Cly dan Zero mulai giat dalam usaha mereka untuk menjadi seorang dengan calon-calon Archon mereka giat membantu setiap quest, bahkan Chip War. Karena perubahan sistim dan Penjaga Holystone yang baru, perlahan-lahan dominasi Accretia mulai menurun dan Bellato mulai mendesak. Di sekitar Crag Mine, pasukan pendudukan Herodian mengawasi jalannya pertempuran dan meminta upeti bahan tambang dari para pemenang Chip War. Setiap hari melihat hal itu terjadi, Ran dan Cly menjadi jengkel. Itu menguatkan niat mereka untuk memenangkan pemilihan Archon.</p>



<p>Merekapun juga giat melakukan level up. Yang pertama mencapai level 60 ke atas adalah Zero0XB. Iapun segera memilih kelas Assaulter sebagai lanjutannya. Kemudian Clytemnestra menyusul dan memilih kelas Grazier. Akhirnya Ranskye berhasil mencapai kelas idamannya yaitu Armor Driver. Seiring dengan itu, pangkatnya naik menjadi Letnan Satu. Zephyr sendiri yang menyematkan tanda kepangkatan itu padanya dengan disaksikan oleh setiap orang.</p>



<p>&#8220;Lanjutkan kerjamu, Letnan!&#8221; ujarnya seraya memberi hormat. &#8220;Kita membutuhkan orang-orang sepertimu di saat genting seperti ini.&#8221;</p>



<p>&#8220;Siap, Mayor!&#8221; balas pemuda itu mantap dan membalas hormatnya. Lalu Novem berkata.</p>



<p>&#8220;Mulai saat ini kaulah komandan baru Divisi Baja ke-6, Letda Ranskye!&#8221; Vernitz, Brood, Arnel dan Armbold menepukkan tangannya dan bersuit-suit. Ran kaget mendengarnya.</p>



<p>&#8220;Bagaimana dengan Anda, Kolonel?&#8221; tanyanya.</p>



<p>Mental Smith itu menjawab.&#8221;Aku akan fokus pada pekerjaanku semula, sebagai Holy Chandra dan warchonmu. Setidaknya itu yang bisa kulakukan untuk menggantikan Nelysha…&#8221; Mantan Ranger Bellato itu mengangguk dan segera memberikan salut.</p>



<p>&#8220;Jika begitu, aku akan menjadi komandan Divisi Baja ke-6 sebaik-baiknya! Aku takkan mengecewakan Anda, Kolonel Novem!&#8221; ujarnya. Wanita Bellato itu tersenyum, seraya menyodok ulu hati Ran dengan niat bercanda</p>



<p>&#8220;Bagus! Rupanya aku tak salah pilih…&#8221; Ia terkejut melihat Ran jatuh seraya memegangi perutnya yang sakit. &#8220;Aduh, aku hanya bercanda…bukan maksudku begitu.&#8221;</p>



<p>&#8220;Mengapa para wanita senang menyakitiku?&#8221; keluh Ran sambil meringis kesakitan.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Tak lama kemudian,</p>



<p>Vernitz memandu Ran yang ditutupi kedua matanya, sementara Brood, Arnel dan Armbold tengah menyiapkan sesuatu. Penasaran, sang Armor Driver bertanya.</p>



<p>&#8220;Bolehkah kubuka?&#8221;</p>



<p>&#8220;Jangan! Tunggu sebentar, kami tengah menyiapkan hadiah terbaik bagi komandan baru kami.&#8221; sahut Armor Driver wanita itu.</p>



<p>&#8220;Tambah penasaran saja!&#8221; celetuk pemuda itu. Lalu Brood memberi tanda kepada Vernitz agar membuka penutup mata Ran. Ketika matanya terbuka, ia melihat benda yang ditutupi kain. Hidden Soldier itu berkata.</p>



<p>&#8220;Bukalah, Komandan! Ini hadiah kami!&#8221; Tanpa membuang waktu, Ran segera menarik kain penutup tersebut sehingga nampak…sebuah Massive Assault Unit (MAU) jenis Catapult.</p>



<p>&#8220;Akhirnya, MAU milikku sendiri!&#8221; soraknya, sebelum memeluk robot tersebut. &#8220;Aku akan menjadikanmu GMAU!&#8221;</p>



<p>&#8220;Tentu saja!&#8221; timpal Vernitz. &#8220;Kami akan membantumu komandan, baik di medan perang maupun di pemilihan Archon.&#8221;</p>



<p>Armbold menggerutu. &#8220;Kudengar Kai tengah melakukan politik uang agar dia bisa membeli suara. Setidaknya hanya kau, Veritas dan pahlawan Sitz yang tidak melakukannya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Ada kabar bagus, fraksi Hydrus, Galaxy dan Cerberus bersedia memberikan dukungan padamu meskipun kau adalah calon Archon independen!&#8221; kata Brood senang. &#8220;Kukira itu hasil lobi Mayor terhadap mereka!&#8221;</p>



<p>Ran hanya mengangguk. &#8220;Aku hanya melakukan ini bagi rakyat Bellato, biarlah mereka yang menilai sendiri. Tetapi aku takkan mundur dari pertarungan!&#8221;</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di HQ Cora</p>



<p>Usaha Clytemnestrapun membuahkan hasil, banyak Cora mulai mendukungnya walaupun lebih condong ke arah para Hunter, Stealer, Adventurer dan Archer. Para petarung juga memberikan dukungan, namun para Templar dan Ksatria Hitam lebih mendukung Volturi yang dianggap mempertahankan kemurnian. Sementara sebagian besar para Spiritualist, Summoner dan Grazier mendukung Astra.</p>



<p>Sementara itu, Almasyr merasakan bahwa hubungannya dengan Cly tidak sedekat dulu. Setelah Chip War terakhir dan tugas di Ether, sikapnya sudah tidak seperti dulu-dulu. Ia khawatir jika itu akibat pengaruh dari Bellato bernama Ran. Ia curiga pada hal tersebut, tetapi memutuskan untuk bertanya langsung pada Cly. Sejauh ini kesibukannya sebagai calon Archon telah menyita waktu mereka berdua. Pria Cora berambut merah itu diam-diam merasa bahwa hubungan mereka takkan berlanjut.</p>



<p>Saat itupun tiba, ketika Cly memanggilnya untuk bertemu empat mata di atas HQ. Iapun datang dan melihat tunangannya mengenakan zirah level 60. Sebagian wajahnya tertutup oleh kerah yang tinggi. Untuk sesaat, mereka terdiam hingga Almasyr berkata.</p>



<p>&#8220;Tempat yang indah dan disinilah kau sering menghabiskan waktumu.&#8221;</p>



<p>Cly mengangguk. &#8220;Benar, di sinilah aku berdoa bagi DECEM. Selain itu, aku juga senang melihat pemandangan dari atas ini. Terutama jika aku memikirkan sesuatu.&#8221;</p>



<p>Petarung Cora itu menarik nafas, sebelum bertanya. &#8220;Nampaknya serius, Cly? Apa bisa kubantu?&#8221; Dengan perlahan, gadis Cora itu mengambil sesuatu dari kantungnya dan memberikannya kepada Almasyr. Ternyata itu adalah sebuah cincin pertunangan.</p>



<p>&#8220;Aku memutuskan untuk membatalkan pertunangan kita, Almasyr.&#8221; Katanya pelan.</p>



<p>Almasyr mencoba untuk tidak terkejut, tetapi gagal. Ia telah menduga hal terburuk, walaupun hatinya mengakui tak siap.</p>



<p>&#8220;Cly…mengapa kau lakukan ini? Apakah aku berbuat sesuatu yang salah padamu?&#8221; tanyanya dengan suara gemetar.</p>



<p>&#8220;Kau tidak berbuat salah padaku, Almasyr.&#8221; jawab Cly tertahan. &#8220;Namun hatiku sudah bukan milikmu lagi. Aku tidak bisa membohongimu dengan menjanjikan apa yang tidak aku punyai kepadamu. Tadinya ya, tetapi sekarang tidak lagi.&#8221;</p>



<p>Sang petarung menggenggam cincin di telapak tangannya erat-erat. &#8220;Apakah karena dia? Pemuda Bellato bernama Ranskye itu?&#8221; Sang Grazier tidak menyangkal maupun mengiyakan. Tiba-tiba ia merangkul Cly dengan erat seraya berkata dengan isak tangis.</p>



<p>&#8220;Apa yang dia lakukan kepadamu? Apakah…&#8221; Cly melepaskan dirinya dari rangkulan pemuda itu dengan lembut dan berkata.</p>



<p>&#8220;Tidak! Ia tak melakukan apapun padaku, kecuali mencuri hatiku! Walaupun aku menawarkan segalanya padanya, ia menolaknya karena mengetahui ada kau. Aku bisa saja meneruskan ini, tetapi itu akan menjadi sandiwara bagi kita berdua, Almasyr!&#8221;</p>



<p>Almasyr terpana, mencoba untuk mencerna hal ini semua. &#8220;Apakah Tetua…tahu hal ini?&#8221; tanyanya. Gadis itu menggelengkan kepalanya.</p>



<p>&#8220;Ayahku tahu niatku untuk membatalkan pertunangan ini dan ia telah membujukku, tetapi aku telah membulatkan niatku. Ia tidak tahu tentang Ran.&#8221; Petarung itu tetap terdiam, dan menundukkan dirinya. Lalu ia memukulkan kedua tangannya ke lantai bangunan itu dan menatap mantan tunangannya dengan pandangan terluka.</p>



<p>&#8220;Lalu mengapa kau katakan hal ini padaku, Clytemnestra Ladenus? Tidakkah cukup kau menghancurkan hatiku?&#8221; tanyanya lantang. Lalu Cly menunduk dan berkata dengan air mata berlinang.</p>



<p>&#8220;Karena kau temanku dan aku tak mau membohongi temanku…bencilah aku sepuasmu, jika itu membuatmu puas. Lebih baik aku berterus terang padamu sekarang daripada kau mengetahuinya nanti. Aku tidak hanya bersalah padamu, tetapi pada ayahku, pemimpin bangsa dan DECEM juga. Bila DECEM mengutukku karena cintaku pada seorang kafir,maka aku bersedia menerimanya asalkan bangsa kita terbebas dari ancaman Herodian.&#8221; Perlahan-lahan amarah Almasyr mereda, tetapi hatinya telah terluka. Ia bisa memaafkan Cly, namun ia tidak bisa memaafkan pemuda Bellato yang telah mencuri hatinya. Ia menghapus air mata Cly dan airmatanya sendiri, sebelum meninggalkan gadis itu sendirian dengan langkah gontai.</p>



<p>Cly sendiri merasakan kesedihan yang sangat,tetapi hati nuraninya bersih dari apapun. Ia yakin jika hal ini diketahui oleh seluruh Cora, maka pencalonan dirinya sebagai Archon akan terancam.</p>



<p>&#8220;Biarlah kehendak DECEM yang jadi bagiku.&#8221; Bisiknya pelan.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Akhirnya hari yang dinanti-nantikan telah tiba bagi seluruh Tiga Bangsa. Segenap pejuang telah menunggu hari ini. Masing-masing HQ telah dipenuhi oleh ratusan ribu pejuang yang siap menantikan pemilihan Dewan Archon baru bagi masing-masing Bangsa.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di HQ Accretia,</p>



<p>Administrator 001B mengumumkan:</p>



<p><strong>INILAH MASING MASING CALON ARCHON KEKAISARAN ACCRETIA</strong></p>



<p><strong>-Brutez66</strong></p>



<p><strong>-TotenkopfV67</strong></p>



<p><strong>-Zero0XB</strong></p>



<p><strong>-Zentraed D6G</strong></p>



<p><strong>Semua calon akan dihitung berdasarkan Contribution Points (CP) yang mereka miliki</strong></p>



<p><strong>Para warga boleh memasukkan calon pilihan mereka pada Pemimpin Bangsa dalam 1 jam. Pemilihan Dewan Archon baru dimulai!</strong></p>



<p><strong>00.01&#8230;</strong></p>



<p>=o00o=</p>



<p>Sementara itu di HQ Bellato,</p>



<p>Di atas podium, Eli Dun Tanta mengumumkan: &#8220;Inilah calon-calon Archon Federasi Bellato!&#8221;</p>



<p>&#8211;<strong>Sitz BeHammer</strong></p>



<p><strong>-Veritas</strong></p>



<p><strong>-Ranskye</strong></p>



<p><strong>-Kai</strong></p>



<p>&#8220;Semua calon telah ditetapkan berdasarkan CP yang mereka miliki. Para patriot dipersilahkan memasukkan calon pilihan pada Pemimpin Bangsa selama waktu belum mencapai 1 jam!&#8221;</p>



<p><strong>00.15…</strong></p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di HQ Cora</p>



<p>Quiane Khan mengumumkan pemilhan Archon melalui telepatinya:</p>



<p>&#8220;Nama-nama ini adalah calon-calon Archon Persekutuan Suci Cora:&#8221;</p>



<p>&#8211;<strong>Astra</strong></p>



<p><strong>-Clytemnestra</strong></p>



<p><strong>-Volturi</strong></p>



<p><strong>-Raven SilenHat</strong></p>



<p>&#8220;Para pejuang bisa memasukkan pilihan mereka pada Pemimpin Bangsa dalam waktu 1 jam. Hasil akan diumumkan di dekat portal!&#8221;</p>



<p><strong>00.29…</strong></p>



<p>=o00o=</p>



<p>Waktu seakan-akan berjalan lambat, para newbie tetap melanjutkan level up mereka sementara para veteran tengah bertarung di Chip War atau misi. Di luar angkasa, armada Herodian tetap melanjutkan patroli mereka. Sementara di Kartella sendiri, mereka mengikuti pemilihan Archon baru dengan seksama. Meat tahu siapapun Archon baru yang terpilih, mereka harus mengajaknya untuk bekerja sama.</p>



<p><strong>00.35…</strong></p>



<p><strong>00.45…</strong></p>



<p><strong>00.55…</strong></p>



<p><strong>01.00!</strong></p>



<p><strong>TIME IS OVER!</strong></p>



<p>Pemilihan telah berakhir dan masing-masing orang telah memasukkan suara mereka masing-masing. Kini tibalah saat penentuan!</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di HQ Accretia, suara telah dihitung dan hasil penghitungan segera diumumkan. Masing-masing calon datang dengan mengenakan assesoris masing-masing. Brutez dan Zero mengenakan zirah mereka dan booster di belakang punggung mereka. Mereka juga membawa senjata masing-masing. Lalu Administrator mengumumkan penghitungan CP:</p>



<p><strong>-Brutez66 –&nbsp;</strong>134600 CP</p>



<p><strong>-TotenkopfV67-</strong>115100 CP</p>



<p><strong>-Zero0XB-&nbsp;</strong>134700 CP</p>



<p><strong>-Zentraed D6G-&nbsp;</strong>5605 CP</p>



<p>Angka CP Brutez dan Zero hanya selisih tipis 100 angka. Setelah 1 jam lewat, layar monitor menampilkan hasil penghitungan suara.</p>



<p><strong>DEWAN ARCHON KEKAISARAN ACCRETIA:</strong></p>



<p><strong>Zero0XB- Assaulter</strong></p>



<p><strong>InvictusR67- Dementer</strong></p>



<p><strong>Gruudx76-Striker</strong></p>



<p><strong>ExvionE47-Scientist</strong></p>



<p><strong>HK-55B-Destroyer</strong></p>



<p><strong>RavagerOZ11-Battle Leader</strong></p>



<p>Hanya terdengar kasak-kusuk sedikit. Perlahan-lahan sebuah aura berwarna putih terang muncul di atas kepala Zero. Aura tersebut menandakan bahwa cyborg tersebut terpilih sebagai Archon baru. Sebelum Administrator memberikan pengumuman resmi, tiba-tiba sebuah protes datang.</p>



<p>&#8220;Tunggu sebentar! Penghitungan suara tidak benar!&#8221; kata Brutez66 menuntut. &#8220;Aku menuntut penghitungan ulang!&#8221; Semua, termasuk Zero berpaling pada sang Mercenary. Sebagai jawabannya, datang maklumat dari Administrator:</p>



<p><strong>PERHITUNGAN SUARA TELAH DIVERIFIKASI BERULANG KALI OLEH ADMINISTRATOR DIBANTU PARA GUILD LEADER. SEMUA MENYATAKAN DENGAN AKLAMASI BAHWA UNIT ZERO0XB TELAH TERPILIH SEBAGAI ARCHON BARU. PROTES TAK DITERIMA!</strong></p>



<p>Tidak menerima, Brutez mengangkat gadanya dan berkata. &#8220;Unit 0XB, kau mungkin dipilih oleh para pejuang, tetapi aku menantangmu untuk berduel agar bisa dibuktikan siapa yang pantas menjadi Archon!&#8221;</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Unit z66, pangkat Phalanx</strong></p>



<p><strong>Nada suara menunjukkan perbedaan emosi</strong></p>



<p><strong>Arah diskusi :Pengalihan masalah</strong></p>



<p><strong>-Tidak terima keputusan Administrator atas hasil pemilihan.</strong></p>



<p><strong>OPSIONAL:…</strong></p>



<p>Zero menegur. &#8220;Phalanx Brutez66, kau bersikap seperti makhluk daging. Suara telah dihitung dan diverifikasi dengan seksama. Proses berjalan dengan benar. Terimalah keputusan dari seluruh warga Kekaisaran.&#8221;</p>



<p>&#8220;Tidak!&#8221; jawab Brutez. &#8220;Kekaisaran harus dipimpin oleh Archon yang kuat, sementara kau bukanlah Archon yang tepat! Duel akan membuktikan hal ini!&#8221; Sementara Zero termenung, pelan-pelan ia teringat akan duelnya dengan Gungnir dulu…residu dari databasenya.</p>



<p><em>&#8220;Kata-kata tidak cukup menyakinkanmu, komandan. Terpaksa kita lakukan ini…&#8221;</em></p>



<p>&#8220;Jika kau memaksa, Phalanx!&#8221; katanya seraya mengangkat Hora Spearnya. &#8220;Aku akan melayanimu. Kalau kau menang, akan kuserahkan jabatan Archon padamu.&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku pasti menang!&#8221; sesumbar Brutez.</p>



<p>&#8220;Kita akan lihat hasilnya!&#8221; balas yang ditantang. Serentak, para Accretia segera memberi ruang bagi kedua calon Archon yang akan bertarung itu.</p>



<p>Tanpa membuang waktu, Brutez langsung mengaktifkan buffnya:</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Aktifkan mode tempur…</strong></p>



<p><strong>Excel Charger…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Elemental Force…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Wild Rage…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Extend Rage…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Skill Stretch…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Bullseye…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Onslaught…AKTIFKAN</strong></p>



<p>Di lain pihak, Zero juga melakukan hal yang sama:</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Aktifkan mode tempur…</strong></p>



<p><strong>Accuracy…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Wild Rage…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Extend Rage…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Skill Stretch…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Bullseye…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Counterattack…AKTIFKAN</strong></p>



<p>Keduanya segera berlari untuk saling menerjang. Benturan keras antara logam dengan logam terjadi. Zero mencoba menusuk cyborg Mercenary itu, namun meleset. Brutez segera mengayunkan gada ke arahnya.</p>



<p>&#8220;Death Blow!&#8221; Sebelum serangan tersebut mengenai sasarannya, sang Destroyer sudah keburu mengeluarkan jurus yang sama.</p>



<p>&#8220;Death Blow!&#8221; Bumi berguncang keras dengan bongkahan-bongkahan tanah, ketika dua serangan yang sama saling bertemu. Kedua serangan tersebut saling menetralisir.</p>



<p>Zero memanfaatkan kesempatan ini dengan mengayunkan Hora Spear miliknya.</p>



<p>&#8220;Tebasan Mematikan!&#8221; Dua tebasan melingkar mengenai tubuh Brutez, tetapi ia hanya mengacuhkannya. Ia kembali mengayunkan gadanya dengan ganas, sehingga Zero dipaksa untuk menjaga jarak. Tanpa diduga, sang Destroyer membuka kompartemen rahasianya dan mengeluarkan beberapa set pisau lempar. Ia segera melemparkannya ke arah lawannya, yang mengebaskan pisau-pisau tersebut dengan ayunan gadanya.</p>



<p>&#8220;Senjata-senjata murahan ini takkan mencegahku untuk menjadi Archon!&#8221; ujarnya. Gantinya menjawab, Zero malah melepaskan serangan berikutnya.</p>



<p>&#8220;Shining Cut!&#8221; Kembali serangan tebasan mengenai Brutez yang kehilangan kesabaran. Para Accretia lain menyaksikan duel tersebut tanpa berkata apa-apa, LohanR18 juga bergabung dengan mereka. Merasa tak sabar lagi, Brutez mengerahkan seluruh kekuatannya pada serangan penghabisan.</p>



<p>&#8220;Unit 0XB, modarlah kau!&#8221; teriaknya lantang. Setelah menghindar jarak, tiba-tiba Zero berhenti dan menunggu lawannya. Sebelum gada itu meremukkan kepala logamnya, ia berkelit dan menyarangkan serangan rahasianya.</p>



<p>&#8220;Power Cleave! Death Hack!&#8221; Ayunan horisontal Hora Spear miliknya memutuskan lengan kanan Brutez yang memegang gada. Mercenary itu terkejut, tetapi tangan kanannya yang terputus masih sempat melemparkan gada ke arah tangan kirinya yang segera menggengam senjata tersebut.</p>



<p>&#8220;Tusuk!&#8221; Sebelum ia bertindak, Zero telah mengirimkan tusukan bertubi-tubi ke arah tubuh Brutez sehingga:</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Bahaya!</strong></p>



<p><strong>HP: 145; FP:122,SP:32</strong></p>



<p><strong>Kerusakan zirah 89%</strong></p>



<p><strong>Lengan kanan tak berfungsi!</strong></p>



<p><strong>Baterai Primer aktif!</strong></p>



<p>Walau demikian, Brutez menolak untuk menghentikan pertarungan itu.</p>



<p>&#8220;Tebasan!&#8221; Sebuah tebasan melintang kembali menambah kerusakan pada tubuh cyborg Mercenary itu. Zero kembali menyarangkan Death Blow pada lawannya, dan sekaligus menebas kedua kaki lawannya.</p>



<p>Akibatnya, tubuh Brutez jatuh berdebam di atas lantai HQ. Sebelum ia sempat bangkit, sang Destroyer sudah menahannya dengan injakan pada dadanya dan mengarahkan Hora Spear ke wajahnya. Cyborg itu berkata.</p>



<p>&#8220;Menyerahlah, Unit z66! Hasil pertarungan sudah jelas.&#8221;</p>



<p>Brutez membalas. &#8220;Hancurkan aku, jika kau berani! Aku kalah dan tak layak menjadi seorang Archon! Tak ada lagi peranku di sini!&#8221;</p>



<p>Zero menatap tajam lawannya yang tak berdaya, sebelum berkata.</p>



<p>&#8220;Aku takkan menghancurkanmu, baik sekarang atau di peleburan. Tetapi kau akan belajar artinya kekalahan dan konsekuensi menentang Archon!&#8221; Zero segera menusuk lengan Brutez yang tersisa sehingga muncul percikan-percikan listrik dan bunga api. Tidak cukup sampai di situ, iapun juga merusakkan kedua kaki lawannya. Jika Brutez adalah manusia, ia pasti sudah meraung kesakitan.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Bahaya!</strong></p>



<p><strong>HP: 89; FP:122,SP:32</strong></p>



<p><strong>Kerusakan zirah 100%</strong></p>



<p><strong>Kedua lengan tak berfungsi!</strong></p>



<p><strong>Kedua kaki tak berfungsi!</strong></p>



<p>Brutez kini benar-benar tak berdaya. Ia menatap lawannya dan berkata.</p>



<p>&#8220;Kau akan membayar mahal untuk penghinaan ini, Unit 0XB! Kau akan menyesal telah membiarkanku!&#8221; Zero hanya menendang tubuh cyborg yang tak berdaya itu ke arah para penonton.</p>



<p>&#8220;Datanglah kembali jika kau sudah diperbaiki dan aku akan menunggu kapan saja.&#8221; Aura di atas Zero bertambah terang. Semua Accretia serentak memberikan hormat pada Archon baru mereka.</p>



<p>Instruksi pertama Zero adalah penurunan pajak dan peningkatan produktivitas di Crag Mine. Mereka tetap membayar upeti para Herodian, tetapi diam-diam surplus tambang akan dialihkan ke HQ sehingga perekonomian mereka tetap kuat. Selain itu, Zero juga menerima undangan dari para Kartella</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di HQ Bellato, hasil penghitungan CP terpampang di layar monitor yang bisa disaksikan oleh segenap Bellato. Ranskye tidak hanya mengenakan zirah terbaiknya, ia juga membawa MAU miliknya di dekat portal.</p>



<p>&#8211;<strong>Sitz BeHammer &#8211;</strong>155100 CP</p>



<p><strong>-Veritas-&nbsp;</strong>120210 CP</p>



<p><strong>-Ranskye-</strong>155102 CP</p>



<p><strong>-Kai-</strong>121780</p>



<p>Melihat hasil di atas, Eli mengomentari. &#8220;Nampaknya angka CP Sitz dan Ranskye terpaut tipis, sementara Kai mengejar. Dewan tengah berunding apakah akan diadakan satu putaran lagi atau dipilih langsung.&#8221; Semua yang mendengarnya mulai mengomel atau menggerutu. Melihat situasi itu, ia buru-buru berkata.</p>



<p>&#8220;Kita tunggu hasil penghitungan suara sebaiknya!&#8221; Hasilnya segera keluar setelah satu jam. Layar monitor segera menampilkan:</p>



<p><strong>DEWAN ARCHON FEDERASI BELLATO:</strong></p>



<p><strong>Ranskye –Armor Driver</strong></p>



<p><strong>Zephyr- Wizard – Fraksi Hydrus</strong></p>



<p><strong>Novem- Mental Smith</strong></p>



<p><strong>Maya- Chandra –Fraksi Galaxy</strong></p>



<p><strong>Brood- Hidden Soldier- Fraksi Cerberus</strong></p>



<p><strong>Armbold- Shield Miller</strong></p>



<p><strong>Vernitz-Armor Driver</strong></p>



<p>Ran menatap hasilnya dengan tak percaya, ia lebih terkejut ketika Sitz BeHammer menyalaminya. &#8220;Kerja yang mantap, Letnan Ranskye!&#8221; puji pahlawan Bellato itu. Veritas juga memberi salam atas kemenangannya, Kai sendiri tak terlihat batang hidungnya. Kemudian sebuah aura merah muda muncul di atas kepala Ranskye. Tiba-tiba Sitz dan Veritas mengangkat kedua tangannya dengan serentak dan bersorak.</p>



<p>&#8220;Hidup Archon baru Federasi Bellato!&#8221; Maka segenap HQ Bellato dipenuhi sorak-sorai dan gegap-gempita. Setidaknya inilah hal yang membuat mereka bangga setelah peristiwa Supernova. Ranskye merasa ia tengah bermimpi, jika itu mimpi maka ia tak ingin hal itu berakhir. Ia tak pernah membayangkan seorang Ranger rendah dapat menjadi seorang Archon yang memimpin pertarungan bagi bangsanya. Iapun bertekad untuk berusaha sebaik-baiknya demi Federasi Bellato.</p>



<p>Hal pertama yang dilakukannya adalah menurunkan pajak CTU agar dapat menstimulasi ekonomi Federasi yang lambat setelah Supernova. Selain itu ada seseorang yang harus ditemuinya.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di rumah sakit militer terdekat</p>



<p>Crescendo Silverlake tengah menonton pemilihan Archon di layar monitor. Iapun bersorak.</p>



<p>&#8220;Itu baru anak buahku, bah! Keren sekali kau, Ranskye! Selamat!</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di HQ Cora, keadaanpun tak jauh berbeda. Cly memperhatikan dengan cemas, ketika Quiane Khan mengumumkan hasil penghitungan CP dalam setiap benak orang.</p>



<p>&#8211;<strong>Astra&nbsp;</strong>-143112 CP</p>



<p><strong>-Clytemnestra-</strong>143781 CP</p>



<p><strong>-Volturi</strong>&#8211; 107761 CP</p>



<p><strong>-Raven SilenHat</strong>&#8211; 121221 CP</p>



<p>&#8220;Para patriot, Conclave tengah menghitung suara yang diberikan dan hasilnya akan segera diketahui.&#8221; Mereka semua menanti dengan gugup. Kemudian hasilnya muncul dengan aksara sihir di atas HQ:</p>



<p><strong>DEWAN ARCHON PERSEKUTUAN SUCI CORA:</strong></p>



<p><strong>Clytemnestra – Grazier</strong></p>



<p><strong>Penthesilea- Adventurer</strong></p>



<p><strong>Ysmar &#8211; Warlock</strong></p>



<p><strong>Erudite -Astraller</strong></p>



<p><strong>Teiresias- Dark Priest</strong></p>



<p><strong>Almasyr &#8211; Templar</strong></p>



<p>Semua yang tak menduga, sangat kaget, termasuk Astra. Perlahan-lahan sebuah aura keemasan nampak di atas kepala Cly. Dari kejauhan, Giz Kadasha dan Tetua Ladenus mengangguk-angguk. Quiane Khan terdiam sejenak , sebelum ia berkata.</p>



<p>&#8220;DECEM telah menentukan Archon pilihannya.&#8221; Katanya pelan. &#8220;Kini aku memperkenalkan kalian pada Archon baru, Clytemnestra Ladenus!&#8221; Serentak, seluruh rakyat Cora menghaturkan sembah sujud pada Cly, termasuk para warchonnya. Ia mengangguk pelan kepada mereka semua, sebelum berpaling pada Astra yang tertunduk. Diulurkannya tangannya kepada pendahulunya dan berkata.</p>



<p>&#8220;Astra, pemilihan sudah selesai. Kini mari kita bekerjasama bagi Persekutuan Suci…&#8221; Mendadak, wanita berambut emas itu menepis tangannya dengan kasar dan menatap Cly dengan marah, sebelum meninggalkan tempat itu diikuti oleh para pengikut setianya. Semua terkejut atas tindakan itu, tak terkecuali sang Archon baru. Quiane Khan sendiri tak harus berkata apa. Lalu Teiresias menghibur.</p>



<p>&#8220;Tuan Putri, biarkanlah. Suatu waktu nanti ia akan menerima hal ini.&#8221; Ia berpaling kepada warchon-warchon yang lain. &#8220;Kini tugas yang mendesak telah menunggu. Anda harus memimpin kami pada pertarungan selanjutnya.&#8221;</p>



<p>Cly paham dan berkata. &#8220;Betul, kita harus membangun Persekutuan Suci Cora kembali agar dapat dihormati di Novus kembali!&#8221; Selain tugas rekonstruksi HQ dan Haram, ia juga memerintahkan untuk menurunkan pajak untuk stimulasi ekonomi.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di sebuah instalasi tersembunyi dimana hanya para eselon tinggi Bellato yang mengetahuinya.</p>



<p>Ranskye, Zephyr dan Maya memasuki lorong demi lorong yang dijaga dengan ketat. Para penjaga memberinya hormat. Mereka akhirnya tiba di sebuah sel yang luas dimana seseorang tengah duduk. Ternyata itu adalah Maeve yang hanya mengenakan seragam putih dengan nomor-nomor . Ia berpaling kepada mereka.</p>



<p>&#8220;Selamat kepada Archon dan Warchon baru!&#8221; celetuknya. Wizard itu hampir menegurnya, ketika Ran menahannya. Mantan pemimpin pemberontak itu berkata.</p>



<p>&#8220;Jika kau menemuiku, pasti ada sesuatu yang ingin kau ketahui.&#8221;</p>



<p>Ran mengangguk. &#8220;Maeve, aku ingin tahu apa rencana Herodian selanjutnya. Kau mungkin tidak berhubungan langsung dengan mereka, tetapi kau&nbsp;<em>pernah</em>&nbsp;bersama mereka sewaktu di Persekutuan Novus.&#8221;</p>



<p>Maeve mendongak. &#8220;Apa imbalannya kalau aku memberikan informasi padamu?&#8221;</p>



<p>&#8220;Archon akan mengajukan permintaan untuk meninjau hukuman matimu dan meringankannya menjadi seumur hidup pada Dewan.&#8221; Kata Zephyr. &#8220;Itu tawaran kami.&#8221;</p>



<p>Maeve berpikir sejenak dan berkata pada mereka. &#8220;Puluhan tahun meninggalkan aku untuk mati, lalu hukuman mati karena memberontak…sepertinya tawaran bagus. Baiklah, aku terima!&#8221;</p>



<p>Ia menjelaskan. &#8220;Walau Wazir Herodian itu membawa kami kedalamnya, ia tak pernah menggunakan kami. Kami hanya menjalankan rencananya yang telah diberitahukan pada Tresyca. Selama kami bersama Persekutuan Novus, kami berusaha mencari informasi sendiri.&#8221;</p>



<p>&#8220;Jadi kalian sudah mengetahui Supernova itu sebelumnya.&#8221; Sergah Maya.</p>



<p>&#8220;Bukan, gadis lugu!&#8221; canda Maeve. &#8220;Yang aku, Titania dan Nobuseri tahu bahwa para Herodian mengadakan gerakan besar-besaran di Crag Mine dan Elan. Kami tidak tahu jika mereka punya armada dan akan merebut Stargate dari Kartella. Namun menjelang serangan kalian ke Ether, agen-agen kami berhasil mengetahui identitas &#8216;Gods of War&#8217; yang menjual senjata kepada kalian dan Persekutuan Novus. Mereka adalah para Herodian! Senjata yang mereka jual adalah senjata yang telah di tes dua tahun lalu.&#8221;</p>



<p>Ran kaget mendengarnya. &#8220;Jadi…yang membunuh Kayn dan yg lain adalah mereka…dengan senjata mereka.&#8221;</p>



<p>Maeve mengangguk. &#8220;Tepat sekali, tetapi mereka menjual senjata kualitas rendah mereka pada Tiga Bangsa dan Persekutuan Novus. Sebelum kontak terputus, agen kami mengatakan sesuatu:&nbsp;<em>Supernova hanyalah permulaan…bila waktunya tepat, para Herodian akan menjalankan genosida melalui Big Bang…&#8221;</em></p>



<p>&#8220;Big Bang?&#8221; Zephyr bertanya. &#8220;Apa artinya?&#8221; Maeve hanya mengangkat tangannya.</p>



<p>&#8220;Hanya itulah yang kuketahui, mungkin Titania dan Nobuseri tahu lebih banyak. Namun mereka sudah tiada.&#8221; Mendengar itu, Ran mengangguk-angguk.</p>



<p>&#8220;Terima kasih atas informasimu, Maeve! Aku akan mengajukan permintaan pada Dewan untuk meninjau hukumanmu. Kartella memberi undangan pada kami.&#8221;</p>



<p>&#8220;Sebaiknya kau menemui mereka.&#8221; kata Maeve menanggapi. Sebelum mereka meninggalkan nya, ia berkata.</p>



<p>&#8220;Aku tahu ini akan terjadi, ketika aku menerima kalian di sarang kami. Aku tak menyesali apa yang kulakukan dulu. Itu saja!&#8221; Ranskye dan Maya hanya mengangguk setuju.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Sementara itu di Elan,</p>



<p>Dagnu memanggil para pengikutnya yang terdiri dari Wazir, Calystra dan Brokk.</p>



<p>&#8220;Apa yang hendak kalian laporkan padaku?&#8221; tanyanya. Lalu sang Wazr berkata</p>



<p>&#8220;Tiga Bangsa baru saja memilih Archon baru mereka, dan kebetulan mereka adalah yang selamat dari eksperimen kita sebelumnya. Mereka tidak boleh dianggap enteng…&#8221;</p>



<p>Brokk segera menyela. &#8220;Huh, apa kau takut pada mereka?&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku tidak takut, hanya mereka bukanlah lawan biasa!&#8221; kata Herodian muda itu menjelaskan. &#8221; Selain itu Persekutuan Novus yang kita tinggalkan, kini telah menghilang dari peredaran. Yang kukhawatirkan adalah jika mereka mengetahui rencana Big Bang.&#8221;</p>



<p>Calystra menambahkan. &#8220;Kau terlalu curiga, tetapi untuk berjaga-jaga akan kuperintahkan armada kita untuk mengawasi Tiga Bangsa.&#8221; Mendengar itu, Dagnu berkata.</p>



<p>&#8220;Lakukanlah, Calystra. Jika kau membutuhkan bantuan, Dagan dan Dagon akan kuperintahkan menanganinya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Terima kasih, Tuan Dagnu!&#8221;</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 9 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 10:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-10/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 8:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 9 &#8211; THE ARCHON ELECTION</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 8 &#8211; SUPERNOVA PART 2</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 05:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1650</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 8 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 9:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 8 &#8211; SUPERNOVA PART 2</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Dari arah lain, Zero0XB, sang Destroyer Accretia menatap ke arah iring-iringan armada Herodian yang berada di atas langit Ether. Di sekelilingnya, sisa-sisa pasukan Accretia telah berkumpul.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Update Informasi: Armada Herodian telah menyerang HQ Accretia, Bellato dan Cora serta</strong></p>



<p><strong>Crag Mine di Novus</strong></p>



<p><strong>Laporan Intel:</strong></p>



<p><strong>HQ Accretia: 20% kerusakan, 13000 kerusakan imateril</strong></p>



<p><strong>HQ Bellato: 88% kerusakan, 89304 korban jiwa</strong></p>



<p><strong>HQ Cora: 98% kerusakan, 123500 korban jiwa</strong></p>



<p><strong>Tujuan Primer: Tarik seluruh pasukan Accretia untuk menghadapi serangan lanjutan</strong></p>



<p><strong>Herodian</strong></p>



<p><strong>Tujuan Sekunder:Kejar sisa-sisa Persekutuan Novus</strong></p>



<p><strong>Analisa Strategis: Tujuan Primer</strong></p>



<p>&#8220;Komandan…&#8221; panggil Invictus pada Zero. &#8220;Seluruh pasukan telah menerima instruksi dari Administrator 001B untuk kembali ke HQ segera. Apa perintah Anda selanjutnya?&#8221;</p>



<p>Cyborg itu membalas. &#8220;Suruh yang lain untuk mengikuti instruksi, namun aku akan meneruskan pengejaran Persekutuan Novus bersama Gruudx76.&#8221;</p>



<p>&#8220;Tetapi Phalanx Brutez…&#8221; Perkataan Dementor itu terhenti ketika tombak Zero teracung padanya.</p>



<p>&#8220;Aku sudah memberitahu semua saluran bahwa ledakan tadi mengganggu komunikasiku.&#8221; ujar Zero. &#8220;Katakan demikian pada Phalanx jika ia bertanya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Tanggapan diterima!&#8221; kata Dementor Accretia itu mengiyakan. Tanpa membuang waktu, ia segera memimpin pasukan lainnya untuk kembali ke pangkalan. Sepeninggal Invictus, sang Destroyer segera berpaling pada Gruudx76 dan pasukannya yang mengepung…Armbold, Novem, Zephyr, Ysmar dan Alcyone. Mereka dikepung oleh 4 Mercenary, 3 Grenadier dan 5 Gunner Accretia.</p>



<p>Begitu Zero mendekat, sang Wizard Bellato langsung menyambut. &#8220;Sungguh ironis, dulu kami yang menyelamatkan Ranskye dari tanganmu, kini tertangkap olehmu.&#8221; Ia segera menambahkan.</p>



<p>&#8220;Lakukan apa yang kau mau, aku takkan mengkhianati Ranskye maupun Federasi!&#8221;</p>



<p>&#8220;Begitu juga dengan aku!&#8221; tambah Alcyone mencoba memberanikan diri.</p>



<p>&#8220;Aiih! Eike sudah siap berkorban demi Decem…&#8221; timpal Warlock Cora itu. &#8220;Eik boleh siksa eike, tapi jangan terlalu sadis.&#8221; Mendadak, Zero mengayunkan tombaknya di depan mereka hingga ujungnya hampir mengenai mereka semua.</p>



<p>&#8220;Menarik, Api Kebebasan!&#8221; celetuk Accretia itu. &#8220;Kurasa Kaisar akan memberikan promosi jika aku berhasil menyingkirkanmu. Tetapi itu bukan tujuanku sekarang.&#8221;</p>



<p>&#8220;Jadi apa maumu, kaleng?&#8221; tantang Novem tanpa rasa takut. Zero tak menjawab, ia hanya menyodorkan sebuah alat komunikasi pada mereka.</p>



<p>&#8220;Aku tahu Hidden Soldier dan Hunter kalian masih berada di sekitar sini. Hubungi mereka untuk menemuiku, aku membutuhkan bantuan mereka untuk mencari Ranskye and Clytemnestra.&#8221; katanya. Zephyr segera berseru.</p>



<p>&#8220;Novem, jangan dengarkan…&#8221; Tiba-tiba sebuah laras Gunner terarah pada Gruudx76 yang menodongkan senjatanya.</p>



<p>&#8220;Unit x76, ingat perintahku! Kita butuh dia utuh!&#8221; tegur komandannya.</p>



<p>&#8220;Respons yang berlebihan, Komandan! Takkan terulang lagi!&#8221; balas sang Double-Class Ranger. Sang Wizard sendiri nampak tetap kukuh, ia hanya meludah darah bercampur air liur. Zero menjelaskan.</p>



<p>&#8220;Terserah, tetapi laporan terakhir yang kuterima mengatakan bahwa sosok yang mirip Ranskye dan Clytemnestra terlihat mengikuti seorang Calliana. Aku tak tahu apa maksud mereka, yang jelas mereka menuju ke markas Persekutuan Novus.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kau bohong, kaleng kafir!&#8221; bantah Alcyone. Tanpa mempedulikan protes tersebut, Zero segera mengambil sebuah tablet dan memperlihatkan gambar samar-samar dimana Ranskye dan Clytemnestra terlihat mengikuti Freysca. Semua hanya terpana melihatnya.</p>



<p>&#8220;Analisa database memastikan bahwa gambar ini 95% cocok dengan mereka berdua.&#8221; Zero berujar. &#8220;Sekarang pilihan ada di tangan kalian. Lebih cepat kalian memutuskan, lebih cepat kita akhiri Persekutuan Novus! Kalau kalian mengharap bala bantuan, lupakan saja. HQ kalian mengalami kerusakan berat . Tidak hanya aku yang tak ingin menunggu, tetapi Kaisar dan Herodian juga.&#8221;</p>



<p>Semua merasa galau, tetapi keadaan genting sekali. Mereka tidak tahu apa rencana Zero, dan pilihan mereka sedikit. Pasukan mereka tercerai-berai setelah serangan Herodian dan tak ada balasan dari HQ mereka. Jika apa yang dikatakan Accretia ini benar, maka tak ada harapan lain selain mereka.</p>



<p>Hal itupun disadari oleh Zephyr. Seraya menarik nafas, ia berpaling pada Novem dan berkata.</p>



<p>&#8220;Novem, hubungi Brood dan teman Cora-nya bahwa Ranskye tengah berada dalam bahaya. Katakan juga, bahwa mereka menuju markas Persekutuan Novus. Kita akan bekerja sama dengan para kaleng dengan tidak sukarela tentunya.&#8221; Untuk sesaat, sang Spesialis menatap temannya dengan rasa tak percaya. Namun ia melakukannya juga setelah melihat sang Wizard mengangguk.</p>



<p>Lalu Zephyr berpaling kepada Zero. &#8220;Mereka akan segera datang. Aku harap kau menepati janjimu!&#8221;</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Bellato</strong></p>



<p><strong>Nada suara menunjukkan tuntutan atas opsi Unit</strong></p>



<p><strong>Kata: Janji</strong></p>



<p><strong>Mencari Database&#8230;</strong></p>



<p><strong>&#8220;</strong><em><strong>Meine Ehre heiβt Treue</strong></em><strong>&#8220;</strong></p>



<p>Zero menjawab dengan nada yang didengar orang lain sebagai tanda keyakinan. &#8220;Aku memberi janji atas kehormatanku! Aku akan melepaskan kalian setelah menemukan Ranskye dan Clytemnestra.&#8221;</p>



<p>Wizard Bellato tersebut menjawab. &#8220;Jadilah demikian. Kita akan berjalan menuju koordinat yang mereka berikan.&#8221; Maka rombongan yang terdiri dari Accretia, Bellato dan Cora segera berjalan menuju tujuan mereka.</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara di dalam markas Persekutuan Novus, sang Wazir masih bersama sanderanya, Ratu Calliana Treysca. Walau terlihat tenang, Herodian itu mulai gelisah. Seharusnya pasukan mereka akan menjemputnya, tetapi sampai sekarang batang hidung mereka tak terlihat. Apalagi monitor menunjukkan para komandan Persekutuan seperti Belhagoz dan Neto mulai kembali ke markas. Ia melirik ke arah Treysca yang terlihat lemah. Perlahan-lahan kesadaran sang ratu mulai berkurang akibat kehilangan banyak darah.</p>



<p>&#8220;Jangan meninggal dulu, Yang Mulia.&#8221; sindirnya. &#8220;Kau akan mengurangi kesenanganku jika kau meninggal sekarang.&#8221; Calliana itu tidak menjawab apapun. Kemudian sang Wazir berpaling pada layar monitor yang menampakkan seorang Bellato dan Cora bersama Freysca.</p>



<p><em>Apa yang dilakukan Cora dan Bellato itu di sini bersama Freysca?</em>&nbsp;gumamnya heran. Sebelum keheranannya hilang, ia melihat pada layar lain bahwa rombongan yang dipimpin oleh seorang Accretia datang pada arah yang sama. Ia mulai menjadi bingung.</p>



<p><em>Accretia ,Cora dan Bellato bersama? Apa sebenarnya yang terjadi?</em>&nbsp;Merasa cemas, ia mulai menyalakan komunikatornya.</p>



<p>&#8220;Brokk! Calystra! Dimana kalian sekarang?&#8221; tanyanya dengan gusar.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Elan</p>



<p>Pada saat yang tak diduga-duga, para High Elf segera melancarkan perlawanan balik terhadap para penyerbu. Para Ranger dan Warrior menyerang dengan amukan yang luar biasa, membuat para Lazhuwardian kewalahan dan kocar-kacir. Tetapi pemimpin mereka, Yggdrasil menangkis dan menepis serangan mereka bagaikan menghalau lalat. Lalu ia berpaling pada seorang Elf muda yang menyandang sebuah pedang.</p>



<p>&#8220;Siapa namamu, hai Elf?&#8221; tanyanya dengan mencibir. &#8220;Setidaknya aku tahu nama korbanku.&#8221;</p>



<p>Elf itu menjawab dengan lantang. &#8220;Namaku Hastan, Herodian! Nenek moyang kami membiarkanmu hidup agar kau dapat berubah, tetapi kau membayarnya dengan kematian!&#8221;</p>



<p>Yggdrasil terkekeh. &#8220;Nenek moyangmu mengurungku di sini untuk membusuk! Aku seorang Herodian, takkan berubah!&#8221;</p>



<p>&#8220;Jika begitu, aku akan membunuhmu atas nama Ratu Narwen Idisil!&#8221; ujar Hastan.</p>



<p>Tanpa rasa takut, Yggdrasil menantang. &#8220;Cobalah jika kau bisa!&#8221; Maka pertempuran keduanya berlangsung.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di tempat lain,</p>



<p>Pasukan &#8216;sukarela&#8217; Zero0XB berhasil mendesak sisa-sisa Persekutuan Novus dan membereskan pasukan Herodian yang berada di situ. Sang Destroyer/Penghancur melihat dua sosok tubuh berjalan ke arahnya. Novem dan Alcyone segera mengenali mereka.</p>



<p>&#8220;Brood! Penthesilea!&#8221; Keduanya segera mendekati kelompok tersebut. Begitu dekat, pria Bellato dan wanita Cora itu segera menodongkan senjata mereka di wajah Zero0XR.</p>



<p>&#8220;Sebaiknya berikan alasan mengapa kami tidak menembakmu saat ini, kaleng!&#8221; cibir Penthesilea. Tanpa rasa takut, cyborg Accretia itu membalas</p>



<p>&#8220;Jika kalian lakukan itu, kalian selamat untuk sementara…dan Herodian akan memastikan kemusnahan kalian.&#8221;</p>



<p>Brood menambahkan. &#8220;Apa bedanya nanti dengan sekarang? Sama saja…&#8221;</p>



<p>&#8220;Alasan kedua, teman kalian dalam bahaya dan kalian membutuhkan apa saja untuk menolong. Itu alasan logis dan praktikal. Selebihnya aku sudah jelaskan pada teman kalian.&#8221;</p>



<p>Sang Hidden Soldier dan Hunter Cora hanya saling berpandangan sebelum menurunkan senjata mereka.</p>



<p>&#8220;Baik, itu masuk akal! Tetapi kami akan tetap mengawasimu, jika kau berpikir macam-macam!&#8221; Lalu Brood berpaling pada Zephyr dan Novem.</p>



<p>&#8220;Melihat gambar intel mereka, sepertinya itu gua bawah tanah dimana para Calliana berdiam. Aku akan memandu kalian ke sana.&#8221;</p>



<p>Zephyr menanggapi. &#8220;Sebaiknya cepat, kita baru saja menumpas sepasukan Herodian. Tak ada yang tahu jika ada bala bantuan atau tidak.&#8221;</p>



<p>&#8220;Ikuti kami!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Jauh di dalam tanah Ether,</p>



<p>Pintu markas Persekutuan Novus tertutup rapat dan dijaga ketat oleh Lazhuwardian Elite Warrior dan Caster. Tubuh kedua Calliana Archer tergeletak tak jauh dari mereka. Ketika Lazhuwardian Elite Warrior memalingkan kepalanya, mendadak tiga buah anak panah menancap sekaligus di dadanya. Makhluk itu sempat terkejut dan tak sempat mencerna apa yang terjadi, hingga anak panah keempat menancap di matanya dan mengakhiri hidupnya. Lazhuwardian Elite Caster kaget melihat nasib temannya dan mulai bersiaga. Tiba-tiba terdengar suara lantang.</p>



<p>&#8220;Ice Shard!&#8221; Sebuah serangan es mengenai Herodian itu dengan telak. Namun ia sempat bangkit kembali dan menatap ke arah serangan tersebut.</p>



<p>&#8220;Vain Break! Ensnare!&#8221; Ia kembali terkena serangan bumi berturut-turut dan tak mampu bergerak. Lalu Aqua Blade menamatkan riwayatnya untuk selamanya. Setelah semua bersih, Clytemnestra dan Ranskye muncul bersama Freysca. Sang Putri Calliana segera mendekati tubuh kaumnya.</p>



<p>&#8220;Kita terlambat! Wazir pengkhianat itu telah menyandera kakakku dan mengunci pintu di luar.&#8221; Rutuknya kesal. Sang Ranger memperhatikan pintu dengan seksama.</p>



<p>&#8220;Dapatkah kau membuka pintu ini?&#8221; tanyanya.</p>



<p>Freysca membalas. &#8220;Akan kucoba.&#8221; Sang Putri segera menuju konsol dan memasukkan kode yang diketahuinya. Namun tak ada tanggapan.</p>



<p>&#8220;Sial, Herodian sialan itu mengganti kodenya!&#8221; ujarnya kesal.</p>



<p>Clytemnestra menimpali. &#8220;Ada orang lain yang tahu kode pintu?&#8221;</p>



<p>Freysca menyahut. &#8220;Hanya kakakku, para Komandan dan para pemimpin Pemberontak. Kelihatannya Neto dan Ratu Idisil belum sampai di sini. Aku tidak tahu dimana Maeve dan Titania berada. &#8220;</p>



<p>Kopral Bellato itu menggaruk kepalanya. &#8220;Butuh bom untuk membukanya dari luar dan aku tak memilikinya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Bagaimana dengan Force? Mungkin aku bisa menjebolnya dengan Force.&#8221; usul gadis Cora itu. Ranskye sempat tersentak mendengarnya.</p>



<p>&#8220;Cly, kau harus berhati-hati. Bagaimana jika Fpmu tak cukup untuk membuka pintu itu?&#8221; tegurnya.</p>



<p>Cly hanya mengangkat bahunya. &#8220;Setidaknya kita mencoba.&#8221; Ketika mereka bertatapan, Bellato muda itu sadar bahwa Cly sudah menetapkan niatnya. Dari pengalaman mereka bersama, ia tahu percuma membujuknya.</p>



<p>&#8220;Baiklah, aku akan membantumu dengan panahku! Mungkin ada manfaatnya!&#8221; Lalu Freysca bertanya.</p>



<p>&#8220;Mengapa kalian berusaha keras membantu kami? Padahal kami adalah musuh kalian!&#8221;</p>



<p>Putri Ladenus membalas. &#8220;Saat ini kalian bukan musuh, para Herodianlah&nbsp;<em>musuh</em>&nbsp;yang sebenarnya!&#8221; Mendengar itu, sang Putri Calliana merasa malu. Ia kembali berkata.</p>



<p>&#8220;Kalau begitu, ijinkan aku membantu kalian dengan blasterku! Para Calliana selalu membayar hutangnya!&#8221; Clytemnestra dan Ranskye hanya mengangguk. Begitu mereka bertiga menghadap pintu, Summoner Cora itu berseru.</p>



<p>&#8220;Blazing Lance! Meteor!&#8221; Sebuah tombak api segera menghantam pintu tersebut dengan ledakan keras, sebelum disusul oleh hujan meteor yang menimpa bertubi-tubi.</p>



<p>Tak mau kalah, Ranskye segera melepaskan serangan panahnya. &#8220;Destructive Shot!&#8221; Sebuah tembakan penuh tenaga menghantam pintu itu. Freysca menyusul dengan tembakan blasternya. Namun segencar apapun serangan mereka bertiga, pintu tersebut bergeming.</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di saat yang sama, Ixis datang dan mengamati perbuatan mereka. Sebenarnya ia tak tertarik, namun kegigihan mereka membuat penasaran. Akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan mereka. Seraya mengangkat tangannya, ia berkata.</p>



<p>&#8220;Snow Drift!&#8221; Perlahan-lahan permukaan pintu itu ditutupi oleh lapisan es dengan suhu absolut. Hal itu terasa oleh Clytemnestra yang berpaling ke arahnya. Ia tak mengenal sang pendatang, yang ia tahu adalah ia sangat kuat dalam Force.</p>



<p>Kemudian Ixis segera menyusul dengan serangan berikutnya.</p>



<p>&#8220;Blast Shot!&#8221; Perlahan-lahan sebuah bola kilat terbentuk di telapak tangan Warlock Cora itu dan meluncur ke arah pintu tersebut dengan kecepatan tinggi. Ketika bola itu menabrak pintu, terjadi ledakan dahsyat yang hampir meruntuhkan seluruh gua. Pintu besi itu jebol seketika. Clytemnestra, Ranskye dan Freysca hanya melongo melihatnya.</p>



<p>Ixis segera menyindir. &#8220;Mengapa kalian hanya melamun? Pintunya sudah terbuka.&#8221;</p>



<p>Di dalam, mereka melihat sang Wazir dan Treysca. Melihat keadaan kakaknya yang mengenaskan, Freysca tak kuasa menahan dirinya.</p>



<p>&#8220;Kakak!&#8221; jeritnya. Ia hendak berlari menuju kakaknya, tetapi Wazir Herodian itu mencegahnya. Ia mengulurkan cambuknya ke arah sanderanya,</p>



<p>&#8220;Jangan mendekat, Putri! Nyawa kakakmu berada di tanganku!&#8221; Sebelum ia menambahkan, sebuah suara lembut dengan nada menyindir terdengar.</p>



<p>&#8220;Kau tak memiliki apapun, hai Herodian.&#8221; Wazir itu berpaling ke belakang dan melihat Ratu Narwen Idisil tengah bersama Treysca. Terkejut bercampur amarah, ia mengayunkan cambuknya untuk menebas mereka berdua. Ratu Elf itu menghilang dari pandangan bersama Ratu Calliana dan sekejap berpindah ke sisi Freysca. Ranskye menembakkan panahnya secara refleks ke arah Herodian itu. Namun yang disasar menangkap anak panah tersebut dengan santai. Tindakan itu membuat Bellato itu terkejut.</p>



<p>&#8220;Yang benar saja?&#8221; celetuknya tak percaya. Tetapi Clytemnestra segera memasang badannya untuk melindungi Ranskye. Melihat itu, Wazir Herodian itu menarik nafas.</p>



<p>&#8220;Kalian yang selamat dari percobaan senjata dua tahun lalu…menarik!&#8221; celetuknya.</p>



<p>&#8220;Kau akan menjelaskan segalanya pada kami, Herodian!&#8221; balas Ranskye gusar.</p>



<p>&#8220;Ya, Persekutuan Novus dan invasi kalian!&#8221; tambah Clytemnestra. Gantinya takut, sang Wazir tertawa terbahak-bahak, setelah itu ia berkata.</p>



<p>&#8220;Aku sebenarnya ingin menemani kalian mengobrol tentang rencana jahatku, tetapi sayangnya waktuku tidak banyak…Brokk?&#8221; Perlahan-lahan tubuh Herodian itu mulai berpijar dan memudar dari pandangan Cora dan Bellato itu. &#8220;Invasi kami sekarang hanyalah pembukaan, waktu kalian akan datang!&#8221; Ranskye segera menembakkan panahnya kembali ke arah Wazir, tetapi itu hanya mengenai angin saja. Iapun merutuk.</p>



<p>&#8220;Sial! Ia melarikan diri!&#8221;</p>



<p>=o00o=</p>



<p>Di lain pihak, Freysca segera mendatangi kakaknya yang terluka parah. Ia menitikkan air matanya, ketika melihat tangan kanan Treysca yang putus.</p>



<p>&#8220;Ia kehilangan banyak darah, aku harus bertindak!&#8221; kata Idisil khawatir. Ia segera mengerahkan Holy Force untuk menyembuhkan Treysca. Selagi ia menangani Treysca, Ixis mendatanginya dengan mata yang penuh nafsu membunuh.</p>



<p>Sang Warlock Cora berkata dengan dingin. &#8220;Mari kita selesaikan duel kita.&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku tengah menolong orang.&#8221; sahut Ratu Elf itu tenang. &#8220;Aku akan lanjutkan duel kita setelah selesai.&#8221; Ixis bergeming, tangannya memegang sebuah bola petir yang terarah pada mereka. Freysca segera menempatkan dirinya diantara Idisil dan Ixis.</p>



<p>&#8220;Kau harus membunuhku dulu, jika ingin melawan Ratu Idisil!&#8221; ujarnya tegas.</p>



<p>&#8220;Dengan senang hati.&#8221; balas Ixis seraya tersenyum dingin. Tiba-tiba sebuah suara menengahi mereka.</p>



<p>&#8220;TAHAN!&#8221; Ternyata itu datang dari Clytemnestra yang mengacungkan Soul Returnee Staff ke arahnya. Freysca dan Idisil tertegun melihat tindakannya, sementara Ixis melirik ke arahnya.</p>



<p>&#8220;Mereka musuh kita dan harus dibunuh.&#8221; ujarnya.</p>



<p>Clytemnestra menjawab. &#8220;Tidak bagiku! Jika kau bersikeras, maka kau adalah musuhku!&#8221;</p>



<p>Ixis berkata. &#8220;Cora menolong seorang Calliana dan Elf? Kau bukan pengikut DECEM.&#8221;</p>



<p>&#8220;Menurutku, DECEM tidak setuju tindakanmu. Kau menyerang orang yang tak berdaya…&#8221; timpal sang Summoner.</p>



<p>&#8220;Aku menolong kalian, dan inikah balasannya?&#8221; ujar Warlock itu dengan jengkel. Mendadak, Ranskye bergabung dengan mereka seraya menodongkan panahnya ke arah Ixis.</p>



<p>&#8220;Cly tak sendirian, kau juga menghadapiku!&#8221; katanya menegaskan. Terjepit oleh dua lawan,Ixis akhirnya memutuskan untuk mengalah.</p>



<p>&#8220;Kalian menang jumlah…aku akan membiarkan Elf dan Calliana ini.&#8221; Bola petir di tangannya memudar dan iapun menjauh dari mereka. Lalu Neto, Belhagoz, Kwelersorum dan sisa Persekutuan Novus tiba. Melihat Treysca yang terluka, Neto pun berteriak dengan gusar.</p>



<p>&#8220;Belatung dan koro! Bersiaplah menerima murkaku!&#8221; Freysca buru-buru mencegah mereka.</p>



<p>&#8220;Tahan, Neto! Belhagoz! Gadis Cora dan pemuda Bellato ini tak berbuat apa-apa pada kakakku, tetapi Wazir Herodian itu!&#8221; katanya menjelaskan. &#8220;Para Herodian mengkhianati dan meninggalkan kita untuk kalah. Jika keduanya tak berada di sini, tentunya kakakku takkan selamat.&#8221;</p>



<p>Neto terbengong-bengong mendengarnya, sementara Belhagoz nampak berpikir.</p>



<p>&#8220;Sulit dipercaya, tetapi ada benarnya. Dimana sang pengkhianat itu sekarang?&#8221;</p>



<p>&#8220;Ia sudah melarikan diri.&#8221; Jawab Putri Calliana itu. &#8220;Mana yang lain?&#8221;</p>



<p>Neto bercerita. &#8220;Para Pemberontak tercerai berai, Lord Blackside dan Nobuseri terbunuh oleh kaum mereka. Maeve tertangkap, sementara Titania tewas di tangan…&#8221; Mereka terkejut melihat Ixis berada di situ. Clytemnestra kaget mendengar kabar kematian Titania dan menatap Ixis dengan tak percaya. Walaupun pemberontak, ia tak bisa melupakan jasa Titania yang mengajarinya Force. Diam-diam, ia menyesal tidak menghajar Ixis tadi. Kalau saja dia tahu…</p>



<p>Namun ia segera mengingat ajaran Teiresias bahwa semua terjadi atas kehendak DECEM. Ia segera membisikkan doa bagi arwah Titania dan berkata.</p>



<p>&#8220;DECEM, biarlah kehendakmu yang jadi…&#8221; Lalu ia mendengarkan para critter kembali.</p>



<p>&#8220;Putri Freysca! Pasukan Tiga Bangsa yang dipimpin oleh seorang Accretia tengah mendekat ke sini. Apa yang harus kita lakukan?&#8221; tanya seekor Snatcher. Di tengah kegalauan itu, Treysca tersadar.</p>



<p>&#8220;Jadi begitu akhir dari Persekutuan Novus…dikhianati dari dalam. Hanya sampai di sini nasib kita sebagai critter…&#8221; katanya putus asa.</p>



<p>&#8220;Tidak, Ratu Treysca! Ini bukan akhir kita.&#8221; Kata Idisil Narwen. &#8220;Para magi telah melihat hal ini akan terjadi. Mereka katakan bahwa ada tiga insan dari Tiga Bangsa yang akan mendengarkan kita. Dua dari mereka ada disini.&#8221; Ia menunjuk pada Clytemnestra dan Ranskye.</p>



<p>&#8220;Mereka?&#8221; tanya Ratu Calliana itu tak percaya. Cly datang mendekati mereka dan bertanya.</p>



<p>&#8220;Kaukah Calliana Queen?&#8221; Ia melanjutkan. &#8221; Aku Clytemnestra Ladenus dari Persekutuan Suci Cora, bersama Ranskye dari Federasi Bellato. Aku ingin menyampaikan keinginan kami untuk mengadakan gencatan senjata dengan para critter di Novus.&#8221;</p>



<p>&#8220;Para Herodian tengah merajalela, jika Tiga Bangsa dan para critter terus bertikai, merekalah yang diuntungkan.&#8221;</p>



<p>&#8220;Gencatan senjata? Tentu dengan kepalaku sebagai syaratnya.&#8221; ujarnya sarkastis. &#8220;Apa itu mungkin? Tiga Bangsa telah membunuh kaum kami selama ini. Hanya dengan itu, kebencian kami selama bertahun-tahun dapat reda?&#8221;</p>



<p>Tiba-tiba Bellato muda itu membentak. &#8220;Dasar nenek tua! Jika kami tidak datang, tentu kau sudah tiada! Kami tidak minta kau untuk tidak membenci kami, yang kami minta adalah untuk menghentikan peperangan dengan kami hingga para Herodian itu terusir!&#8221; Semua terkejut mendengar perkataan Ran yang sotoy. Namun Treysca tersenyum kecil mendengarnya.</p>



<p>&#8220;Boleh juga kata-katamu, hai Bellato! Apakah kau akan melepaskan kami? Jika begitu, maka para Calliana dan para critter akan menghentikan permusuhan sementara.&#8221; Tantangnya.</p>



<p>Cly menjawab. &#8220;Jika itu cara satu-satunya untuk menghentikan permusuhan, maka kami terima!&#8221; Sang Ratu Calliana menatap pada adiknya.</p>



<p>&#8220;Mereka bisa dipercaya, Kak. Berkat pertolongan mereka, maka aku dapat menolongmu.&#8221; Kata Freysca yakin. Iapun menatap pada yang lain, tetapi tak ada jawaban. Lalu ia berkata.</p>



<p>&#8220;Maka aku menyatakan bahwa permusuhan dengan Tiga Bangsa dihentikan dan Persekutuan Novus resmi bubar saat ini.&#8221; Treysca berpaling pada Cly. &#8220;Sayangnya, aku masih membutuhkan kepalaku tetapi aku bisa memberikan ini padamu.&#8221; Ia mengambil potongan tangan kanannya pada Summoner Cora itu. &#8220;Setidaknya itu cukup untuk meyakinkan kaummu bahwa aku sudah tiada.&#8221;</p>



<p>&#8220;Terima kasih, Yang Mulia!&#8221; ujar Cly bersyukur. Treysca hanya mendesah.</p>



<p>&#8220;Seandainya Tiga Bangsa seperti kalian, maka hal tragis ini takkan pernah terjadi…&#8221; Lalu Neto memperingatkan mereka.</p>



<p>&#8220;Pasukan mulai mendekat! Kita harus pergi!&#8221; Perlahan-lahan Treysca bangkit dari tanah, Belhagoz dan Idisil membantunya. Mereka segera pergi ke jalur rahasia yang tak diketahui oleh siapapun. Sebelum pergi, Freysca menundukkan kepalanya seraya berkata.</p>



<p>&#8220;Terima kasih atas bantuan kalian! Kelak aku akan menemui kalian lagi jika perang berakhir. Kuharap bukan sebagai seteru.&#8221; Cly dan Ran membalas salam tersebut dan memperhatikan Calliana Princess itu menghilang dengan para critter yang lain.</p>



<p>Beberapa saat kemudian, pasukan gabungan telah tiba di tempat mereka. Cly dan Ranskye terkejut ketika melihat Zero0XR yang memimpin pasukan tersebut. Alcyone berteriak.</p>



<p>&#8220;Cly! Kau selamat!&#8221;</p>



<p>Brood menyusul. &#8220;Ranskye! Aku kira kau sudah modar!&#8221;</p>



<p>Yang disapa membalas. &#8220;Tidaklah, aku kan selalu beruntung!&#8221; Di saat yang sama, Almasyr mendekati Cly dan memeluknya. Ranger Bellato itu melirik ke arah mereka dengan sedikit cemburu.</p>



<p>&#8220;Cly, kau tidak apa-apa?&#8221; katanya khawatir.</p>



<p>Gadis Cora itu berkata. &#8220;Aku baik-baik saja, Almasyr!&#8221; Petarung Cora itu menatap Ranskye, yang langsung membuang wajahnya. Ia tak tahu mengapa Bellato itu hampir selalu bersama Cly, tetapi itu urusan nanti. Ia juga melihat Ixis</p>



<p>&#8220;Siapa dia?&#8221; tanyanya pada Cly. Sebelum Cly menjawab, Ixis mendekati mereka.</p>



<p>&#8220;Namaku Ixis, senang bertemu dengan Anda.&#8221;</p>



<p>Maya mendekati Ranskye. &#8220;Ran, kau…dan dia tak apa-apa?&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku tidak apa-apa…&#8221; jawab sang Kopral sedikit lelah. Ia langsung memberi hormat pada Zephyr yang mendatanginya.</p>



<p>&#8220;Mayor!&#8221; serunya seraya memberi hormat.</p>



<p>Sang Wizard berkata. &#8220;Tetap di tempat, Kopral! Bahaya masih belum berakhir!&#8221; Ia melirik ke arah para Accretia yang telah memasuki markas Persekutuan Novus yang telah ditinggalkan. Invictus dan Gruud mengambil data-data yang diperlukan. Tak lama kemudian, Zero mendekati mereka.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Update Informasi: Markas Persekutuan Novus ditemukan. Para pemberontak telah melarikan diri.</strong></p>



<p><strong>Laporan Intel:</strong></p>



<p><strong>Bangsa Herodian mulai menempatkan pasukan pendudukan di Crag Mine</strong></p>



<p><strong>Armada mereka tetap berada di atas Novus</strong></p>



<p><strong>Opsi Strategis: Mundur kembali untuk menetapkan strategi selanjutnya</strong></p>



<p><strong>Subjek Primer: Ranskye dari Bellato dan Clytemnestra dari Cora telah ditemukan</strong></p>



<p>Ia bertanya. &#8220;Ranskye dari Bellato, saya kira?&#8221; Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ranger muda itu.</p>



<p>&#8220;Ya, akulah orangnya! Kau adalah Zero0XB, Penghancur Accretia?&#8221; Melihat Accretia itu berbicara dengan Ran, Cly minta permisi dari kawan-kawannya dan mendekati mereka. Kemudian cyborg itu bertanya kembali.</p>



<p>&#8220;Intel mengatakan bahwa kalian bersama-sama Calliana Princess ke tempat ini? Dimana dia dan komplotannya?&#8221;</p>



<p>Putri Ladenus itu langsung berkata. &#8220;Mereka telah pergi jauh, kaleng! Tak hanya itu, pemimpin Persekutuan Novus, Calliana Queen yang kita cari-cari telah terbunuh oleh sekutu Herodian mereka. Ia meledak tak meninggalkan apapun, kecuali ini.&#8221; Ia segera menunjukkan potongan tangan Treysca kepada Zero0XB. Almasyr, Ysmar dan Penthesilea terbelalak melihatnya, juga Maya, Novem dan Brood.</p>



<p>Zero terdiam sebentar, sebelum mengulurkan tangannya. &#8220;Bolehkah kuperiksa benda itu?&#8221; Cly segera memberikan potongan tubuh tersebut kepada cyborg Accretia itu yang segera menscannya.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Objek: potongan tangan yang diklaim sebagai bagian tubuh Calliana Queen</strong></p>



<p><strong>Scan Biologis…</strong></p>



<p><strong>Scan Genetika…</strong></p>



<p><strong>HASIL: konfirmasi bagian tubuh tersebut berasal dari Calliana, tak dapat dipastikan apakah berasal dari Calliana Queen atau bukan.</strong></p>



<p>Di saat yang sama, Invictus melaporkan sesuatu. &#8220;Komandan Zero, kami menemukan percikan darah yang dipastikan adalah milik makhluk Calliana. Kami menemukan tubuh para Calliana Archer, tetapi tak dapat menemukan tubuh Calliana Queen. Selain itu kami memperoleh data-data dari computer mereka.&#8221;</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Update Informasi:</strong></p>



<p><strong>Persekutuan Novus telah kalah</strong></p>



<p><strong>Ancaman Bangsa Herodian lebih mendesak</strong></p>



<p><strong>Para Cora dan Bellato tak mengindikasikan ancaman</strong></p>



<p><strong>Tujuan sekunder telah 89% terpenuhi</strong></p>



<p><strong>Bukti: -Kepala Lord Blackside dan Nobuseri</strong></p>



<p><strong>-Data genetik dan fisik dari Calliana Queen</strong></p>



<p><strong>-Data-data dari markas Persekutuan Novus</strong></p>



<p><strong>Defisiensi: -Pemimpin Pemberontak (Turncoat), Maeve dan Titania masih bebas</strong></p>



<p><strong>&#8211; Para pembunuh berantai masih bebas</strong></p>



<p><strong>Analisa Strategis: &#8230;</strong></p>



<p>&#8220;Tujuan kita hampir terpenuhi, hanya saja para pemimpin Pemberontak masih bebas!&#8221; Tiba-tiba Ixis menyeletuk.</p>



<p>&#8220;Pemimpin pemberontak yang mana? Yang ini?&#8221; sahutnya seraya mengeluarkan kepala Titania yang terpenggal entah dari mana. Semua wanita malah menjerit, termasuk Clytemnestra. Ranskye sendiri memalingkan wajahnya dari pemandangan mengerikan itu, sementara Ysmar malah semaput. Zero menatap potongan kepala itu tanpa emosi apapun.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Update Informasi: Konfirmasi pemimpin pemberontak Cora, Titania telah terbunuh</strong></p>



<p><strong>Tujuan sekunder telah 98.9% terpenuhi</strong></p>



<p><strong>Analisa: Maeve dan para pembunuh berantai kini hanya ancaman minor</strong></p>



<p><strong>Opsi: Tarik pasukan dari Ether sekarang juga.</strong></p>



<p>Zero berkata pada pasukannya. &#8220;Kita mundur dari Ether sekarang juga, tujuan kita sudah terpenuhi!&#8221; Ia berpaling pada Invictus.</p>



<p>&#8220;Unit R35, hancurkan markas ini agar tak ada lagi yang memakainya.&#8221;</p>



<p>Punisher itu menjawab. &#8220;Siap, Centurio!&#8221; Sebelum ia meninggalkan mereka, Ranskye bertanya.</p>



<p>&#8220;Tunggu sebentar, bagaimana dengan kami?&#8221;</p>



<p>Cyborg itu menjawab. &#8220;Atas keputusanku sendiri, kita berada dalam gencatan senjata. Kalian tak termasuk dalam tujuan kami. Kalian boleh kembali ke Pemukiman masing-masing!&#8221; Mendengar itu, Zephyr dan Almasyr segera memerintahkan untuk menarik diri dari tempat tersebut.</p>



<p>Lalu Clytemnestra bertanya. &#8220;Bagaimana dengan bangsa Herodian?&#8221;</p>



<p>Zero berkata. &#8220;Kekuatan Tiga Bangsa saat ini tak cukup untuk menghadapi mereka. Namun para Herodian puas dengan membombardir HQ masing-masing…&#8221;</p>



<p>Clytemnestra tercekat mendengarnya. &#8220;Oh, tidak! Ayah…&#8221; Namun pemuda Bellato itu segera menenangkannya.</p>



<p>&#8220;Cly, tenang dulu! Aku kira ayahmu pasti baik-baik saja!&#8221; Iapun mengepalkan tangannya.</p>



<p>&#8220;Jika saja aku seorang Archon…, aku akan membuat perdamaian!&#8221;</p>



<p>Mendengar itu, gadis Cora itu berkata. &#8220;Kau ingin menjadi seorang Archon? Jika itu keinginanmu, maka aku juga akan menjadi seorang Archon agar pertempuran yang sia-sia ini dapat berhenti.&#8221;</p>



<p>&#8220;Menarik!&#8221; celetuk Zero. &#8220;Jika kalian berdua telah menjadi Archon, temui aku kembali!&#8221; Lalu ia meninggalkan mereka sendirian. Tanpa buang waktu, kedua pasangan itu segera meninggalkan tempat tersebut.</p>



<p>Di dalam, Invictus segera mengaktifkan skill Explode di dalam dirinya. Ia segera menghimpun seluruh energi di dalam reaktornya hingga tubuhnya hancur lebur dengan ledakan dahsyat. Ledakan tersebut segera menghancurkan seluruh markas dan meruntuhkan gua sehingga markas itupun tertimbun reruntuhan gua. Sang Punisher sendiri hanya respawn di HQ Accretia.</p>



<p>-###-</p>



<p>Kembali ke Elan</p>



<p>Hastan berdiri tegak, sementara tubuh kayu Yggdrasil pecah berantakan menyisakan wajahnya di tanah.</p>



<p>&#8220;Kau…menang, Elf.&#8221; Herodian itu berkata. &#8220;Tuan…Dagnu…akan…membalas…dendamku…&#8221; Sebelum ia berkata-kata, rombongan ratu Narwen Idisil bersama ratu Treysca, putri Freysca , pangeran Neto dan tetua Kwelersorum, bahkan para critter lainnya, mendatangi mereka. Hastanpun memberi hormat kepada mereka.</p>



<p>Ratu Calliana itu menatap Yggdrasil dengan cibiran dan berkata. &#8220;Bila kau kembali dari neraka, katakan pada Dagnu bahwa suatu saat nanti ia harus membayar pengkhianatannya terhadap kami semua.&#8221; Setelah itu, ratu Elf itu memberi aba-aba untuk Hastan agar mengakhiri penderitaan Herodian tersebut.</p>



<p>&#8220;Hidup Tuan Dagnuuu!&#8221; teriak Yggdrasil lantang untuk terakhir kalinya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Para pejuang Cora dan Bellato buru-buru menaiki pesawat transportasi Kartella untuk kembali ke HQ mereka. Setiba di sana mereka disambut pemandangan yang mengenaskan. HQ mereka kini hanya tinggal reruntuhan berasap, ratapan tangis memenuhi udara di sekitarnya. Dimana mata memandang, hanya kerusakan dan kehancuran yang terlihat.</p>



<p>Clytemnestra memandangi HQ yang telah terbakar hangus, hatinya merasa trenyuh melihat sekitarnya. Lalu ia teringat pada ayahnya dan segera menuju ke arah kediamannya.</p>



<p>Kediaman Keluarga Ladenus tak luput dari serangan orbital para Herodian. Rumah yang tadinya merupakan kebanggaan, kini hanya reruntuhan belaka. Cly menatap serasa tak percaya, hingga ia melihat seorang pria tua yang tengah mengais-ais reruntuhan itu.</p>



<p>&#8220;Ayah?&#8221; panggilnya. Tetua Ladenus menoleh ke arah panggilan tersebut.</p>



<p>&#8220;Cly?&#8221; ucapnya. Maka keduanya segera berpelukan.</p>



<p>&#8220;Oh, Ayah! Kukira…&#8221; isaknya. Pria itu segera menjelaskan.</p>



<p>&#8220;Pendita Teiresias telah memperingatkan aku akan hal ini sebelumnya. Saat kalian berangkat ke Ether, aku segera berlindung di lubang perlindungan yang telah disediakan. Ketika itu berakhir, aku melihat rumah milik kita…&#8221; sang Tetua tak kuasa menahan air matanya. &#8220;…tempat kami membesarkan kau…menjadi seperti ini.&#8221;</p>



<p>&#8220;Ayah, kenangan kita dan Ibu takkan menghilang dari ingatan kita! Rumah bisa dibangun kembali, asalkan kita tetap hidup.&#8221;</p>



<p>Tetua itu menghapus air matanya. &#8220;Kita kini hidup pada masa-masa sukar, tak ada yang menduga Bangsa Herodian akan kembali lagi.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kita akan bertahan seperti nenek moyang kita dulu, Ayah!&#8221; hibur Cly. &#8220;Kita tak sendirian!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di lain pihak, Ranskye merasa marah bercampur kesal ketika melihat HQ Bellato yang luluh lantak. Begitu juga Maya, Brood, Vernitz dan Armbold. Zephyr hanya menatap tanpa ekspresi apapun.</p>



<p>&#8220;Para Herodian tak meninggalkan apapun, kecuali puing-puing.&#8221; celetuk Novem. Lalu celetukan lain datang dari belakang mereka.</p>



<p>&#8220;Sungguh menyedihkan…&#8221; Ternyata itu datang dari Maeve. Kedua tangannya terantai dan ia dijaga ketat oleh dua petarung Bellato. Dengan kesal, Ran memukul sebuah beton dengan keras. Ia marah karena tak berada di HQ sewaktu peristiwa ini terjadi. Ia juga marah karena waktu itu mereka sedang memburu para critter yang tergabung dalam Persekutuan Novus, para critter yang melawan kembali! Hal ini menguatkan niatnya untuk menjadi seorang Archon!&#8221;</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 8 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 9:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-9/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 7:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 8 &#8211; SUPERNOVA PART 2</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 7 &#8211; SUPERNOVA PART 1</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 05:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1647</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 7 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 8:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 7 &#8211; SUPERNOVA PART 1</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Di angkasa luar, Stargate mulai terbuka. Saat itu segera dimanfaatkan oleh Armada Herodian untuk memasuki sistim Novus. Stasiun-stasiun perang segera menempati posisi di dekat masing-masing Stargate, sementara kapal-kapal perang dan penjelajah segera menuju planet Novus, Ether dan Elan.</p>



<p>-###-</p>



<p>Setelah puas dengan usaha mereka, Calystra berpaling pada Brokk yang masih memegang Meat dan rekannya. Ia berkata.</p>



<p>&#8220;Brokk, misi terpenuhi. Kau boleh melepaskan mereka sekarang!&#8221; Dengan ogah, Herodian raksasa itu melepaskan mereka berdua. Tubuh Meat memar-memar akibat benturan yang diterimanya, namun itu tidak seberapa dengan harga dirinya sebagai Kartella.</p>



<p>Brokk berkata. &#8220;Beruntung, aku membiarkan kalian hidup!&#8221; Ia segera kembali kepada Calystra.</p>



<p>&#8220;Terima kasih atas kerjasama kalian.&#8221; ujar wanita Herodian itu dengan nada mengejek sebelum ia meninggalkan mereka. Sepeninggal mereka, rekan Kartella Meat bertanya.</p>



<p>&#8220;Apa yang harus kita lakukan? Mereka kini mengendalikan seluruh Stargate. Kita harus menghubungi Kartella .&#8221;</p>



<p>Meat menjawab. &#8220;Peringatkan Tiga Bangsa bahwa Bangsa Herodian melakukan invasi.&#8221; Ia melanjutkan dengan nada mendesis. &#8220;Jika masih ada yang selamat dari mereka, katakan bahwa para Kartella akan membantu usaha mereka untuk membalas dendam. Kita akan tunjukkan proyek rahasia kita. Penghinaan pada Kartella akan dibalas dengan sangat mahal!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Elan, Dagnu bisa merasakan kedatangan armada miliknya. Brokk dan Calystra bekerja dengan baik sekali. Persekutuan Novus telah melaksanakan peranan mereka, kini tiba saatnya untuk mengakhiri ini semua. Ia menghubungi sang Wazir melalui telepati.</p>



<p><em>Wazir, armada kita telah memasuki setiap Stargate dan tak lama lagi mereka akan tiba di Novus, Elan dan Ether! Waktunya untuk mengakhiri permainan kita!</em></p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara di Ether, dimana pertempuran tengah berkecamuk.</p>



<p>Wazir sedang berada di dalam balairung istana bersama Ratu Treysca dan para pengawalnya, ketika ia menerima pesan tersebut. Ia segera menjawab.</p>



<p><em>Siap, Tuan Dagnu! Aku akan segera menjalankan rencana kita!</em>&nbsp;Sambil melirik ke arah Ratu Calliana tersebut, Herodian itu mengirim pesan ke seluruh pasukan Herodian yang berada di medan perang.</p>



<p><em>66!&nbsp;</em>Ia hanya tersenyum dan menunggu hasilnya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Begitu menerima perintah telepati dari sang Wazir, para Lazhuwardian Warrior, Caster dan Guard segera mundur dari medan pertempuran dan meninggalkan sekutu mereka. Persekutuan Novus langsung kacau-balau, ketika mereka ditinggalkan oleh para Herodian, dan memungkinkan pasukan Tiga Bangsa mendesak mereka.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di lain tempat,</p>



<p>Ranskye dan Clytemnestra telah dikepung oleh para Lazhuwardian, sementara Freysca yang terluka masih disandera oleh mereka. Neto mengamati dekat. Calliana Princess itu merasa berada di atas angin, sehingga ia tersenyum. Namun senyumnya segera memudar, begitu pasukan Lazhuwardian meninggalkan mereka sendirian. Hal yang sama dialami oleh Neto.</p>



<p>&#8220;Hei, apa-apaan ini? Mengapa mereka meninggalkan kita begitu saja?&#8221; teriaknya.</p>



<p>&#8220;Cly, menurutmu apa yang terjadi?&#8221; tanya Ranger Bellato itu pada temannya.</p>



<p>Spiritualis muda itu menggelengkan kepalanya. &#8220;Aku tidak tahu…mereka bisa saja memusnahkan kita, namun mereka malah pergi. Kecuali…mereka berkhianat.&#8221; Mendadak, langit di atas mereka dipenuhi oleh armada Herodian.</p>



<p>-###-</p>



<p>Hal itu tidak terlepas dari pengamatan Ratu Treysca. Ia terkejut melihat pasukannya yang panik dan mundurnya para Herodian dari medan pertempuran. Iapun berpaling kepada Wazir.</p>



<p>&#8220;Wazir, apa maksudnya ini?&#8221; tanyanya gusar. &#8220;Pasukan Anda tiba-tiba meninggalkan medan perang! Mengapa ada armada asing di Ether? Perintahkan mereka untuk kembali segera!&#8221; Sang Herodian berbalik dan berkata pelan.</p>



<p>&#8220;Yang Mulia, saya menyatakan bahwa persekutuan antara kita telah berakhir saat ini!&#8221; Tiba-tiba, ia segera mengayunkan cambuknya dan menebas dua Calliana Atroc sehingga mereka tidak sempat menjerit. Dua Calliana Archer berusaha menembaknya, tetapi ia jauh lebih cepat. Sebentar saja, mereka sudah tewas tertebas cambuknya. Treysca berusaha mengambil senjatanya, namun Wazir menebas tangan sang ratu sehingga putus. Treysca menjerit kesakitan dan jatuh terduduk dekat tahtanya. Ia menatap tajam Herodian di depannya.</p>



<p>&#8220;Pengkhianat…&#8221; desisnya. Sebagai balasan, Wazir mengubah cambuknya menjadi tombak tipis runcing yang langsung menghunjam bahu wanita Calliana itu. Treysca hanya bisa menggigit bibirnya untuk menahan sakit.</p>



<p>&#8220;Berteriaklah! Jeritanmu membuatku senang, Yang Mulia!&#8221; tantang Wazir. &#8220;Kau hanyalah alat untuk mengalihkan perhatian Tiga Bangsa. Tujuan kami sebenarnya adalah invasi Novus. Sementara mereka sibuk melawan cecunguk-cecunguk seperti kalian, armada kami dapat masuk dengan mudah.&#8221;</p>



<p>Treysca mendengarkan perkataannya dengan tidak percaya. Ternyata kecurigaan adik dan Ratu Idisil terbukti benar. Ia merasa bodoh telah mempercayai para Herodian yang dikiranya akan menolong mereka dari penindasan Tiga Bangsa.</p>



<p>&#8220;Setelah kalian memusnahkan Tiga Bangsa, kami adalah giliran selanjutnya?&#8221; tanyanya dengan nada getir.</p>



<p>Yang ditanya hanya tersenyum sinis. Itu sudah cukup. Hal seperti ini tak pernah dibayangkannya. Tangan kanannya yang puntung sebatas pergelangan tangan berdenyut-denyut dengan rasa sakit. Lalu ia bertanya kembali.</p>



<p>&#8220;Tuan Dagnu mengetahui hal ini?&#8221;</p>



<p>&#8220;Mengetahui?&#8221; tanya Herodian itu kembali, dan tertawa terbahak-bahak.&#8221;Tuan Dagnu bukan hanya mengetahui, Ratu. Ia bahkan&nbsp;<em>menyetujui&nbsp;</em>rencana ini!&#8221;</p>



<p>Treysca berteriak.&#8221;Aku lebih baik mati daripada melihat kalian menguasai seluruh galaksi ini…&#8221; Mendadak, rambut putihnya dijambak oleh sang Wazir yang berkata.</p>



<p>&#8220;Keinginanmu akan terpenuhi, tetapi kau harus lihat lebih dulu kehancuran Tiga Bangsa yang kau benci selama ini.&#8221; Setelah itu ia langsung menghempaskan Treysca sehingga membentur lantai dan berbalik ke layar monitor yang menampilkan gambar Crag Mine, Accretia HQ, Bellato HQ dan Cora HQ.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Area Pertambangan, Crag Mine,</p>



<p>Para Accretia, Bellato dan Cora yang bertarung di sana, menyaksikan hal yang ganjil. Para Lazhuwardian yang biasanya menghindar dari mereka, kini berkumpul dalam jumlah besar. Hal itu membuat mereka heran. Astra, Archon para Cora menjadi bingung.</p>



<p><em>Para Lazhuwardian berkumpul? Ini tidak biasa…apa yang terjadi sebenarnya?</em>&nbsp;Tak lama kemudian, pertanyaan itu terjawab dalam rupa sinar-sinar di angkasa. Lalu ia mendengar salah seorang Engineer Accretia memperingatkan.</p>



<p>&#8220;Pengeboman Orbital! Kembali ke HQ!&#8221; Menyadari hal tersebut, iapun segera memperingatkan para Cora.</p>



<p>&#8220;Semua! Berlindung atau kembali ke H…&#8221; Peringatannya terlambat ketika serangan orbital tersebut menghujani seluruh Crag Mine. Banyak Bellato dan Cora menjadi korban pengeboman tersebut, namun para Lazhuwardian dan Accretia telah menghindar terlebih dahulu.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Accretia HQ</p>



<p>Menyadari invasi tersebut, Accretia buru-buru menutup HQ dan meningkatkan pertahanan mereka. Serangan bertubi-tubi menghujani seluruh permukaan HQ dengan gencarnya. Beruntunglah sebagian besar dataran di sekitar HQ adalah padang pasir, sehingga efek bom tidak sangat merusak. Para Accretia berlindung di balik barikade logam yang menahan gempuran Herodian. Bahkan Administrator 001B nampak bergeming.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Bellato HQ</p>



<p>Federasi Bellato terlambat menyadari hal itu, ketika Herodian memulai pengeboman orbital. Seharusnya mereka bisa menggunakan meriam raksasa mereka untuk menembak jatuh kapal perang musuh. Karena serangan yang mendadak, maka senjata tersebut malah menjadi rongsokan belaka setelah dihujani oleh bom dan meledak hebat. Sektor-sektor pemukiman dan pasar rusak berat akibat serangan tersebut. Korban berjatuhan dimana-mana. Asap mengepul di berbagai tempat. Eli Dun Tanta keluar dari tempat persembunyiannya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Cora HQ</p>



<p>Pihak Cora tidak memiliki pertahanan apapun untuk menghadapi pengeboman orbital Herodian. Maka bangunan mereka yang terdiri dari kaca dan logam langsung luluh lantak terkena serangan. Awalnya, para Spiritualis mencoba menciptakan medan pelindung yang dapat melindungi HQ. Sayangnya, mereka tak berdaya menghadapi gencarnya pengeboman Herodian, sehingga banyak dari mereka yang menjadi korban. Tak hanya itu, hutan-hutan di sekitar HQ ikut terbakar hangus. Para Cora berlarian dalam keadaan panik. Tadinya Quiane Khan bersedia mengorbankan diri, tetapi ia harus mengurungkan niatnya karena desakan para Cora yang tak ingin kehliangan Pemimpin Bangsa mereka.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Elan,</p>



<p>Armada Herodian turut mengebom kediaman para High Elf, dan membantu amukan Yggdrasil. Hutan tempat para High Elf berdiam terbakar habis. Setelah pengeboman selesai, para Lazhuwardian mulai menyapu setiap sisi hutan.</p>



<p>&#8220;Temukan mereka!&#8221; perintah Yggdrasil dari pohonnya. &#8220;Aku ingin para Elf itu hancur rata!&#8221;</p>



<p>Tanpa sepengetahuan mereka, para ranger High Elf yang dipimpin oleh Hastan bersembunyi di balik puing-puing maupun batang pohon.</p>



<p>-###-</p>



<p>Kembali ke Area Pertambangan, Crag Mine,</p>



<p>Astra tergeletak di antara para petarung yang tak sempat melarikan diri ketika para Herodian mengebom mereka. Tubuhnya terasa remuk redam. Astra berusaha merapal Dark Force untuk menyembuhkan dirinya, namun rasa sakit menyergapnya. Dalam saat itu, ia melihat para Lazhuwardian Warrior dan Guard tengah membunuhi saudara-saudaranya yang tidak berdaya. Ia dapat mendengar rintihan dan jeritan mereka. Ia tak dapat berbuat apa-apa. Suatu ketika, seorang Little Lazhuwardian mendatangi dirinya. Ia membawa sebuah gada besar yang basah dengan darah segar. Diamatinya tubuh Archon Cora tersebut. Astra berdoa pada DECEM agar ia dapat terlahir kembali untuk membalas dendam.</p>



<p>Namun Little Lazhuwardian itu meninggalkannya dan bergabung dengan teman-temannya menuju Crag Mine. Yang lainnya…mengambil hasil tambang milik Specialist Accretia, Bellato dan Cora yang telah tertinggal. Sebuah kapal transport milik Herodian menampung hasil-hasil tersebut.</p>



<p><em>Kurang ajar!</em>&nbsp;rutuk Astra dalam hati.&nbsp;<em>Setelah membantai kami yang tak berdaya, makhluk-makhluk ini mencuri hasil tambang kami begitu saja…Persekutuan Cora a</em><em>kan membalas ini semua suatu saat!</em></p>



<p>-###-</p>



<p>Di dalam Crag Mine,</p>



<p>Penjaga Holystone meraung ganas, ketika para Herodian dalam jumlah banyak mengerumuni dan serentak menyerbu beramai-ramai. Untuk sesaat, monster tersebut berada di atas angin berkat ukuran dan kekuatannya yang besar. Namun para Lazhuwardianpun tak mau kalah. Sementara para Spellcaster mengerahkan kekuatan sihir mereka, Little Lazhuwardian memukul dengan gada mereka dan Warrior menebas dengan pedang besar mereka. Tak ketinggalan, beberapa Lazhuwardian Blaster menyerang juga dengan senjata laser mereka. Lama-kelamaan, Penjaga Holystonepun kewalahan dan akhirnya tergeletak tak bernyawa dalam tubuh luka-luka. Sebagai tanda kemenangan, para Lazhuwardian memotong tanduk-tanduk binatang tersebut dan mengangkatnya tinggi-tinggi di udara. Mereka bersorak-sorak atas kemenangan mereka.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di dalam sebuah ruang,</p>



<p>Teiresias menjerit seraya memegangi kepalanya. Ia merasakan rasa kesakitan yang dialami kaumnya di luar sana. Temannya, Giz Kadasha berusaha menenangkannya.</p>



<p>&#8220;Teiresias, tenangkan dirimu…&#8221; bujuknya. Sang pendeta wanita itu berseru.</p>



<p>&#8220;Ahh, sakit sekali rasanya! Aku merasakan penderitaan saudara-saudari kita yang terbunuh di luar. Bahkan planet Novus pun menjerit akibat pengeboman yang tak berperasaan oleh para Herodian. Begitu besar rasa kebencian mereka terhadap kita, sehingga semua makhluk harus menderita!&#8221; Kemudian ia menatap Giz dengan kedua matanya yang berwarna putih.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya itu, apa yang kulihat sebelumnya terpenuhi. HQ Accretia, Bellato dan Cora luluh lantak…Penjaga Holystone tewas dibunuh para Herodian…Tiga Bangsa dibantai oleh mereka. Tak ada lagi harapan bagi kita…&#8221; Lalu Giz Kadasha mengangkat temannya untuk berdiri.</p>



<p>&#8220;Selalu ada harapan untuk kita, bahkan di keadaan tergelap sekalipun.&#8221; hiburnya. &#8220;Kita harus percaya bahwa itu ada.&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Kembali ke tempat Ranskye dan Clytemnestra</p>



<p>Freysca tidak habis pikir mengapa para Herodian itu meninggalkan mereka. Begitu ia melihat armada Herodian di atas angkasa, sesuatu terbersit dalam pikirannya. Sesuatu yang sangat buruk!</p>



<p><em>Oh tidak! Kakak!</em>&nbsp;Ia segera berpaling pada Pangeran Metal Elf dan berseru.</p>



<p>&#8220;Neto, kembali ke HQ dan temui Kakak! Para Herodian mengkhianati kita!&#8221;</p>



<p>&#8220;Tapi, kau…Freysca?&#8221; balas Neto gagap.</p>



<p>&#8220;Lupakan aku, pergilah cepat!&#8221; Walaupun gamang, akhirnya Neto pergi meninggalkan mereka. Freysca mencoba melepaskan diri, tetapi Ranskye segera membekuknya.</p>



<p>&#8220;Tak secepat itu, Tuan Putri!&#8221; ujarnya. &#8220;Kau masih tawanan kami!&#8221;</p>



<p>Freysca membentak. &#8220;Para Herodian telah mengkhianati kami! Kalau Kakakku mati, aku lebih baik mati!&#8221; Lalu Clytemnestra berkata.</p>



<p>&#8220;Bawalah kami ke HQ kalian.&#8221; Freysca dan Ranskye menatap gadis Cora itu dengan pandangan tak percaya.</p>



<p>&#8220;Apa-apaan ini , Cly? Apa kau sudah tak waras?&#8221; kata Bellato muda itu dengan keras. Clytemnestra malah menatap Calliana Princess itu dan melanjutkan.</p>



<p>&#8220;Jika apa yang kaukatakan benar, maka perang ini sia-sa saja. Kalian hanya menjadi pengalih perhatian bagi Herodian! Kau harus membawa kami pada Kakakmu, sebelum para Herodian tiba.&#8221;</p>



<p>&#8220;Mengapa aku harus percaya padamu, coro?&#8221; jawab Freysca sengit.</p>



<p>&#8220;Sebab.&#8221; Spiritualis Cora itu menjelaskan. &#8220;Kesempatan selamat kalian lebih besar bersama kami daripada para Herodian. Kami, para Cora mengenal baik kelicikan dan kejejaman mereka. Pilih mana, hai Calliana!&#8221; Freysca tertegun mendengar perkataan Clytemnestra. Ia harus mengakui bahwa apa yang dikatakannya memang benar. Saat ini keselamatan kakaknya lebih penting.</p>



<p>&#8220;Baiklah, aku menyerah!&#8221; ujarnya seraya menarik nafas. &#8220;Ikuti aku, ada jalan rahasia menuju HQ kami.&#8221; Ketika Freysca berjalan, diam-diam Ranskye berbisik pada kekasihnya.</p>



<p>&#8220;Kau yakin dia bisa dipercaya?&#8221;</p>



<p>Cly menjawab. &#8220;Kita harus percaya padanya, pada saat ini nyawa kita bergantung padanya!&#8221; Merekapun segera mengikuti Calliana Princess tersebut.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di lain tempat</p>



<p>Pertarungan Force antar Ixis dan Ratu Idisil Narwen terhenti ketika armada Herodian memenuhi angkasa. Melihat hal tersebut, sang Ratu Elf menghentikan perlawanannya.</p>



<p>&#8220;Kau menyerah? Terlalu cepat…&#8221; sindir Warlock wanita berambut coklat itu.</p>



<p>&#8220;Untuk sementara, kita hentikan pertarungan kita. Ada bahaya yang lebih mengancam daripadamu.&#8221; Ketika Idisil berbalik, terbersit dalam pikiran Ixis untuk membokongnya. Saat itu sang Ratu berkata.</p>



<p>&#8220;Apakah kau benar-benar seorang Cora?&#8221;</p>



<p>Sang Warlock tersentak atas pertanyaan tersebut. &#8220;Tentu saja! Aku seorang Cora yang menyembah DECEM!&#8221; balasnya.</p>



<p>Idisil berpaling padanya. &#8220;Tubuhmu memang seperti kaum Cora, namun apakah jiwamu benar-benar seorang Cora? Hanya kau yang bisa menjawabnya.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kau…&#8221; Sebelum Ixis sempat menyerang, tubuh lawannya telah menghilang dari pandangannya. Ia hanya mengutuk kelemahannya. Lawannya boleh kabur, tetapi jejak Force-nya terlihat jelas. Ia akan mengejarnya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Maya dan Almasyr melihat para Lazhuwardian bergerak menuju suatu tempat.</p>



<p>&#8220;Kita harus bergerak sekarang juga!&#8221; ujar Petarung Cora itu.</p>



<p>Chandra Bellato itu bertanya. &#8220;Kemana?&#8221; Almasyr menatap ke arah tujuan para Lazhuwardian pergi.</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 7 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 8:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-8/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 6:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 7 &#8211; SUPERNOVA PART 1</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 6 &#8211; THE COUNTER ATTACK</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 05:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1645</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 6 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 7:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 6 &#8211; THE COUNTER ATTACK</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Di Istana Calliana, Ether,</p>



<p>Seluruh Persekutuan Novus berkumpul di balairung Istana. Para Vafer, Belphegor, Snatcher, Novajan, Passer, Elf , bahkan para Pemberontak (Turncoat) terdiam menanti ucapan dari pemimpin tertinggi mereka. Treysca duduk di tahtanya, dan didampingi oleh adiknya, Freysca. Pangeran Neto dan Ratu Narwen Idisil juga bersama mereka. Putri Calliana memandang kepada kakaknya dan berkata.</p>



<p>&#8220;Kakak…&#8221; Namun sang Ratu Calliana mengangkat tangannya dan menjawab.</p>



<p>&#8220;Tidak apa-apa, Freysca. Biarkan aku yg berbicara.&#8221; Lalu ia bangkit dan berkata.</p>



<p>&#8220;Tentunya kalian telah mengetahui deklarasi perang yang dicanangkan oleh Bangsa Accretia, Bellato dan Cora serentak. Mereka kini mengetahui keberadaan kita dan memutuskan untuk menumpas kita. Dari berita yang dibawakan oleh para Pemberontak, Persekutuan Suci Cora bahkan menginginkan kepalaku dan kepala para pemimpin pemberontak…&#8221; Semuanya menganggukan kepala dan terlihat gelisah.</p>



<p>&#8220;Tidak apa-apa.&#8221; Jawab Treysca. &#8220;Bila itu yang mereka inginkan, biar mereka mencoba. Tetapi aku akan membuat mereka membayar mahal untuk itu! Mereka boleh mengambil kepalaku asalkan darah ribuan prajurit Accretia, Bellato dan Cora sebagai gantinya! Mereka harus berhadapan dengan Persekutuan Novus lebih dulu! Lebih baik mati merdeka daripada hidup tertindas! Apakah kalian setuju?&#8221;</p>



<p>Semua bersorak. &#8220;Hidup Persekutuan Novus! Hidup Ratu Treysca!&#8221;</p>



<p>Neto menambahkan. &#8220;Sebelum mereka mengambil kepala Ratu Treysca, mereka harus berhadapan lebih dulu denganku!&#8221;</p>



<p>&#8220;Juga denganku! Tidak ada yang boleh melukai Kakak!&#8221; sahut Freysca tidak mau kalah. Namun Treysca segera menenangkan sorakan yang meluap-luap itu dan berucap.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, aku akan menagih komitmen semua yang di sini. Sejak pertemuan kita di Elan, kita sudah bersepakat untuk memberikan segalanya bagi Persekutuan Novus, bahkan jiwa dan raga. Kini saatnya telah tiba! Bila kalian merasa tidak sanggup, kalian boleh angkat kaki dari sini dan aku takkan menyalahkan kalian. Tetapi bila kalian ikut bertempur bersama kami, aku, Ratu Calliana merasa terhormat untuk berjuang di sisi kalian. Apa yang kalian pilih?&#8221;</p>



<p>Sejenak, semua yang hadir kembali terdiam. Lalu para Snatcher diikuti oleh para Vafer,Passer, Novajan dan Pemberontak mulai meninggalkan balairung tersebut tanpa berkata apapun. Hanya segelintir dari mereka tetap tinggal. Hanya para Calliana, Metal Elf, High Elf, dan Belphegor yang tetap berada di balairung.</p>



<p>&#8220;Pengecut!&#8221; cibir Neto.</p>



<p>Treysca berkata. &#8220;Tidak bisa disalahkan, itulah pilihan mereka…walaupun.&#8221; Ia memperhatikan bahwa para Pemimpin Pemberontak dan Pembunuh Serial tetap tinggal, meskipun anak buah mereka telah pergi. &#8220;Beberapa tetap tinggal. Pertanyaannya adalah mengapa?&#8221;</p>



<p>Mendengar itu, Maeve angkat suara. &#8220;Jangan salah paham, Yang Mulia! Kami tinggal bukan untukmu, tetapi untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai.&#8221;</p>



<p>Titania menambahkan. &#8220;Ini tidak ada sangkut-pautnya dengan Persekutuan Novus.&#8221;</p>



<p>Freysca dan Neto meradang ketika mendengar jawaban tersebut, namun Ratu Calliana itu menahan mereka.</p>



<p>&#8220;Begitu? Jadilah demikian. Kita saling menggunakan rupanya.&#8221; Lalu ia berpaling pada yang lain. &#8220;Kalian? Apakah alasan kalian sama seperti para Pemberontak?&#8221;</p>



<p>Salah seekor Vafer menjawab. &#8220;Alasan kami tidak sama seperti mereka! Kami tetap di sini untuk kehormatan dan dendam! Kami harus membunuh mereka yang bertanggung jawab atas kematian sanak keluarga kami!&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku mengerti!&#8221; kata Treysca. &#8220;Ratu Idisil, ini bukan pertempuran Anda. Anda dapat pergi dari sini.&#8221;</p>



<p>Ratu High Elf itu menjawab. &#8220;Ini pertempuranku sekarang! Para High Elf tidak akan meninggalkan sekutunya sendirian! Kami akan berjuang bersama-sama dengan Ratu Treysca!&#8221;</p>



<p>Dengan menganggukan kepalanya, Ratu Calliana itu berkata. &#8220;Terima kasih, maka adalah suatu kehormatan untuk bertempur bersama kalian meskipun alasan kita berbeda-beda! Bersiaplah, kita akan menyongsong badai dan berharap matahari terbit esoknya!&#8221;</p>



<p>Sekonyong-konyong, Freysca bersorak. &#8220;Hidup Ratu Treysca! Hidup Persekutuan Novus!&#8221; Sorakannya disambung oleh mereka yang hadir di situ dan bergema di seluruh balairung.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Koloni Bellato,</p>



<p>Nampak kesibukan di Markas Besar Bellato. Federasi Bellato sedang mempersiapkan diri untuk invasi ke Ether. Bahkan Peleton Crescendo dan Divisi Baja ke-IV juga terlibat di dalamnya.</p>



<p>&#8220;Cepat, Pemalas!&#8221; bentak Crescendo pada anak buahnya. &#8220;Dalam 6 jam, kita sudah harus berada di Ether!&#8221; Vernitz yang berada tidak jauh dari Brood, Armbold dan Ranskye, berkomentar.</p>



<p>&#8220;Kalau ingin cepat, mengapa tidak dia saja yang berkemas? Kita sudah banting tulang untuk ini.&#8221;</p>



<p>&#8220;Shh!&#8221; bisik Shield Miller itu. &#8220;Nanti komandan mendengarmu…&#8221;</p>



<p>&#8220;Nanti kita bisa dapat masalah…&#8221; timpal Ran. &#8220;Terakhir kita menyeletuk, Komandan menghukum kami push-up 120 kali.&#8221;</p>



<p>&#8220;Biar saja!&#8221; jawab Vernitz. Tak lama kemudian , Crescendo meninggalkan mereka semua. Mereka segera menarik nafas lega.</p>



<p>&#8220;Akhirnya!&#8221; ujar Brood seraya menggerakkan lengannya. &#8220;Badanku lemas…barang-barang ini beratnya lebih dari 1 ton!&#8221;</p>



<p>Armbold menambahkan. &#8220;Kau kira hanya kau saja, Brood?&#8221; Di saat yang sama, Maya mendatangi mereka. Melihat itu, Vernitz berkata.</p>



<p>&#8220;Armbold! Brood! Temani dong aku ke cafe! Aku kebetulan lagi ingin minum!&#8221;</p>



<p>&#8220;Eh, sungguhan nih?&#8221; kata Hidden Soldier itu terkejut. &#8220;Kau yang traktir?&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, iyalah! Ayo ikut, Bold!&#8221;</p>



<p>&#8220;Sip, aku ikut denganmu!&#8221; Ketika mereka bertiga pergi, Ranskye bertanya.</p>



<p>&#8220;Aku bagaimana?&#8221; Ketiganya berpaling kepada Ranger muda itu dan melirik ke arah Chandra di belakangnya. Shield Miller veteran itu berucap.</p>



<p>&#8220;Kau disini saja Ran! Jangan khawatir, nanti kami kembali!&#8221;</p>



<p>&#8220;Iya nich. Dompetku hanya cukup untuk mentraktir 2 orang&#8230;&#8221; kata Armor Rider wanita itu. &#8220;Kali lain saja, aku traktir kamu! Janji deh!&#8221; Dengan itu mereka pergi meninggalkan Ran sendiri.</p>



<p>Bellato muda itu hanya tertunduk lemas, sebelum ia mendengar seseorang memanggilnya.</p>



<p>&#8220;Ran…&#8221; Ia berpaling dan melihat Maya di belakangnya. Ia terkejut hingga tidak sengaja menyandung sebuah peti. Maya buru-buru minta maaf.</p>



<p>&#8220;Ran, maaf! Bukan maksudku mengejutkanmu…&#8221; Seraya bangkit, Ranger itu berkata.</p>



<p>&#8220;Tidak apa-apa, Letnan. Apakah ada yang bisa saya bantu?&#8221;</p>



<p>Maya tertawa kecil ketika melihat polah Ranskye. Lalu ia berkata.</p>



<p>&#8220;Tidak ada, aku hanya ingin mengobrol denganmu dan panggil aku Maya, bukan Letnan…&#8221;</p>



<p>&#8220;Let…maksudku Maya.&#8221; Ujar Ran kikuk.</p>



<p>&#8220;Sejak peristiwa dengan para pemberontak, kita selal u bersama hingga saat ini.&#8221; Lalu nada Chandra itu berubah. &#8220;Mungkin ini terakhir kalinya kita mengobrol satu sama lain, Ran…&#8221;</p>



<p>Ranger muda itu segera menyergah. &#8220;Jangan berkata demikian! Kita akan kembali dengan selamat…&#8221;</p>



<p>&#8220;Mungkin!&#8221; sahut Maya seraya menganggukkan kepalanya. &#8220;Meskipun demikian…aku merasa senang bersamamu. Selain itu, aku datang untuk memberikan ini kepadamu…&#8221; Tiba-tiba gadis Bellato itu mendekat dan mencium bibir Ran, sehingga yang dicium tidak sempat berkata-kata. Dunia seakan-akan berhenti bagi mereka berdua. Setelah beberapa saat, mereka berdua menjauh. Maya berkata.</p>



<p>&#8220;Itu saja, Kopral…semoga sukses dalam misi kita! Demi Federasi Bellato!&#8221; Ran mengusap bibirnya sepeninggal Maya. Sejauh ini hanya ciuman Cly yang masih terpatri dalam ingatannya. Bila seandainya ia tidak pernah bertemu dengan spiritualist Cora tersebut, tentu ia masih mengejar-gejar Maya. Perasaannya campur aduk menjadi satu.</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara itu di Koloni Cora</p>



<p>Kesibukan yang sama juga terlihat di Persekutuan Suci. Para Cora tetap mempertahankan susunan Legiun mereka, yaitu Legiun Force, Legiun Penyerang dan Legiun Kegelapan. Anggotanyapun tetap sama. Terpisah dari yang lain, Clytemnestra tengah memeriksa perlengkapannya. Tanpa sepengetahuannya, seseorang mengendap-endap di belakangnya…and memeluknya.</p>



<p>&#8220;Almasyr!&#8221; ujar gadis Cora itu. Mendengar itu, petarung Cora tersebut tertawa.</p>



<p>&#8220;Maaf sudah menjadi kebiasaan…&#8221; celetuknya. &#8220;Apakah kau sudah siap?&#8221;</p>



<p>Cly membalas. &#8220;Aku sudah siap…seperti yang lainnya! Ini berbeda dengan Chip War! Kita bukan melawan Bellato atau Accretia, tetapi para Calliana, Pemberontak dan critter lainnya…&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, tetapi aku bangga karena kita akan melakukan tugas mulia bagi DECEM dengan memusnahkan makhluk-makhluk kafir itu…&#8221; sesumbar Almasyr.</p>



<p>Putri Ladenus itu menjadi muram ketika ia mendengar kata-kata itu. &#8220;Kafir, huh? Apakah kita tidak perlu berbicara pada mereka?&#8221; ujarnya,</p>



<p>&#8220;Astaga, Cly!&#8221; kata petarung Cora itu. &#8220;Para teroris tidak perlu diajak berunding. Yang aku tahu, mereka ingin kita mati dan begitu juga sebaliknya…&#8221; Lalu Almasyr memegang dagu Clytemnestra dan mengangkat wajahnya sehingga gadis itu mendongak.</p>



<p>&#8220;Kau berubah banyak setelah kembali dari Novus.&#8221; Kata Almasyr. &#8220;Mungkin peperangan tidak cocok bagimu. Setelah misi ini selesai, aku akan meminta izin dari ayahmu…&#8221;</p>



<p>&#8220;Almasyr, aku…&#8221; Sebelum Cly menyelesaikan kalimatnya, pemuda Cora itu melanjutkan.</p>



<p>&#8220;…kita akan menikah dan membentuk keluarga. Kau tidak perlu lagi bertempur, Cly! Cukup aku saja…&#8221; Setelah itu, ia mencium bibir gadis di hadapannya. Untuk sesaat, Cly merasa dirinya tidak dapat bernafas. Perasaannya mengatakan untuk pasrah, tetapi sesuatu yang lain mendesaknya. Saat bersamaan, terdengarlah suara pekikan tinggi sehingga kedua pasangan itu berpaling.</p>



<p>&#8220;Aiiiih, sungguh romantis sekali!&#8221; seru Ysmar yang masuk bersama Alcyone. &#8220;Maafkan bila kami mengganggu kemesraan kalian berdua…&#8221;</p>



<p>Dengan wajah merah padam, Almasyr menjawab. &#8220;Tidak apa-apa…kami sudah selesai berbicara.&#8221; Lalu ia memandang Cly. &#8220;Kita akan bertemu lagi, Cly…banyak yang harus kita bicarakan berdua.&#8221; Setelah itu, ia meninggalkan ketiga Spiritualist itu.</p>



<p>&#8220;Sungguh beruntung dikau memiliki tunangan segagah dia…&#8221; celetuk Warlock banci itu. &#8220;Ahh, seandainya eike juga seperti tu…&#8221; Clytemnestra dan Alcyone hanya tertawa kecil mendengar curhat tersebut. Namun di dalam sanubarinya, gadis Cora itu bergumul antara perasaannya terhadap Almasyr dan Ranskye. Ingin sekali ia mengatakan yang sebenarnya, tetapi ia khawatir akan konsekuensinya.</p>



<p><em>Oh DECEM, apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus melawan tradisi Cora dengan menyatakan cintaku pada Ran ataukah tetap menjujung tinggi dengan memilih Almasyr?</em></p>



<p>-###-</p>



<p>Saat yang sama di Accretia HQ,</p>



<p>Mobilisasi pasukan Accretia sangat cepat. Dalam waktu singkat, Kompi ke-36 telah berkumpul di depan terminal Kartella . Divisi Zeni akan bertindak sebagai pendukung dalam penyerangan ke Ether. Zero OXR segera menemui rekan-rekannya.</p>



<p>&#8220;Triarii R46! Unit x76! Sensorku mengatakan kalian sudah siap!&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sang Punisher menjawab. &#8220;Ya, Komandan Brutez telah menunggu kita!&#8221;</p>



<p>Gruud menambahkan. &#8220;Kini aku telah mendapatkan spesifikasi zirah dan asesoris baru! Cora ataupun Bellato sialan itu takkan mendapatkan aku lagi!&#8221;</p>



<p>&#8220;Bagus!&#8221; jawab Destroyer berzirah putih itu. &#8220;Aku tidak melihat unit E47. Dimana dia?&#8221;</p>



<p>&#8220;Menurut info yang kuterima, unit E47 tengah mempersiapkan perlengkapan pendukung bersama Divisinya. Kurasa kita akan bertemu dengannya di Ether.&#8221; Sahut Invictus. &#8220;Baik, cek semua chronometer kalian! Pesawat Kartella akan lepas landas pada 1200. Siap?&#8221;</p>



<p>Semua menyahut. &#8220;Siap! Demi Kekaisaran Accretia!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>ExvionE47 sedang merekam sesuatu di laboratorium rahasianya.</p>



<p>&#8220;Operasi ini merupakan kesempatan bagus untuk menguji Spesimen. Spesimen nampak tertarik dan menunjukkan minat besar terhadap kegiatan Unit E47! Kemampuan intelejensi Spesimen berada pada kisaran usia 6-12 tahun. Sejauh ini ia patuh pada perintah Unit E47. Dengan operasi ini kami akan menguji seberapa besar Force yang dimiliki oleh Spesimen. Subjek Cora memiliki Dark Force yang besar dan telah dibuktikan dengan memanggil Animus jenis Amy, sementara Subjek Bellato adalah jenis Chandra yang menguasai Light Force. Perpaduan keduanya akan menghasilkan Force jenis baru ataukah salah satu dari kedua Force?&#8221;</p>



<p>&#8220;Spesimen…&#8221; panggilnya pada seseorang yang berdiri tidak jauh darinya. &#8220;Aku akan membawamu ke Ether untuk dengan tujuan primer menguji kemampuan Force-mu. Tetapi kau juga memiliki tujuan sekunder yang harus dipenuhi! Ingat, keberadaan dan misimu tidak diketahui oleh Kekaisaran. Jadi bila kau tertangkap, aku tidak akan mengakui keberadaanmu. Selain itu kau mendapatkan izinku untuk menyingkirkan siapapun yang mengetahui identitasmu. Paham?&#8221;</p>



<p>Lalu sosok yang berhadapan dengan ilmuan Accretia itu berkata. &#8220;Paham!&#8221; Tak lama kemudian, cyborg itu menggumam.</p>



<p>&#8220;Kau harus mempunyai nama…Spesimen. Untuk memuluskan misimu, kau harus memiliki nama…&#8221;</p>



<p>&#8220;Nama? Apa itu?&#8221; tanya sosok misterius itu. Exvion menatapnya dalam-dalam sebelum berkata.</p>



<p>&#8220;Aku mengerti. Namamu adalah…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Kembali ke Istana Calliana.</p>



<p>Seluruh petinggi Persekutuan Novus tengah berkumpul di sebuah peta hologram Ether. Treysca angkat suara.</p>



<p>&#8220;Informasi menunjukkan bahwa pasukan Accretia, Cora dan Bellato telah berangkat ke Ether dengan menggunakan pesawat transportasi Kartella. Dalam 6 jam, mereka akan tiba di sini.&#8221;</p>



<p>&#8220;Mengapa kita tidak menembak jatuh pesawat-pesawat tersebut? Masalah selesai!&#8221; celetuk Neto. Ratu Calliana mendengus ketika mendengarnya. Maeve berkata.</p>



<p>&#8220;Yang Mulia, boleh saya berbicara?&#8221; Ketika Treysca mengangguk setuju, pemimpin pemberontak Bellato menjelaskan.</p>



<p>&#8220;Bila kita melukai para Kartella, mereka akan membalas dengan melakukan embargo besar-besaran pada kita. Ketiga Bangsapun menghormati mereka.&#8221; Neto hanya menggerutu.</p>



<p>Belhagoz menyahut. &#8220;Kalau begitu, kita hanya bisa menyerang mereka setelah mereka mendarat. Apakah rencana Anda, Ratu Treysca?&#8221;</p>



<p>Lalu Freysca menjelaskan. &#8220;Ketiga Bangsa mempunyai tempat pendaratan masing-masing. Hal itu dimaksudkan agar mereka tidak saling menyerang ketika mendarat. Rencana kita adalah mempersiapkan pertahanan lapis tiga. Lapis pertama terdiri dari para Vafer, Novajan, Passer dan Hobo yang bertugas untuk menghantam musuh saat pendaratan. Bila musuh berhasil menembus, maka mereka harus berhadapan dengan lapis kedua yang terdiri dari Anda, para Belphegor dan para Pemberontak. Lapis terakhir akan berkonsentrasi di istana dan terdiri dari Pangeran Neto dan aku yang memimpin para Metal Elf serta Caliana Archer dan Atroc. Sementara para High Elf akan melindungi kakakku. Tentunya kita mengharapkan partisipasi dari para Herodian…&#8221; Menyadari dirinya dipandangi, Wasir Herodian menjawab.</p>



<p>&#8220;Kami akan memberikan dukungan dengan para Lazhuwardian Warrior, Guard dan Caster. Tidak perlu khawatir, Yang Mulia! Para Herodian akan menepati janjinya…&#8221;</p>



<p>&#8220;Semoga saja demikian…&#8221; ujar Ratu Narwen dingin. Merasa dirinya tersindir, Herodian itu bertanya.</p>



<p>&#8220;Ada apa, Ratu Idisil? Apakah kau tidak percaya pada kami? Atau janji Tuan Dagnu?&#8221; Treysca buru-buru menengahi sebelum terjadi bentrokan.</p>



<p>&#8220;Apa yang terjadi diantara para High Elf dan Herodian pada masa lalu bukanlah urusan kami.&#8221; Katanya menenangkan. &#8220;Kini kita harus fokus pada invasi yang akan datang! Mengerti?&#8221;</p>



<p>Idisil dan Wasir Herodian tidak menjawab, walaupun mereka saling menatap dengan curiga. Tetapi keduanya memutuskan untuk tidak melanjutkan perdebatan mereka. Tiba-tiba bunyi alarm bergema di seluruh ruangan istana. Dalam sekejap, sebuah layar raksasa nampak di hadapan mereka dan menunjukkan kawanan pesawat Transport Kartella yang terlihat seperti kumpulan lebah.</p>



<p>&#8220;Ah, mereka sudah datang rupanya.&#8221; Celetuk Treysca. &#8220;Baiklah, mari kita berikan penyambutan yang meriah bagi mereka…kita akan mengantar mereka ke dalam dasar neraka! Hidup Persekutuan Novus!&#8221;</p>



<p>Yang lain membalas. &#8220;Hidup Persekutuan Novus!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara itu di Elan,</p>



<p>Yggdrasil memandangi kediaman para High Elf yang berada cukup jauh. Hal yang menyenangkan hatinya adalah melihat kediaman para elf yang angkuh tersebut menjadi abu.</p>



<p>&#8220;Waktunya tidak lama lagi…&#8221; ujarnya seraya menyeringai.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di angkasa luar yang gelap,</p>



<p>Sebuah armada tengah bergerak di kegelapan angkasa. Mereka terdiri dari kapal-kapal raksasa dan stasiun-stasiun perang. Berbeda dengan kapal angkasa Accretia dan Bellato, kapal angkasa para Herodian terdiri dari bahan tekno-organik dimana sebagian besar kapal adalah makhluk hidup. Di dalam sebuah kapal, seorang Lazhuwardian berzirah berat tengah memandangi layar di hadapannya.</p>



<p>&#8220;Laksamana Brokk…&#8221; panggil salah satu Lazhuwardian Warrior. &#8220;Kami menerima pesan dari Vazir…Persekutuan Novus dan Tiga Bangsa sudah memulai bentrokan. Berita terakhir mengatakan bahwa sebagian besar kekuatan Tiga Bangsa ada di Crag Mine.&#8221;</p>



<p>Brokk berpaling dan menatap Warrior di hadapannya dengan pandangan kurang senang.</p>



<p>&#8220;Tidak usah memberitahuku. Aku sudah tahu!&#8221; jawabnya. Ia berpaling kepada Warrior lainnya dan bertanya.</p>



<p>&#8220;Berapa lama lagi kita akan tiba di Stargate terdekat?&#8221;</p>



<p>Yang ditanya membalas. &#8220;Dalam 6 jam, kita akan tiba, Laksamana…&#8221;</p>



<p>&#8220;Terlalu lama!&#8221; bentak Lazhuwardian tersebut. Mendadak, sebuah suara feminin berkata.</p>



<p>&#8220;Simpanlah amarahmu, Brokk. Kita akan memerlukannnya nanti, ketika kita menghadapi Ketiga Bangsa…&#8221; Brokk terdiam, ketika seorang perempuan Lazhuwardian Caster mendekatinya.</p>



<p>&#8220;Calystra…&#8221; desisnya. &#8220;Bolehkah aku melampiaskan amarahku pada para Kartella? Rupa lucu dan sifat mata duitan mereka membuatku muak!&#8221;</p>



<p>Calystra menyahut. &#8220;Jangan dulu…saat ini kita masih memerlukan mereka. Setelah dominasi Tuan Dagnu selesai, kau boleh berbuat apapun yang kau inginkan pada mereka. Kukira kau hanya frustrasi karena perjalanan panjang ini.&#8221;</p>



<p>Laksamana Lazhuwardian itu berkata. &#8220;Katakan itu pada Wasir…dia mendapatkan bagian yang enak.&#8221; Lalu Lazhuwardian Caster wanita itu memeluk tubuhnya.</p>



<p>&#8220;Kita semua bekerja untuk Tuan Dagnu. Peranan kita semua sama, tidak ada yang lebih penting…Brokk, sabarlah. Bagianmu akan tiba…&#8221;</p>



<p>Brokk hanya memandangi wanita di sampingnya dan iapun membelai rambut Calystra dengan tangannya yang besar.</p>



<p>&#8220;Baiklah, aku akan menunggu ini! Kuharap tidak akan lama…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di langit Ether,</p>



<p>Langit planet Ether yang muram kini dipenuhi oleh pesawat transport Kartella. Mereka dipenuhi oleh para Petarung Accretia, Bellato dan Cora. Mereka datang dengan satu tujuan: menemukan Ratu Calliana hidup atau mati!</p>



<p>-###-</p>



<p>Peleton Crescendo berada di pesawat transport Kartella. Ranskye bersama dengan mereka.</p>



<p>Ia melirik ke jendela dimana ia melihat pesawat-pesawat transport serupa. Dengan desain serupa, Ranger muda itu tidak bisa membedakan manakah pesawat milik Cora atau Accretia. Ia berharap bahwa Clytemnestra atau Zero berada di salah satu pesawat tersebut. Lamunannya terhenti oleh bentakan.</p>



<p>&#8220;Hey, melamun terus!&#8221; bentak Crescendo. &#8220;Sebaiknya jangan begitu bila kita tiba di medan peperangan! Entah siapa yang kau pikirkan?&#8221;</p>



<p>&#8220;Mungkin ia tengah memikirkan Maya!&#8221; celetuk Vernitz. Semua tertawa ketika mendengar celetukan tersebut.</p>



<p>&#8220;Apa bukan kamu, Ver?&#8221; ujar Brood mencoba bercanda.</p>



<p>Gadis Bellato itu menjawab. &#8220;Yaah, aku bukan tipe si Ran!&#8221; Kembali semua tertawa hingga komandan peleton berteriak.</p>



<p>&#8220;Cukup! Candaan bagus, namun kalian harus fokus untuk pertempuran sebentar lagi!&#8221; Maka semua orang terdiam, termasuk Ran.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di pesawat lainnya,</p>



<p>Legiun Force tengah bermeditasi untuk persiapan pertempuran. Semua kecuali seseorang. Putri Ladenus nampak gelisah; ia tidak dapat berkonsentrasi penuh. Salah satu alasannya adalah ia tahu bahwa salah satu pesawat di luar tengah membawa Ran.</p>



<p>&#8220;Kak, apakah kau tengah mengkhawatirkan Almasyr?&#8221; tanya Alcyone. &#8220;Jangan khawatir, DECEM akan melindunginya…&#8221;</p>



<p>&#8220;Aiih, janganlah terlalu gelisah!&#8221; tambah Ysmar. &#8220;Ia sudah besar, dapat menjaga dirinya sendiri. Yang penting, kita harus fokus pada tugas kita!&#8221;</p>



<p>&#8220;Kau benar.&#8221; Cly menganggukkan kepalanya. &#8220;Aku akan fokus pada tugas kita!&#8221; Mendadak, sebuah pesan telepati bergaung di benak mereka.</p>



<p>&#8220;Perhatian, beberapa saat lagi kita akan mendarat di Koloni Cora! Ada laporan bahwa para Critter telah berkumpul di dekat gerbang Koloni! Persekutuan Novus telah mengetahui kehadiran kita dan bersiap menyambut kita. &#8221; kata Syrrisa. &#8220;Tetapi kita tidak takut! Bila DECEM bersama kita, siapakah yang dapat melawan kita! Hidup Persekutuan Suci Cora!&#8221;</p>



<p>Seluruh legiun bersorak, kecuali Clytemnestra. Ia tetap mengkhawatirkan Ran&#8230;hal itu tidak lepas dari pengamatan Ysmar.</p>



<p>-###-</p>



<p>Pesawat-pesawat transport Kartella mendarat serentak di Koloni Accretia, Bellato dan Cora. Mereka menurunkan muatan-muatan mereka yaitu para Petarung, Destroyer, Warlock, Summoner, Chandra, Berserker dan lain-lain. Semua berkumpul di gerbang koloni masing-masing. Di luar, sepasukan Vafer telah menunggu untuk mengganyang mereka. Salah satu Vafer berujar.</p>



<p>&#8220;Datanglah kemari, kami akan mengganyang kalian atas nama Ratu Treysca! Atas nama Persekutuan Novus!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Koloni Accretia,</p>



<p>Kompi ke-36 telah berkumpul dengan yang lainnya. Brutez menginspeksi barisannnya.</p>



<p>&#8220;Dengar ,aku tidak mau apa yang menimpa Gungnir terulang kembali! Jadi kalian harus mengikuti perintahku! Mengerti!&#8221; perintahnya.</p>



<p>&#8220;Ya, Phalanx!&#8221; semua cyborg menjawabnya.</p>



<p>Zero0XR memindai sekelilingnya; ia tidak melihat Unit E47</p>



<p>-###-</p>



<p>Di salah satu sudut Ether,</p>



<p>Sebuah tabung terbuka dan keluarlah seorang wanita dengan rambut coklat dan mata biru. Ia mengenakan busana Cora berwarna ungu . Wanita misterius itu mengamati keadaan di sekelilingnya dan berkata.</p>



<p>&#8220;Mari kita mulai eksperimen ini!&#8221;</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 6 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 7:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-7/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 5:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 6 &#8211; THE COUNTER ATTACK</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 5 &#8211; INTO THE DARKNESS</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 05:02:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1643</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 5 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 6:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 5 &#8211; INTO THE DARKNESS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Di Bellato HQ,</p>



<p>Kekacauan sedang berlangsung; seluruh AB Bellato dikerahkan untuk mencari keberadaan bom nuklir yang dicuri oleh buronan Cora. Semua perwira tengah sibuk memantau setiap perkembangan situasi dari Pusat Komando. Eli Dun Tanta duduk memantau kesibukan di bawah.</p>



<p>Teriakan terdengar dimana-mana:</p>



<p>&#8220;Kerahkan Kompi Ketujuh!&#8221;</p>



<p>&#8220;Dimana Batalyon ke-18?&#8221;</p>



<p>&#8220;Apakah Sektor 18 sudah diperiksa?&#8221; Di tengah-tengah itu Archon Kai berseru lantang,</p>



<p>&#8220;Cari lebih teliti lagi! Periksa semua tempat! &#8220;</p>



<p>Di lain pihak, Zephyr dan Novem juga ikut sibuk walau mereka sempat berbicara satu dengan yang lain. Sang Wizard menyeletuk,</p>



<p>&#8220;Aku tidak pernah melihat Archon stress seperti itu?&#8221;</p>



<p>&#8220;Siapapun akan stress bila tahu ada bom nuklir yang akan meledak,&#8221; sahut Mental Smith wanita itu, &#8220;Menurutku ada yang tidak beres disini?&#8221;</p>



<p>&#8220;Apa maksudmu?&#8221;</p>



<p>Novem melanjutkan, &#8220;Bagaimana buronan Cora itu bisa menemukan bom nuklir di HQ kita? Yang lebih heran lagi adalah ia tahu cara mengaktifkannya! Padahal orang Cora itu tidak melek teknologi&#8230;&#8221; Mendengar itu, Zephyr mengangguk. Novem memang benar; buronan Cora itu&nbsp;<em>tahu</em>&nbsp;cara mengaktifkan bom nuklir. Sesaat sesuatu terlintas di benaknya,</p>



<p>&#8220;Buronan itu tidak sendirian; ada yang membantunya!&#8221; ucapnya pelan.</p>



<p>&#8220;Bingo! Aku tahu itu,&#8221; sahut Novem, &#8220;Apakah kau pikir ada pengkhianat di dalam Bellato HQ?&#8221;</p>



<p>Sang Wizard menjawab, &#8220;Mungkin saja, namun bukan dari pasukan sekarang. Mereka terlalu muda. Satu-satunya pikiranku adalah yang sudah pernah menjadi bagian dari kita, tetapi tidak lagi…&#8221;</p>



<p>Mereka berucap serentak, &#8220;Pemberontak (Turncoat)…&#8221; Walaupun mereka ingin memberitahukan hal itu kepada Komando Tertinggi, situasinya tidak memungkinkan,</p>



<p>Mental Smith itu bertanya lagi, &#8220;Apa yang akan kita buat sekarang, Zephyr?&#8221;</p>



<p>&#8220;Berdoa dan berharap bahwa bom itu segera ditemukan,&#8221; jawab Zephyr tegas, &#8220;Mudah-mudahan anak buah kita dapat lebih dulu&#8230;atau Federasi Bellato hanya akan tinggal nama saja,&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara itu , Ranskye dan Maya sedang melakukan pencarian mereka di lokasi lain. Ranger muda itu mengomel,</p>



<p>&#8220;Huuh, dimana buronan sialan itu?&#8221; Temannya menimpali,</p>



<p>&#8220;Sebaiknya kita konsentrasi saja…&#8221; Mendadak, langkah Chandra tersebut terhenti, sehingga Ran bertanya,</p>



<p>&#8220;Ada apa, Maya?&#8221;</p>



<p>Maya menjawab, &#8220;Shh, aku merasakan jejak Force di sekitar sini…sepertinya ini milik seorang Cora.&#8221;</p>



<p>&#8220;Kau yakin?&#8221; Yang ditanya mengangguk.</p>



<p>&#8220;Yosh, kalo begitu,&#8221; seru Ran, &#8220;Tunjukkan arahnya!&#8221; Maka keduanya segera berlari ke arah yang dituju. Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah lapangan terbuka. Kedua Bellato muda itu melihat seorang Cora yang berdiri di tengah-tengah lapangan itu. Ia tengah menyandang sebuah pedang besar.</p>



<p>&#8220;Hanya satu,&#8221; bisik ranger muda itu, &#8220;Ayo, kita sergap dia!&#8221;</p>



<p>&#8220;Jangan!&#8221; cegah Maya, &#8220;Dia mungkin Kelas Petarung, tetapi siapa tahu dia menguasai Dark Force! Bila demikian, dia bisa mengetahui keberadaan kita dan kabur lagi sebelum kita menangkapnya,&#8221; Dengan kesal, Ran bertanya kembali,</p>



<p>&#8220;Jadi apa yang kita harus lakukan? Waktunya semakin sedikit!&#8221;</p>



<p>Maya berkata, &#8220;Aku punya rencana, tetapi aku butuh bantuanmu, Ran…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Tak lama kemudian, Maya mendatangi buronan Cora itu sendirian. Buronan itu berkata,</p>



<p>&#8220;Oho, kau yang bernama Maya? Aku telah diberitahu tentangmu!&#8221;</p>



<p>Chandra muda itu meringis, &#8220;Begitukah? Aku tidak menyangka aku cukup dikenal. Apa Titania atau Maeve yang memberitahumu?&#8221;</p>



<p>&#8220;Hah, bagaimana kau kenal Nona Titania?&#8221; ujar buronan Cora itu terkejut.</p>



<p>Maya hanya mengangkat bahunya seraya menjawab, &#8220;Yah, aku hanya menyebutnya dan ternyata kau kenal. Katakanlah kami pernah bertemu. Kalau kau kenal mereka, kau pasti dari Pemberontak, bukan Persekutuan. Selain itu, bom itu pasti di sekitar sini!&#8221; Petarung Cora itu mengangkat pedang besarnya dan berkata,</p>



<p>&#8220;Kalau itu benar, aku takkan membiarkanmu mendekat…&#8221;</p>



<p>Chandra itu berkata, &#8220;Itu bisa diatur…&#8221; Mendadak, sebuah desingan terdengar dan sebuah anak panah menancap di bahu buronan itu. Ia terkejut, sehingga tubuhnya jatuh ke tanah. Saat yang sama, Ranskye muncul dari semak-semak.</p>



<p>&#8220;Wah, beruntung sekali dia banyak omong! Kalau tidak, rencanamu tidak akan berhasil, Maya!&#8221; celetuknya senang.</p>



<p>&#8220;Sudah kubilang, &#8221; ujar Maya bangga, &#8220;Rencanaku pasti berhasil!&#8221;</p>



<p>Dengan geram, buronan itu memaki, &#8220;Kalian mengelabuiku! Tetapi kalian tidak akan pernah menemukan bomnya! Beberapa menit lagi, bom itu akan meledak…hahaha,&#8221; Kedua Bellato itu meliriknya dengan pandangan aneh, sebelum berkata</p>



<p>&#8220;Siapa bilang kami lupa?&#8221; kata Ranskye seraya mengambil radionya dan memanggil seseorang, &#8220;Brood! Armbold! Kalian dengar itu?&#8221; Suara dari seberang membalas,</p>



<p>&#8220;Kami dengar, Ran! Detektor itu telah menemukan bomnya dan sekarang kami sedang menjinakkannya!&#8221; Ketika mendengar itu, wajah buronan Cora itu menjadi pucat. Kemudian Maya menjelaskan,</p>



<p>&#8220;Kau membuat kesalahan dengan tinggal di tempat. Memang kau tidak menjaga bom itu langsung di tempatnya, tetapi aku memperhitungkan bahwa bom itu berada di radius tak jauh dari lokasimu. Selain itu, kau menggunakan Force untuk menutupinya. Kesalahan besar, karena aku dapat mendeteksinya. Kini pasukan kami tengah mencarinya dan tak lama lagi bom tersebut akan dijinakkan!&#8221;</p>



<p>&#8220;Yo, kami menang kamu kalah!&#8221; ejek Ran. Tiba-tiba terdengar sebuah tepukan tangan dari belakang mereka. Ranskye dan Maya berpaling dan melihat…sosok yang tak asing lagi bagi mereka. Chandra itu menggigit bibirnya,</p>



<p>&#8220;Maeve…&#8221; Wanita pemberontak itu menepukkan tangannya seraya memuji.</p>



<p>&#8220;Bravo, kalian hebat juga! Sudah lama tidak bersua, kalian bertambah hebat…&#8221;</p>



<p>Buronan itu segera memanggil. &#8220;Nona Maeve, untunglah Anda datang! Tolong bantu aku!&#8221; Tanpa mempedulikan permohonan itu, Maeve hanya memandangi kedua Bellato tersebut.</p>



<p>&#8220;Apa maksudmu?&#8221; sergah Ranskye. &#8220;Mengapa kau ada disini? Jangan-jangan…&#8221;</p>



<p>&#8220;Kau yang melepaskan buronan, serta menunjukkan bom nuklir itu kepada mereka! Beraninya kau!&#8221; ujar Maya marah. &#8220;Apakah kau sudah serendah itu?&#8221;</p>



<p>Maeve menjawab dengan tenang, &#8220;Kukira itu adil setelah mereka membiarkanku untuk mati&#8230;tetapi bukan itu masalahnya. Aku tengah mengemban tugas ,&#8221;</p>



<p>&#8220;Tugas? Tugas dari siapa?&#8221; cibir Ran. &#8220;Bukankah para Pemberontak tidak melayani siapapun,&#8221; Wajah Pemberontak Bellato tersebut menjadi gelap, saat dia berkata,</p>



<p>&#8220;Aku ditugaskan oleh Persekutuan Novus untuk meledakkan bom nuklir di Bellato HQ,&#8221;</p>



<p>&#8220;Persekutuan Novus? Apa itu?&#8221; selidik Maya. Lalu terdengarlah bunyi orang datang ke arah mereka, sehingga Maeve berkata:</p>



<p>&#8220;Waktunya tidak memungkinkan. Aku hanya berkata sekali untuk kalian! Ini juga pesan buat Komando Tertinggi ! Bangunlah dari mimpi! Ada banyak yang menginginkan kematian kalian! Itu saja,&#8221; Setelah itu ia berpaling, sehingga Ranskye mencoba mencegahnya.</p>



<p>&#8220;Jangan coba-coba, Kopral!&#8221; kata wanita pemberontak itu memperingatkan dengan keras, sebelum berganti dengan senyum, &#8220;Aku senang kalian menemukan bom itu lebih dulu,&#8221; Sebelum ia pergi, buronan itu memohon.</p>



<p>&#8220;Nona Maeve, tolonglah aku! Aku sudah melaksanakan perintahmu…&#8221;</p>



<p>Yang dimohon membalas. &#8220;Maaf, tetapi kau sudah tidak berguna lagi…nanti aku sampaikan salammu pada Titania…&#8221; Saat pasukan Bellato tiba, Maya segera berteriak.</p>



<p>&#8220;Ran, tangkap dia!&#8221; Ranger muda itu berlari ke arah Maeve, pada saat yang sama tubuhnya mulai bercahaya. Ia melompat ke arah Maeve yang melambaikan tangannya, tetapi ia hanya menangkap angin. Sasarannya sudah di-teleport ke tempat lain. Brood, Armbold dan Veritas datang dan langsung membekuk buronan Cora yang sudah tidak berdaya.</p>



<p>&#8220;Kerja bagus, Kopral! Letnan!&#8221; kata Veritas bangga, &#8220;Bom nuklir itu telah dijinakkan; bahaya telah berlalu!&#8221;</p>



<p>&#8220;Tidak, Warchon!&#8221; kata Maya menjelaskan, &#8220;Temannya yang kabur tadi mengatakan bahwa ini semua ulah dari Persekutuan Novus…ini belum selesai,&#8221; Veritas hanya menggumam setelah mendengarkan penjelasan itu. Akhirnya ia berkata.</p>



<p>&#8220;Baiklah, kita akan berkumpul di HQ! Kita akan membahas tentang Persekutuan Novus ini…&#8221;</p>



<p>Maka merekapun kembali ke Bellato HQ, dengan sejumlah pertanyaan tentunya…</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Cora HQ,</p>



<p>Tereisias tengah bermeditasi dengan khusyuk di sebuah ruangan tertutup. Tak jauh darinya, pahlawan legendaris Cora, Giz Kadasha melakukan hal yang sama. Dark Priest wanita itu nampak tidak nyaman. Hal itu terbaca oleh rekannya.</p>



<p>&#8220;Ada sesuatu yang menganggumu, Tereisias?&#8221; tanyanya.</p>



<p>Pendeta wanita itu menggangguk. &#8220;Aku mendapatkan sebuah penglihatan.&#8221;</p>



<p>Giz Kadasha membalas. &#8220;Ceritakanlah padaku.&#8221;</p>



<p>&#8220;Dalam penglihatan tersebut, aku melihat para Critters dan Pemberontak dipimpin oleh seorang…Herodian. Lalu aku melihat Cora, Accretia dan Bellato HQ terbakar oleh api. Saat yang sama, Penjaga Holystone terkapar tidak bernyawa dan langit dipenuhi oleh armada Herodian…&#8221;</p>



<p>Tereisias melanjutkan. &#8220;Tetapi di sisi lain aku melihat Putri Clytemnestra menjadi Archon yang akan memimpin mereka yang selamat. Bersama seorang Bellato muda dan Petarung Accretia, mereka akan berperang melawan para Herodian. Di saat itulah, aku melihat para Cora dan Bellato akan memakai zirah besi seperti para Accretia…&#8221;</p>



<p>Giz heran mendengarnya. &#8220;Cora memakai zirah besi? Menjadi seperti Accretia?&#8221;</p>



<p>&#8220;Itulah yang kulihat. Aku tidak mengerti maksud penglihatan ini.&#8221; Sahut Dark Priest wanita itu. &#8220;Namun itu pertanda akan ada sesuatu yang terjadi.&#8221;</p>



<p>&#8220;Berhati-hatilah, Tereisias.&#8221; Kata pahlawan Cora itu memperingatkan. &#8220;Terkadang kita tidak tahu akan menuju kemana penglihatan itu. Jadi kita tidak selalu mempercayai penglihatan yang datang pada kita.&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, aku tahu itu!&#8221; Kemudian Tereisias bangkit dan meninggalkan tempat itu.</p>



<p>&#8220;Aku akan melihat arah dari masa depan tersebut.&#8221; Ujarnya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Kembali ke Elan</p>



<p>Ratu Narwen Idisil tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk Persekutuan Novus, ketika seseorang datang mendekati. Ternyata seorang elf muda dengan rambut kuning.</p>



<p>&#8220;Ya, Hastan? Ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?&#8221; tanya Narwen.</p>



<p>Hastan buka suara. &#8220;Aku tidak mengerti mengapa Yang Mulia memutuskan untuk bergabung dalam Persekutuan Novus. Sudah jelas bahwa mereka didukung oleh para Herodian. Para Herodian adalah musuh lama kita…&#8221;</p>



<p>Wanita Elf itu menjawab: &#8220;Aku mengerti perasaanmu, Hastan. Tetapi para Magi mengatakan bahwa mereka telah melihat sesuatu.&#8221;</p>



<p>&#8220;Apa yang mereka lihat?&#8221;</p>



<p>&#8220;Pengkhianatan para Herodian…mereka melihat bahwa para Herodian akan mengkhianati Ratu Treysca dan Persekutuannya. Tidak hanya itu, mereka akan menyapu habis siapapun di Sektor Novus, termasuk Tiga Bangsa. Justru itulah yang mendorongku untuk bergabung dalam Persekutuan Novus: harus ada yang mengawasi dan memperingatkan mereka. Persekutuan Novus dibutakan oleh dendam mereka terhadap Tiga Bangsa, sehingga mereka tidak waspada akan niat jahat sekutu mereka. Namun bukan itu saja yang dilihat oleh para magi…&#8221;</p>



<p>Seraya menuju jendela dimana pemandangan seluruh Elan terhampar, Idisil melanjutkan.</p>



<p>&#8220;Kunci untuk bertahan hidup adalah berdamai dengan Tiga Bangsa. Aku tahu ini nampaknya mustahil, tetapi para magi meyakinkanku bahwa inilah jalan terbaik untuk menghadapi invasi para Herodian.&#8221;</p>



<p>Hastan berkata. &#8220;Yang Mulia, para Accretia, Bellato dan Cora takkan pernah mendengarkan kita. Bagi mereka, kita hanyalah sekedar para Critter untuk dibantai.&#8221;</p>



<p>Ratu High Elf itu berpaling. &#8220;Tidak semua, ada 3 orang di antara mereka yang harus kutemukan. Mereka yang akan mendengarkan kita. Selain itu…&#8221; Ia terdiam sejenak. &#8220;Mereka juga melihat bangkitnya suatu bencana besar.&#8221;</p>



<p>&#8220;Bencana besar? Maksud Ratu?&#8221; tanya Hastan tidak mengerti.</p>



<p>&#8220;Bencana itu adalah…<em>iblis yang berasal dari persatuan antara darah daging dan logam, yang berasal dari Accretia</em>.&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Accretia HQ</p>



<p>ExvionE47 tengah bekerja dalam laboratorium rahasianya. Ilmuwan Accretia itu sangat fokus pada proyeknya. Ditemani oleh tubuh-tubuh yang tak bernyawa, Cyborg itu tidak merasakan ketakutan.</p>



<p>Ia menatap sesosok tubuh yang mengapung dalam tabung. Itu adalah&nbsp;<em>clone</em>&nbsp;ciptaannya. Dengan kepandaianya, ialah satu-satunya ilmuan Accretia berhasil menciptakan tubuh berdaging. Exvion berhasil memecahkan rahasia Cora dan Bellato, dengan mempelajari DNA mereka.</p>



<p>Tak lama lagi, ia akan memecahkan rahasia &#8216;jiwa&#8217; yang selama ini menghantui dirinya.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p>ExvionE47 menghentikan pekerjaannya dan menatap maha karyanya.</p>



<p><em>Kagum…</em>itulah emosi yang dirasakan cyborg itu ketika menatap isi tabung itu. Lalu ia berpaling kepada panel di sebelahnya. Tak jauh dari panel tersebut, tubuh dingin Nelysa dan Atalanta terapung dalam tabung. Sekujur kepala mereka terpasang kabel-kabel tipis yang menghantarkan data ke computer milik ExvionE47.</p>



<p>Tidak ada aktivitas tubuh yang dapat diperoleh dari sebuah bangkai, namun dengan bioelektrik, Ilmuwan Accretia itu dapat mengekstrak sisa- sisa arus listrik dari tubuh yang tak bernyawa dan menterjemahkannya menjadi data-data penting.</p>



<p>Ia tahu riwayat dan seluk-beluk kehidupan Nelysa dan Atalanta semasa hidup mereka. Ia dapat menciptakan suatu ingatan palsu berdasarkan memori mereka. Ia membutuhkan komponen-komponen penting dalam ingatan tersebut: Novem, Penthesilea, Zephyr, Clytemnestra dan Ranskye?</p>



<p><em>Clytemnestra…Ranskye</em>. Mereka adalah anomali dalam penelitiannya. Pengaruh mereka pada database Zero sangat menakjubkan, benar-benar melawan logika Accretia. Setelah ia menyelesaikan proyek ini, ia akan meneliti keduanya.</p>



<p>Cyborg itu mengambil sebuah helm yang dipenuhi dengan kabel-kabel optik. Sebelumnya, ia melepaskan helmnya dan memasang helm itu di kepalanya. Lalu ia duduk di sebuah kursi logam dimana sebuah kabel akan terhubung langsung pada tulang belakangnya. Dengan menatap hasil ciptaannya, ExvionE47 berbisik</p>



<p>&#8220;Demi kehidupan abadi…&#8221; Setelah itu cahaya di matanya meredup dan clone di hadapannya mulai membuka kedua matanya…</p>



<p>-###-</p>



<p>Dua minggu kemudian di Bellato HQ</p>



<p>Peleton Crescendo dan Divisi Baja ke-4 berkumpul di ruang briefing, beberapa satuan lainnya juga bergabung. Di hadapan mereka, Eli Dun Tanta, Archon Kai, Warchon Veritas, Sitz BeHammer dan Zephyr juga hadir. Ranskye dan Novem memperhatikan bahwa raut wajah mereka nampak serius. Lalu Veritas angkat suara.</p>



<p>&#8220;Para prajurit Federasi Bellato, kita menghadapi hal genting saat ini. Tentunya kalian masih ingat dengan insiden nuklir 2 minggu lalu?&#8221; Semua, termasuk Ranskye dan Maya mengangguk.</p>



<p>Kini Eli Dun Tanta yang berbicara. &#8220;Dari info yang terkumpul, teror tersebut direncanakan oleh organisasi yang menamakan dirinya &#8216;Persekutuan Novus&#8217;.&#8221; Mereka yang hadir terkejut mendengarnya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Saat yang sama di Cora HQ,</p>



<p>&#8220;Persekutuan Novus terdiri dari kumpulan critter seperti para Vafer, Novajan, Belphegor, Snatcher dan Passer yang berkumpul guna menghadapi kita. Tetapi mereka dipimpin oleh para Calliana yang merupakan duri dalam daging kita!&#8221; kata Archon Astra berapi-api di hadapan para Cora, terutama Clytemnestra, Penthesilea, Ysmar dan Alcyone. Warchon Syrissa melanjutkan.</p>



<p>&#8220;Selama 2 minggu terakhir, kita selalu mengalami sabotase baik di Haram, maupun di Elan. Menurut para intel, para Bellato dan Accretia juga mengalami hal yang sama. Lebih buruk lagi, para Pemberontak dan para Elf ikut bergabung dalam persekutuan tersebut. Sudah jelas, kita tidak boleh membiarkan para teroris tersebut berlaku seenaknya!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Kemudian di Accretia HQ</p>



<p>Administrator 001 berkata. &#8220;Data-data intel Kekaisaran menunjukkan bahwa teroris Persekutuan Novus memiliki persenjataan yang memadai. Bukti menunjukkan bahwa mereka disuplai oleh para Pemberontak, namun spekulasi marak menunjukkan bahwa ada sesuatu yang mendukung mereka&#8230;sesuatu yang sangat kuat.&#8221;</p>



<p>Para Accretia mendengarkan info tersebut dengan baik. Zero0X, GruudX dan Invictus ikut bergabung. Archon Totenkopf menambahkan.</p>



<p>&#8220;Kaisar Deus curiga bahwa musuh lama kita berada di belakang ini semua…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Kembali ke Bellato HQ,</p>



<p>&#8220;Ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa para Herodian terlibat dalam hal ini. Sayangnya, kita tidak memiliki bukti yang lebih lanjut untuk itu.&#8221; Ujar Zephyr. Ia menambahkan.</p>



<p>&#8220;Namun itu tidak menjadi alasan untuk membiarkan Persekutuan Novus terus merajalela. Untuk itu Federasi Bellato memutuskan untuk mengirim pasukan khusus untuk operasi rahasia di Ether. Operasi ini bertujuan untuk membasmi teroris-teroris tersebut . Tujuannya adalah untuk menangkap pucuk pimpinan teroris tersebut…Ratu Calliana. Kita harus menangkapnya hidup atau mati!&#8221; Semua prajurit bersorak sorai. Sitz BeHammer berseru.</p>



<p>&#8220;Kita adalah Federasi Bellato! Kita tidak akan membiarkan siapapun menghalangi takdir kita!&#8221; Kembali semua orang bersorak. Veritas menimpali.</p>



<p>&#8220;Kita akan menangkap Maeve, pemimpin Pemberontak Bellato dan membawanya untuk mempertanggung-jawabkan pengkhianatannya! Ia harus membayarnya!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Cora HQ,</p>



<p>&#8220;Persekutuan Suci Cora memutuskan untuk mengirim petarung-petarung terbaiknya untuk menghukum para teroris tersebut. DECEM memutuskan bahwa mereka harus dihancurkan tanpa kasihan! Mereka tidak boleh mengotori hadirat DECEM!&#8221; seru Quiane Khan. &#8220;Cora, tunjukkan pengabdianmu dengan melakukan tugas suci ini! Mari kita pergi ke Ether untuk menghukum orang-orang kafir tersebut! Ratu Calliana harus mati!&#8221; Serentak, semua Cora di HQ bersorak sorai.</p>



<p>&#8220;Tak ada yang boleh menghalangi kehendak DECEM! Mari kita persembahkan kepala Ratu Calliana untuk DECEM!&#8221; tambah Syrrisa. &#8220;Selain itu, kita akan menangkap pengkhianat Titania untuk pertanggung-jawabannya! &#8220;Semuanya bersorak sorai kembali.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Accretia HQ,</p>



<p>Warchon Satetsu berkata. &#8220;Kaisar Deus telah berbicara pada Archon Totenkopf bahwa teroris-teroris tersebut tidak bisa dibiarkan. Kekaisaran telah memutuskan untuk mengirim pasukan khusus ke Ether untuk menghancurkan para teroris tersebut. Sasaran primer adalah Ratu Calliana, sasaran sekunder adalah Lord Blackside, pemimpin Pemberontak Accretia! Warga Accretia, jangan biarkan keduanya lolos tanpa hukuman! HIDUP KEKAISARAN ACCRETIA! HIDUP KAISAR DEUS!&#8221;</p>



<p>Semua cyborg berseru lantang. &#8220;HIDUP KEKAISARAN ACCRETIA! HIDUP KAISAR DEUS!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara itu di Dataran Elan.</p>



<p>Wazir Herodian kembali bersimpuh di hadapan Dagnu. &#8220;Yang Mulia, segala sesuatunya berjalan sesuai rencana. Tiga Bangsa akan bentrok dengan Persekutuan Novus.&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, segalanya berjalan persis rencana…&#8221; ujar makhluk raksasa itu. &#8220;Kau akan menjadi saksiku dalam kehancuran Persekutuan Novus.&#8221;</p>



<p>&#8220;Baik, Yang Mulia! Namun Yggdrasil memperingatkan untuk tidak menganggap enteng para High Elf, termasuk Ratu Idisil…tadinya kita berharap mereka akan menolak untuk bergabung. Ternyata sebaliknya.&#8221; Kata Wazir khawatir.</p>



<p>&#8220;Kalaupun para High Elf menyadari rencana kita, itu sudah terlambat.&#8221; Dagnu menyahut. &#8220;Tiga Bangsa harus membagi kekuatannya, untuk ke Ether dan Chip War. Siapkanlah armada kita!&#8221;</p>



<p>&#8220;Mereka sudah siap, Tuanku!&#8221; kata Wazir girang. &#8220;Yang kita lakukan hanyalah mengambil alih Stargate dari para Kartella. Kekalahan Accretia, Bellato dan Cora ada di ambang pintu!&#8221; Tiba-tiba sebuah sulur muncul dari tangan Herodian itu dan menebas seekor critter yang lewat hingga putus.</p>



<p>&#8220;Sektor Novus akan menjadi milik Herodian!&#8221;</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 5 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 6:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-6/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 4:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 5 &#8211; INTO THE DARKNESS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 4 &#8211; DIPLOMACY &#038; TERROR</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 04:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1641</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 4 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 5:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 4 &#8211; DIPLOMACY &#038; TERROR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Sementara itu di Daerah yang Terlupakan, Elan,</p>



<p>Sebelum bangsa Accretia, Cora dan Bellato datang, para elf telah ada dan memiliki kekuasaan yang luas. Dengan berkembangnya kekuasaan mereka, para elf mulai bertikai satu dengan yang lainnya hingga mereka pecah menjadi Metal Elf dan High Elf. Para Metal Elf mendalami pengolahan logam dan penggunaan senjata, sementara para High Elf mendalami ilmu sihir.</p>



<p>Kini kejayaan para elf hanyalah bayangan masa lalu saja. Setelah kedatangan Tiga Bangsa, mereka didesak hingga daerah pedalaman. Berbeda dengan Metal Elf yang menentang secara terbuka, para High Elf bersikap pasif. Namun para Accretia, Cora dan Bellato bersikap bijak dengan membiarkan mereka.</p>



<p>-###-</p>



<p>Kini Treysca dan Freysca mendarat kembali di daerah tersebut, dimana para elf tinggal. Misi mereka adalah meyakinkan ratu para High Elf, Narwen Idisil bergabung dalam Persekutuan Novus. Putri Calliana itu berujar,</p>



<p>&#8220;Kakak, ini tidak mudah! Kudengar Ratu Idisil itu bijak dan juga ahli sihir. Mungkin ia tidak mau bergabung dengan kita…&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku tahu itu,&#8221; tukas Caliana yang lebih tua, &#8220;Namun kita harus mencoba…mereka harus bergabung dengan kita dengan cara apapun!&#8221;</p>



<p>Freysca terkesiap mendengarnya, &#8220;Maksud Kakak? Dengan cara paksa?&#8221; tanyanya lagi.</p>



<p>Ratu Caliana itu menjawab, &#8220;Itu hanya cara terakhir…&#8221; Pembicaraan mereka terhenti ketika mereka turun dari pesawat Kartella. Para elf telah berkumpul di lapangan, seraya memperhatikan kedatangan para Calliana tersebut. Treysca melihat seorang wanita bergaun hijau-putih dengan wajah cantik dan bertelinga lancip. Sebuah kerudung putih menutupi rambutnya. Disebelahnya, sebuah makhluk raksasa berzirah besi berdiri dan didampingi oleh Pangeran Neto yang nampak gugup,</p>



<p>&#8220;Selamat datang di Daerah Yang Terlupakan, Ratu Treysca!&#8221; sambut wanita tersebut, &#8220;Saya adalah Ratu Narwen Idisil. Di sebelah saya, adalah Tetua Kwelersokum…&#8221;</p>



<p>Kwelersokum membungkuk, &#8220;Senang bertemu dengan Anda, Ratu…&#8221;</p>



<p>Treysca menganggukkan kepalanya, &#8220;Kehormatan bagi saya untuk bertemu dengan Ratu Idisil yang legendaris…&#8221;</p>



<p>Ratu High Elf itu menyahut, &#8220;Anda terlalu memuji…sebaiknya kita masuk ke dalam balairung untuk membicarakan hal penting,&#8221; Kedua Calliana itu mengangguk sebelum mengikuti iring-iringan tersebut menuju balairung,</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Bellato HQ,</p>



<p>Para partisipan Chip War kembali dengan lemas. Sistem PA bergaung,</p>



<p>&#8220;Federasi Bellato sangat kecewa dengan kekalahan ini! Kalian tidak berusaha keras! Bagi mereka yang melalaikan tugas, akan mendapat tindakan disipliner dari Komando Tertinggi! Hukuman akan diberikan!&#8221; Tak lama kemudian, nada PA berganti:</p>



<p>&#8220;Para pejuang Chip War berikutnya, berjuanglah sekuat tenaga! Masa depan Federasi berada di tangan kalian! Kejayaan bagi Bangsa Bellato!&#8221;</p>



<p>Di sebuah pub, Ranskye hanya menundukkan kepalanya dengan lemas. Ia baru saja mendengarkan &#8216;ceramah&#8217; Crescendo atas kegagalan mereka memenangkan Chip War. Setidaknya, tidak seorangpun yang tahu hubungannya dengan Clytemnestra. Lalu terdengar seseorang mengomel,</p>



<p>&#8220;Hu-uh, lagi-lagi dikuliahi Komandan!&#8221; omel Armbold.</p>



<p>&#8220;Wajarlah,&#8221; celetuk Brood yang sedang membaca sebuah buku tua, &#8220;Kita&#8217;kan kalah lagi dalam Chip War untuk kesekian kalinya. Komandan sendiri sepertinya ditegor oleh Archon Kai dan Warchon Veritas…&#8221;</p>



<p>Shield Miller itu menukas, &#8220;Jadi Komandan melampiaskannya kepada kita?&#8221;</p>



<p>Hidden Soldier itu mengangguk, &#8220;Begitulah, yang jelas Komando Tertinggi sangat tidak puas dengan performa kita,&#8221; Ran yang duduk tak jauh dari mereka lagi-lagi mengiyakan. Armbold menjatuhkan dirinya ke tempat duduk,</p>



<p>&#8220;Benar-benar hari sial! Orang macho sepertiku malah ketemu dengan…banci dari Cora! Itu benar-benar menghina martabatku!&#8221; Kali ini Brood hanya diam saja, meneruskan bacaannya. Ranger muda di sebelahnya bertanya,</p>



<p>&#8220;Brood, buku apa sih yang kau baca? Sepertinya asyik sekali…&#8221;</p>



<p>Yang ditanya menjawab, &#8220;Oh, ini buku dari Bumi kuno…aku menemukannya di pasar loak. Ceritanya menarik sekali…&#8221;</p>



<p>&#8220;Tentang apa?&#8221;</p>



<p>Hidden Soldier itu berpikir sebentar, &#8220;Mmm…kalau tidak salah judulnya…Harry…Pott…&#8221; Sebelum Brood sempat menjawab, tiba-tiba ia dipeluk oleh seorang gadis,</p>



<p>&#8220;Naah, ketemu kau!&#8221; seru gadis itu girang.</p>



<p>&#8220;Vernitz?&#8221; Gadis Bellato yang bernama Vernitz itu berkata, &#8220;Aduh, Brood…rajin sekali kau! Baca-baca melulu…Tunggu sebentar, bukankah itu koleksi bukuku?&#8221;</p>



<p>Dengan menyeringai, Brood menjawab, &#8220;Aku pinjam sebentar…&#8221; Vernitz hanya mencibir,</p>



<p>&#8220;Yah, kumaafkan kali ini!&#8221; jawab Armor Rider tersebut, sebelum berpaling kepada Armbold, &#8220;Armbold, mengapa wajahmu masam sekali? Apakah karena insiden banci itu?&#8221;</p>



<p>&#8220;Bukan urusanmu!&#8221; tukas Shield Miller itu galak. Gadis Bellato itu tertawa,</p>



<p>&#8220;Aduh, kok galak sekali sih?&#8221; Kemudian ia mengarahkan pandangannya kepada Ranskye, &#8220;Dan kamu, Ran? Mengapa tidak bersama Maya?&#8221;</p>



<p>&#8220;Aduh bagaimana ya?&#8221; jawab yang ditanya cengegesan, Vernitz menatap Ran dengan tajam,</p>



<p>&#8220;Sebaiknya jangan terlalu lama, cinta itu tidak menunggu…&#8221; Tak lama kemudian, suara PA berbunyi dan sebuah panggilan datang:</p>



<p>&#8220;Perhatian! Perhatian! Peleton Crescendo diharap segera berkumpul!&#8221;</p>



<p>&#8220;Yaa,&#8221; keluh Armbold, &#8220;Padahal baru sebentar santai…&#8221;</p>



<p>&#8220;Apa boleh buat,&#8221; timpal Brood, seraya mengangkat bahunya, &#8220;Kita harus pergi! Vernitz, ini bukumu!&#8221; Ia menutup buku yang dibacanya dan memberikannya pada Armor Rider wanita itu,</p>



<p>&#8220;Tidak apa-apa,&#8221; ujar Vernitz, &#8220;Nanti kutraktir! Ayo, Ran!&#8221; Maka mereka semua meninggalkan pub tersebut.</p>



<p>-###-</p>



<p>Kembali ke Elan,</p>



<p>Kedua Ratu nampak sedang berbicara empat mata di dalam balairung. Freysca menunggu di luar dengan beberapa Calliana Atroc, sementara para Elf warrior dan warlock menunggu. Kwelersokum dan Neto memutuskan untuk kembali ke tempat mereka. Freysca nampak gelisah; ia khawatir kakaknya akan bertindak gegabah.</p>



<p>-###-</p>



<p>&#8220;Jadi begitulah tujuan Persekutuan Novus, Ratu Idisil…&#8221; ujar Treysca menerangkan, &#8220;Saya harap Anda mau mempertimbangkan kembali,&#8221; Ratu High Elf tersebut diam sejenak, sebelum berkata,</p>



<p>&#8220;Saya mengerti, Ratu Treysca. Namun kami memutuskan untuk tidak bergabung dalam persekutuan tersebut. Para High Elf sudah lama hidup tenang; Tiga Bangsa tidak menganggu kami…selain itu yang sulit kami terima adalah Anda bergabung dengan para Herodian, musuh kami. Bahkan Yggdrasil masih dapat terlihat di daerah ini,&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di tempat lain,</p>



<p>Sebuah pohon yang tinggi besar dan rimbun berdiri di atas bukit yang menghadap ke sebuah ngarai dimana para High Elf berdiam. Di batang pohon tersebut, nampak sesosok tubuh yang menyembul. Wajah makhluk itu sudah sama seperti kulit pohon tersebut.</p>



<p>&#8220;Apa kabar, Yggdrasil?&#8221; sapa seseorang. Makhluk yang dipanggil Yggdrasil mengangkat kepalanya dan melihat Wazir Herodian di bawahnya. Ia ditemani oleh Warrior dan Spell Lazhuwardian.</p>



<p>&#8220;Lama tak bertemu dengan Anda…rupanya Anda sudah menjadi Wazir…&#8221; komentarnya acuh,</p>



<p>&#8220;Tentu,&#8221; ujar Herodian muda itu, &#8220;Apakah kau menikmati pemandangan ini?&#8221;</p>



<p>Yggdrasil menggeram, &#8220;Aku akan lebih menikmatinya bilamana para High Elf sialan itu hancur…kutukan merekalah yang membuatku di sini! Sebaiknya kau bebaskan aku!&#8221;</p>



<p>Seraya tersenyum, Wazir itu menjawab, &#8220;Sabar, aku ingin sekali membebaskanmu! Tetapi demi rencana besar kita, kau harus bersabar…akan tiba waktunya bagi para Elf itu,&#8221;</p>



<p>&#8220;Tetapi kita mungkin memerlukan mereka, itupun tergantung dari diplomasi Ratu Treysca…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Balairung High Elf,</p>



<p>Sementara mendengarkan alasan Idisil, hati Treysca menjadi panas. Wanita Elf ini seenaknya saja memintanya untuk melupakan balas dendam. Tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melupakan kenangan dimana Tiga Bangsa membantai orang tuanya dan menyisakan Freysca dan dia untuk hidup. Ia sadar bahwa tidak ada keinginan dari High Elf untuk bersekutu dengan mereka. Namun ia tidak sependapat! Di belakang punggung Treysca terselip sebuah belati tajam.</p>



<p>-###-</p>



<p>&#8220;Demikianlah Ratu Treysca! Saya harap Anda tidak tersinggung dengan penolakan saya…&#8221; ujar Idisil mengakhiri pembicaraannya, seraya bangkit dari kursi.</p>



<p>Treysca menjawab, &#8220;Tentu saja, posisi Anda dapat dimengerti!&#8221;</p>



<p>&#8220;Kalau begitu, mari kita bersalaman…&#8221; Begitu keduanya mendekat, Ratu Calliana segera mencabut belati yang terselip di pinggangnya dan…langsung menikam Idisil di hadapan orang banyak. Freysca terkejut melihatnya.</p>



<p>Idisil hanya bisa menatap Treysca dalam keadaan sekarat, &#8220;Mengapa…?&#8221; tanyanya lirih,</p>



<p>Treysca menjawab dingin, &#8220;Bawa nasihatmu ke neraka! Tidak mungkin aku membiarkan Tiga Bangsa begitu saja! Tidak setelah apa yang mereka lakukan kepada bangsaku! Tak ada yang boleh menghalangiku, termasuk kau!&#8221; Tubuh wanita High Elf itu jatuh ke lantai…</p>



<p>-###-</p>



<p>Di tempat lain,</p>



<p>Para Cora yang telah mengikuti Chip War sebelumnya tertunduk lemas; sebuah suara berbicara di benak mereka:</p>



<p><em>Ini tidak bisa diterima! Apakah kalian tidak malu menyebut diri kalian pengikut DECEM? Kalian hanya membuat malu Persekutuan Suci Cora!</em></p>



<p>Mendengar itu, Clytemnestra mendesah. Semua juga mendapat teguran dari Quiane Khan, termasuk Archon Astra. Tak lama kemudian, seseorang mendatanginya. Ia berbalik,</p>



<p>&#8220;Oh, ternyata Anda Pendeta Teiresias,&#8221; ujarnya lega. Dark Priest buta itu tersenyum,</p>



<p>&#8220;Tuan Putri terlalu memuji…sepertinya Anda sedang risau,&#8221;</p>



<p>Cly menjawab, &#8220;Aku sedih karena kita kalah lagi dalam Chip War ini…sepertinya itu salahku,&#8221;</p>



<p>&#8220;Tuan Putri jangan terlalu menyalahkan diri sendiri,&#8221; kata wanita Cora yang lebih tua, &#8220;Kalah atau menang itu biasa. Kita semua punya peranan dalam peperangan dan semua telah menjalankannya sekuat tenaga,&#8221;</p>



<p>&#8220;Tetapi, Pendeta! Aku gagal dalam misi tersebut! Artinya aku tidak bisa membuktikan diriku pada Persekutuan…itu hanya membuat malu nama Keluarga Ladenus,&#8221;</p>



<p>&#8220;Hentikan!&#8221; tegur Teiresias keras, sehingga Summoner muda itu terdiam. Pendeta wanita itu melanjutkan,</p>



<p>&#8220;Janganlah berkata bahwa Tuan Putri mempermalukan nama keluarga…mungkin bukan saatnya untuk itu. Tetapi akan ada waktu lain…percayalah!&#8221;</p>



<p>Clytemnestra mengangguk, &#8220;Pendeta benar! Aku tidak boleh putus asa; aku harus berjuang!&#8221;</p>



<p>Teiresias memuji, &#8220;Ini namanya semangat!&#8221; Lalu Alcyone bergabung dengan mereka,</p>



<p>&#8220;Cly! Pendeta! Pemimpin Bangsa dan Archon telah menugaskan sesuatu kepada kita, Legiun Force…&#8221; katanya menginformasikan, &#8220;Katanya ini penting…&#8221;</p>



<p>&#8220;Oh? Aku akan menghubungi mereka,&#8221; ujar Dark Priest itu, yang kemudian terdiam sesaat. Kemudian ia berkata,</p>



<p>&#8220;Cly! Alcy! Ikut aku…kita akan menemui para Kartella!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>&#8220;Ratu Treysca, apaka Anda mendengarkan saya?&#8221; Suara tersebut mengejutkan Ratu Calliana itu dan ia melihat…Idisil masih hidup dan sehat walafiat di depan matanya. Rupanya tadi itu hanya lamunannya saja. Dengan kecewa, ia berkata,</p>



<p>&#8220;Ya, teruskanlah Ratu Idisil…&#8221; Wanita High Elf itu mengangguk,</p>



<p>&#8220;Demikianlah, Ratu Treysca! Sebenarnya kami tidak ingin bergabung dengan Persekutuan anda,&#8221; ia melanjutkan, &#8220;Akan tetapi…para magi kami telah melihat tanda-tanda yang tidak baik di masa mendatang. Mereka menganjurkan agar para High Elf harus…membuka diri. Undangan persekutuan ini lebih dari sekedar kebetulan. Setelah menimbang dan membicarakannya dalam musyawarah, aku, Narwen Idisil memutuskan…untuk bergabung dalam Persekutuan Novus,&#8221;</p>



<p>Hal itu membuat Treysca terkejut setengah mati. Ia tidak mengharapkan hal ini, tanpa usaha apapun para High Elf bergabung dengan mereka. Setengah tercekat, Calliana itu berkata,</p>



<p>&#8220;Sungguh…bagus, Ratu! Kami ucapkan…selamat datang di Persekutuan Novus…&#8221;</p>



<p>Idisil membungkukkan badannya, &#8220;Adalah kehormatan bagi kami untuk berjuang bersama Anda!&#8221;</p>



<p>Treysca berkata, &#8220;Kalau begitu, mari kita berjabat tangan…&#8221; Kedua ratu tersebut berjabat tangan dengan disaksikan oleh semua orang. Freyscapun menarik nafas lega!</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara di Bellato HQ,</p>



<p>Peleton Crescendo telah bergabung dengan Divisi Baja ke-4. Zephyr dan Novem terlihat bersama-sama Crescendo. Ran baru saja datang dan sempat melihat Maya di antara yang lain. Ketika semua telah datang, berserker veteran itu mulai angkat suara,</p>



<p>&#8220;Semuanya! Lupakan tentang kekalahan di Chip War! Baru saja ada tugas dari Komando Tertinggi Bellato pada kita!&#8221;</p>



<p>&#8220;Lima jam yang lalu, penjara militer Federasi telah dibobol! Dua tawanan telah meloloskan diri; yang pertama adalah Accretia dengan kode As02-R1-409518 dan yang lain adalah Cora! Misi kita adalah menangkap kedua buronan tersebut hidup atau mati!&#8221; Lalu Brood mengangkat tangannya,</p>



<p>&#8220;Pak, mengapa bukan petugas keamanan saja yang menangkap buronan tersebut?&#8221;</p>



<p>Zephyr segera menjawab, &#8220;Rakyat sipil tidak perlu terlibat! Selain itu buronan Cora tersebut merupakan prioritas utama, walau buronan Accretia tersebut sama pentingnya! Paham?&#8221;</p>



<p>Semua menjawab, &#8220;Paham!&#8221;</p>



<p>Crescendo menambahkan, &#8220;Sekarang, semua bubar! Kita akan memulai pencarian kedua buronan tersebut sekarang!&#8221; Selagi semua orang pergi, Maya memanggil Ran, &#8220;Ran!&#8221;</p>



<p>Ranger muda itu menoleh,&#8221;Hei,ada apa?&#8221;</p>



<p>Gadis Bellato itu berkata, &#8220;Aku Cuma ingin bertanya kabarmu? Aku tidak melihatmu di Chip War waktu itu…&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku…&#8221; tekur Ran, &#8220;…sedang ada misi…begitulah!&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, sudah…&#8221; ujar Maya kembali, &#8220;Kukira kau bertemu dengan&nbsp;<em>dia</em>…&#8221;</p>



<p>&#8220;Ah, mana mungkin?&#8221; elak Ran, &#8220;Tidak mungkin gadis itu kembali ke medan perang…ia pasti trauma setelah bersama dengan kita,&#8221; Maya menjawab dengan sengit,</p>



<p>&#8220;Aku tidak mengkhawatirkannya! Aku cuma khawatir dengan kamu! Sudahlah, kita punya misi yang harus dijalankan! Ayo!&#8221; Maka mereka berduapun pergi,</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Cora Colony,</p>



<p>Clytemnestra, Alcyone dan Ysmar bergabung dengan Legiun Force, yang menuju Terminal Pesawat Kartella. Meskipun anti-teknologi, Cora menoleransi Kartella karena merekalah yang mempunyai transportasi antar planet. Kartella sendiri tidak begitu disukai karena dianggap mencari untung di tengah-tengah peperangan. Setibanya di sana mereka melihat Syrissa berdebat dengan seekor Kartella bernama Meaty.</p>



<p>&#8220;Apa maksudmu dengan pesawat ini tidak beroperasi?&#8221; tanya Warlock wanita itu sengit.</p>



<p>Makhluk berbulu tebal dan berbadan bulat di depannya menjawab dengan nada tinggi, &#8220;Pokoknya tidak ada transportasi ke Ether sampai permintaan kami dipenuhi! Titik!&#8221; Kemudian mereka melihat tiga Cora berjalan ke arah mereka. Cly memberi hormat,</p>



<p>&#8220;Warchon, adakah yang bisa kami bantu?&#8221;</p>



<p>Syrissa mengangkat tangannya, &#8220;Entahlah! Para Kartella menolak untuk membawa kita ke Ether, sampai permohonan mereka dikabulkan!&#8221;</p>



<p>Gadis itu memandang kepada agen Kartella yang hanya membuang muka, lalu ia berkata,</p>



<p>&#8220;Mungkin saya bisa bantu…Warchon Syrissa,&#8221;</p>



<p>Warlock Cora itu berkata, &#8220;Silahkan! Aku tidak mau berdebat dengannya lagi!&#8221; Clytemnestra mengangguk dan segera mendekati Meaty,</p>



<p>&#8220;Salam, nama saya Clytemnestra Ladenus…&#8221; katanya memperkenalkan diri,</p>



<p>Meaty menoleh, &#8220;Ah, kau dari Keluarga Ladenus…setidaknya lebih beradab daripada wanita tadi…panggil saja &#8216;Pak Meaty&#8217; atau &#8216;Meaty&#8217; saja.&#8217;</p>



<p>Gadis itu mengangguk, &#8220;Begini, Pak Meaty! Sebenarnya ada masalah apa sehingga Bapak tidak mau menjalankan transportasi ke Ether,&#8221;</p>



<p>Meaty menceritakan, &#8220;Hanya hal sepele…Persekutuan tidak memenuhi bagiannya dalam perjanjan bisnis dengan Kartella! Mereka seharusnya menyediakan daging Rex Cannibal sebagai komoditi, tetapi beberapa bulan ini pengiriman tersebut bermasalah. Maka Kartella memutuskan untuk menghentikan transportasi sampai pengiriman dilakukan kembali! Itu saja! Kok begitu saja repot?&#8221;</p>



<p>Kembali Clytemnestra mengangguk, &#8220;Hanya itu saja, Pak Meaty?&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya! Begitu pengiriman Rex Cannibal pulih, kami akan melakukan transportasi kembali! Itu janjiku!&#8221; sesumbar agen Kartella itu.</p>



<p>&#8220;Terima kasih banyak, Pak Meaty!&#8221; ucap gadis Cora itu, Setelah itu, ia kembali kepada yang lain. Begitu ia menjelaskan, Syrissa berkata,</p>



<p>&#8220;Hanya itu saja? Kalau tahu begitu aku tidak perlu bertengkar dari tadi!&#8221;</p>



<p>&#8220;Aiiih, buang-buang waktu saja!&#8221; timpal Ysmar, &#8220;Untung eik yang bicara…ya sudah, kita berburu Rex Cannibal biar cepat beres masalah ini,&#8221; Lalu Warchon itu berpaling kembali kepada Cly,</p>



<p>&#8220;Kerja yang bagus, Clytemnestra!&#8221; celetuknya. Cly sendiri mengangguk; ia berhasil membuktikan dirinya kali ini.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di tempat lain,</p>



<p>Ranskye, Maya dan beberapa Berserker berhasil memergoki buronan Accretia, As02-R1-409518 sehingga terjadi pertarungan sengit. Accretia tersebut melawan dengan habis-habisan. Ranskye menghujaninya dengan panah,</p>



<p>&#8220;Double Shot!&#8221; Tembakan panah beruntun menancap di zirah Accretia tersebut.</p>



<p>&#8220;Wind Heal! Blind Sight!&#8221; Maya ikut membantu dengan serangan Force-nya.</p>



<p>&#8220;Double Crash!&#8221; Bunyi besi remuk bergema di medan perang tersebut, tetapi cyborg musuh menolak untuk jatuh meskipun nyaris rusak berat. Akhirnya, Ranskye menarik panahnya dengan kekuatan penuh dan berseru,</p>



<p>&#8220;Destructive Shot!&#8221; Panah dengan kekuatan penuh meluncur ke sasarannya dan menembus leher Accretia tersebut. Kilatan-kilatan listrik keluar dan akhirnya buronan Accretia itupun roboh ke tanah.</p>



<p>&#8220;Phew, kukira bakalan tidak jatuh…&#8221; ujar Ranger muda itu mengusap peluhnya, &#8220;Persis seperti…&#8221; Iapun terdiam ketika mengenang pertempurannya dengan Gungnir. &#8220;Lupakan saja…&#8221;</p>



<p>Maya mengatakan, &#8220;Kamu tambah kuat, Ran! Kurasa kali ini Komando akan memperhatikanmu…&#8221;</p>



<p>&#8220;Yaah, aku sih hanya menjalankan tugas!&#8221; Merekapun mendekat pada bangkai buronan tersebut. Begitu mendekat, tiba-tiba Accretia tersebut bangkit sehingga semuanya terkejut,</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Scanning…</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Ranskye dari Bellato</strong></p>



<p>Buronan itu berkata, &#8220;Ranskye dari Bellato…ada pesan untukmu…&#8221;</p>



<p>Dengan gagap, pemuda Bellato itu bertanya, &#8220;P-pesan…dari siapa…&#8221;</p>



<p>Accretia yang setengah mati itu menjawab, &#8220;Maeve…dan…Nobuseri…titip…pesan…untukmu…&#8217; akan…ada…bahaya…besar…di…'&#8221; Mendadak, Accretia tersebut mengalami shutdown dan jatuh berkeping-keping di hadapan Ranskye dan Maya. Keduanya masih gemetar atas kejadian tersebut,</p>



<p>&#8220;A-apa maksudnya, Ran? Bukankah mereka itu Pemberontak yang kita pernah temui?&#8221; tanya gadis Bellato itu ketakutan,</p>



<p>Ran sendiri berujar, &#8220;Aku sendiri tidak tahu…apa maksudnya dengan &#8216;bahaya besar&#8217;?&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di sisi lain,</p>



<p>Brood, Vernitz dan Armbold berhasil menyudutkan buronan Cora. Itupun dengan susah payah. Kemudian Shield Miller itu berkata,</p>



<p>&#8220;Brood, hubungi Komandan! Kita sudah mendapatkan buronannya!&#8221;</p>



<p>Hidden Soldier itu mengiyakan, &#8220;Baik!&#8221;</p>



<p>Buronan itu bangun dan berkata,</p>



<p>&#8220;Kalian terlambat! Bomnya sudah kutanam di tempat yang takkan kalian temukan…&#8221;</p>



<p>Armbold terkejut mendengarnya, &#8220;Apa maksudmu?&#8221;</p>



<p>Cora tersebut mencibir, &#8220;Huh, kalian orang-orang kafir telah membuat sesuatu yang membuat DECEM murka! Maka DECEM memutuskan agar kalian binasa dengan peralatan kalian sendiri. Aku telah mencuri sebuah bom nuklir dan mengaktifkannya…ha ha ha!&#8221;</p>



<p>&#8220;Kau!&#8221; teriak Shield Miller itu, &#8220;Tunjukkan dimana bomnya atau kuremukkan wajah gantengmu itu!&#8221; Buronan itu tertawa terbahak2,</p>



<p>&#8220;Terlambat! Bom akan meledak 10 menit lagi! Sebaiknya kalian lari dari sini…ini adalah kehendak dari Persekutuan Novus…hahahahahahaah, selamat tinggal!&#8221;</p>



<p>&#8220;Tunggu!&#8221; teriak Vernitz, tetapi dicegah oleh Brood yang berkata,</p>



<p>&#8220;Biarkan dulu! Aku baru saja menghubungi Komandan dan Mayor Zephyr; mereka mengonfirmasikan adanya bom itu! Untuk sekarang, kita harus melacak bom itu!&#8221;</p>



<p>&#8220;Tetapi Brood, buronan itu…&#8221; protes Armbold,yang segera dipotong oleh Hidden Soldier itu,</p>



<p>&#8220;Biarkan saja kataku! Serahkan itu pada Ranskye dan Maya, sementara kita harus melacak lokasi bom tersebut. Kalau tidak, kita tidak punya tempat untuk melapor!&#8221;</p>



<p>&#8220;Ayo, naik ke MAUku!&#8221; ajak Vernitz. Kedua Bellato itu segera menaiki RMAU-nya dan mulai menyisir daerah sekitarnya, tetapi mereka tidak sendirian! Nampak seluruh koloni dipenuhi oleh MAU yang melakukan perintah yang sama.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Elan,</p>



<p>Treysca tengah menikmati segelas minuman di pesawat Kartella, puas atas keberhasilannya.</p>



<p>&#8220;Ini hal yang tidak disangka, Kak! Persekutuan kita bertambah kuat dengan bergabungnya High Elf!&#8221; celetuk Freysca.</p>



<p>&#8220;Ini baru sebagian kecil, Freysca,&#8221; jawab Ratu Calliana itu, &#8220;Kita akan melihat musnahnya Bellato lebih dulu. Itupun harus berterima kasih pada para Pemberontak,&#8221;</p>



<p>&#8220;Maksud Kakak?&#8221; tanya Putri Calliana itu tidak mengerti,</p>



<p>&#8220;Rencana kita sudah dimulai!&#8221; ujar Treysca…</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 4 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 5:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-5/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 3:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 4 &#8211; DIPLOMACY &#038; TERROR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 3 &#8211; THE TURNING POINT</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 04:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1639</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 3 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 4:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 3 &#8211; THE TURNING POINT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Waktu Novus: 00:10:49</p>



<p>Para Cora terpaku diam, ketika melihat sebuah sosok raksasa di tengah-tengah Crag Mine. Sosok itu adalah monster bertanduk dengan kulit yang menyerupai zirah dan memiliki kedua sayap di belakang punggungnya. Kedua tanduk tersebut berpendar dengan cahaya berwarna-warni dan tanduk yang terdapat di kedua sikunya juga berpendar. Monster tersebut menggeram pelan, seraya menunjukkan taring-taring tajam yang menghiasi mulutnya.</p>



<p>&#8220;Demi DECEM!&#8221; celetuk Clytemnestra, &#8220;Itukah Penjaga Holystone (Holystone Keeper)?&#8221;</p>



<p>&#8220;Sst…&#8221; Ysmar berbisik, &#8220;Eik jangan buat ribut…&#8221;</p>



<p>Penthesilea menimpali, &#8220;Ysmar benar. Saat ini ia musuh kita! Tujuan kita adalah Detektor Holymental! Kita harus mendapatkannya sebelum bangsa lain…&#8221; Setelah mengamati demikian lama, Alcyone memanggil,</p>



<p>&#8220;Itu dia…&#8221; Semua pandangan terarah kepada Detektor Holymental. Hunter Cora itu mengangguk,</p>



<p>&#8220;Bagus! Sekarang kita pergi kesana…dengan diam-diam tentunya,&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:10:49</p>



<p>Peleton Crescendo sudah tiba dan mengawasi Penjaga Holystone dari jarak yang aman. Sang Komandan bertanya pada Brood,</p>



<p>&#8220;Letnan, apa yang kau temukan?&#8221;</p>



<p>Hidden Soldier itu menjawab, &#8220;Aku melihat para Coro mengendap-endap seperti tikus dari arah Timur,&#8221;</p>



<p>&#8220;Kalau para kaleng?&#8221; tanya Crescendo kembali.</p>



<p>Kali ini giliran Ranskye yang menjawab, &#8220;Mereka baru saja datang dari utara,&#8221;</p>



<p>Armbold bertanya, &#8220;Komandan, apa rencana kita?&#8221;</p>



<p>Komandan berserker itu hanya tersenyum, &#8220;Pokoknya ada deh…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:10:55</p>



<p>Di luar, pertempuran berlangsung sengit. Divisi Baja Bellato mengalami kesulitan untuk menerobos ladang Guard Tower dan serangan para Grenadier. Banyak MAU yang rusak berat, sehingga Novem harus mengirim mereka kembali untuk diperbaiki. Ia menyalakan radionya,</p>



<p>&#8220;Break, di sini Novem! Divisi Baja ke-4 minta bala bantuan! Barisan para kaleng sulit ditembus,ganti! Kami minta bantuan Divisi Force, over!&#8221; panggilnya.</p>



<p>Dari seberang datang balasan, &#8220;Disini Veritas, break! Kami akan usahakan! Divisi Force tertahan oleh para Cora! Kami minta kalian bersabar, ganti,&#8221;</p>



<p>&#8220;Sabar?&#8221; teriak Mental Smith wanita itu emosi, &#8220;Sabar untuk dibantai? Kami tidak bisa menunggu, over!&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, tetapi kami tengah terdesak dari segala arah! Kolonel Novem, kami minta kesabaran Anda! Setelah itu, kami pasti akan mengirim bala bantuan…over!&#8221; Novem membanting radionya dengan jengkel, sebelum ia berpaling pada Vernitz dan Arnel,</p>



<p>&#8220;Prajurit, bagaimana keadaan?&#8221;</p>



<p>Dengan gugup, Vernitz menjawab, &#8220;Kolonel, keadaan kita genting! Kita sudah kehilangan 15 unit MAU!&#8221;</p>



<p>Novem bertanya lagi, &#8220;Berapa unit yang tersisa?&#8221;</p>



<p>&#8220;Lima belas unit, Komandan!&#8221; jawab Arnel. Wanita Bellato itu memalingkan pandangannya kea rah medan perang. Meskipun telah dibombardir, para Accretia tetap ngotot. Parahnya adalah mereka masih jauh di garis depan, sementara Novem sudah kehilangan banyak unit. Ia berkata,</p>



<p>&#8220;Dengar! Kita akan berupaya untuk bertahan pada detik-detik terakhir…namun bila Launcher tiba kita harus mundur secepat mungkin ke Chip , mengerti?&#8221;</p>



<p>&#8220;Baik, Komandan!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:05</p>



<p>Kembali ke Crag Mine, dimana Legiun Pengintai masih mengendap-endap untuk mendapatkan Detektor Holymental. Tiba-tiba Shireeka berteriak,</p>



<p>&#8220;Awas!&#8221; Sebuah tembakan mendesing dekat mereka, sehingga semua merunduk. Saat yang sama, Penjaga Holystone berpaling ke arah bunyi tersebut. Tak lama kemudian, Penthesilea berseru,</p>



<p>&#8220;Siapa yang menembak kita?&#8221; Ia lalu berpaling ke arah lain dan melihat seorang Bellato yang menggenggam senjata. Ia mengenali sosok tersebut,</p>



<p>&#8220;Brood…awas kau!&#8221; desisnya marah. Mendadak, Clytemnestra berteriak,</p>



<p>&#8220;Penthesilea, awas!&#8221; Summoner itu segera mendorong Hunter wanita itu ke tanah, sebelum sebuah sapuan kuat menyambarnya. Ternyata serangan itu berasal dari Penjaga Holystone yang menyadari kehadiran mereka,</p>



<p>&#8220;Jadi begitu…&#8221; ujar Penthesilea, &#8220;Tujuan Brood bukanlah kita, melainkan agar Penjaga Holystone mengetahui lokasi kita!&#8221; Tak lama kemudian, monster itupun menuju arah lain dan menyerang para Accretia yang tak jauh dari mereka. Kesempatan itu segera digunakan oleh para Cora.</p>



<p>&#8220;Semuanya! Kita berpencar!&#8221; perintah Penthesilea, &#8220;Siapapun yang dekat detector, bertahan sampai kami datang kesana!&#8221; Sebuah raungan keras membuat mereka terpencar. Maka mereka segera memisahkan diri sebelum Penjaga Holystone menyerang mereka,</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:12</p>



<p>Armbold menggerutu atas rencana Crescendo yang membuat Penjaga Holystone mengejar bangsa lain. Mereka hanya tinggal mengejar saja. Namun ia tidak menemui siapapun.</p>



<p>Tiba-tiba, &#8220;Air Splinter!&#8221; Tebasan angin yang tajam mengarah kepadanya. Shield Miller itu mengangkat perisainya dan menangkis serangan itu. Ia berteriak dengan geram,</p>



<p>&#8220;Siapapun kamu, keluar! Jangan jadi pengecut!&#8221;</p>



<p>Dari kegelapan, datang jawaban, &#8220;Oke…oke, eik keluar!&#8221; Ternyata itu adalah Ysmar. Melihat lawannya, Armbold menjadi tidak enak. Kemudian Warlock Cora itu berkata,</p>



<p>&#8220;Oow, rupanya Bellato toh…sepertinya kamu beda deh…&#8221;</p>



<p>Mencoba galak, pemuda Bellato itu berkata, &#8220;Dimana kawan-kawanmu, heh?&#8221;</p>



<p>Ysmar malah menyeletuk, &#8220;Wajah ente oke juga…sepertinya…eik suka sama kamu…&#8221;</p>



<p>&#8220;Dasar coro!&#8221; teriak yang disinggung, &#8220;Ini perang! Bukan buat berkenalan…&#8221;</p>



<p>Alih-alih tersinggung, Cora itu berkata, &#8220;Ah tidak perlu teriak-teriak…biarkan yang lain berperang, sementara ente dan eik dapat mengambil waktu tuk berkenalan…jangan malu-malu gitu dong…&#8221;</p>



<p>Wajah Armbold merah padam mendengarnya dan ia berteriak kencang, &#8220;Aku bukan pemalu! Aku ini &#8216;hay&#8217;! Pria sejati! Macho!&#8221;</p>



<p>&#8220;Oooh, &#8216;hay&#8217; toh…&#8221; goda Ysmar, &#8220;Kebetulan sekali, eik suka cowok &#8216;hay&#8217;…&#8221;</p>



<p><em>Aduh biyung, bertemu Warlock Cora saja sudah jelek…tetapi aku ini sial sekali bertemu Warlock yang banci lagi…sebaiknya kuserang dulu dia, baru ngacir…</em>gumam Shield Miller itu. Tanpa buang waktu, ia segera menyerang Ysmar dengan gadanya. Yang diserang menyeletuk,</p>



<p>&#8220;Mm, begitu dong…rupanya ente agresif juga!&#8221; Begitu gada terayun, serangan tersebut mengenai tempat kosong. Ysmar berkelit dengan lincah. Armbold terus mengejar, tetapi lagi-lagi serangannya mengenai angin.</p>



<p><em>Tidak mungkin! Aku sudah menggunakan Perfect! Seharusnya kena di batok kepalanya…tetapi ia licin seperti belut! Kalau diteruskan pasti aku…</em>Sementara menghindari serangan, Ysmar lagi-lagi berkomentar,</p>



<p>&#8220;Keren deh, rupanya eik tidak salah pilih kamu…Fireball!&#8221; Sebuah bola api meluncur dan mengenai perisai Bellato tersebut. Saat itulah Armbold memilih untuk angkat kaki dari situ. Ketika melihat lawannya lari, Warlock Cora itu berkata,</p>



<p>&#8220;Mau kabur dari eik? Tak semudah itu yaa…Entangle!&#8221; Dari bawah tanah, muncul jaring-jaring energy yang segera menjerat Armbold dengan erat sehingga ia terjatuh ke tanah.</p>



<p>&#8220;ASEEEEEMMMM! Kena beginian lagi!&#8221; teriak Bellato itu dengan frustrasi. Dengan tenang, Ysmar melangkah menuju mangsanya dan memandangnya dengan senang,</p>



<p>&#8220;Sekarang ente diam di situ…dan kita akan saling berkenalan…&#8221; Ia menunduk dan mendekati Armbold, yang menggigil…</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:15</p>



<p>Di lain tempat, Clytemnestra sedang menuju sasaran. Ia was-was dan harus berhati-hati. Tidak hanya Penjaga Holystone, para Bellato, Accretia maupun Lazhuwardian yang berada di sekitar sini mengincarnya. Walau demikian, pandangan gadis tersebut tertuju pada Detektor Holymental.</p>



<p><em>Itu dia! Aku dapat mencapainya!</em>&nbsp;Gumamnya dalam hati. Tiba-tiba beberapa anak panah mendesing di dekatnya. Summoner muda itu mengayunkan tongkatnya untuk menangkis serangan tersebut. Lalu ia memanggil,</p>



<p>&#8220;Keluar! Tunjukkan dirimu!&#8221; Dari sebuah ceruk, keluarlah sesosok tubuh yang mengarahkan busur kepadanya. Dari bentuk tubuhnya, ia tahu bahwa itu Bellato. Ketika keduanya saling bertatapan, Bellato itu berujar,</p>



<p>&#8220;Cly?&#8221; Gadis Cora itu tertegun mendengarnya, &#8220;Kau tahu namaku? Siapa kau? Apakah kau Ranskye?&#8221; Pemuda Bellato itu menurunkan busurnya dan mengangkat kacamatanya,</p>



<p>&#8220;Siapa lagi? Ternyata kau…Cly!&#8221;</p>



<p>Tidak kuasa menahan dirinya, Clytemnestra berlari ke arahnya dan hendak memeluknya erat-erat. Begitu hampir berpelukan, Ran menahannya dan berkata,</p>



<p>&#8220;Tunggu dulu…kita&#8217; kan masih berperang,&#8221;</p>



<p>&#8220;Ups…ma&#8217;af,&#8221; sahut gadis Cora itu, &#8220;Hanya saja…aku merindukanmu,&#8221;</p>



<p>Ran hanya tersenyum, &#8220;Begitu juga dengan aku! Sepertinya kau semakin seksi…dan tentunya naik level. Apa jobmu sekarang?&#8221;</p>



<p>Dengan tersipu malu, Clytemnesra membalas, &#8220;Rupanya matamu nakal juga, ya? Aku kini Summoner Lv.42. Kalau kamu?&#8221;</p>



<p>&#8220;Yaah, aku lagi mau naik level sekarang ini,&#8221; jawab yang ditanya seraya menggaruk kepalanya, &#8220;Aku ingin menjadi Armor Rider! Waah, jadi kamu bisa memanggil Animus dong? Boleh tunjukkan padaku…&#8221;</p>



<p>&#8220;Boleh saja,&#8221; kata gadis Cora itu, &#8220;Tetapi itu berarti aku harus membunuhmu…&#8221; Kemudian keduanya berpaling pada Detektor Holymental yang tak jauh dari mereka. Di sisi lain, teman-teman mereka sibuk berperang atau menghindari Penjaga Holystone. Keduanya mendesah panjang.</p>



<p>Ran berkata, &#8220;Sepertinya, kita berdua dalam keadaan sulit…&#8221;</p>



<p>Cly mengangguk, &#8220;Iya juga…&#8221; Mendadak, sesuatu berdering di saku Ranskye dan saat yang sama, Clytemnestra menerima pesan mental. Keduanya segera saling membelakangi untuk menanggapi pesan itu, Pemuda Bellato itu segera mengangkat komunikatornya.</p>



<p>Di seberang, Crescendo langsung membentak, &#8220;Kopral, kenapa bengong saja? Ambil Detektor Holymental itu! Jangan-jangan kau lagi bermesraan dengan musuh, ya?&#8221;</p>



<p>Ran menjawab dengan gugup, &#8220;Ya, Pak! Segera! Tidak, Pak! Ya, akan segera saya ambil!&#8221; Di lain pihak, gadis Cora itu menerima pesan dari Ysmar,</p>



<p>&#8220;Aiih, apa yang kamu buat? Cepetan ambil tu detector!&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya…kak! Segera!&#8221; ujarnya gelagapan. Setelah itu keduanya berhadapan kembali. Ranskye mulai angkat suara,</p>



<p>&#8220;Ma&#8217;af, Cly! Tampaknya aku tidak bisa membiarkanmu…bangsaku harus menang kali ini. Aku takkan bergeming, meskipun kau harus menyerangku dengan Force atau Animus!&#8221;</p>



<p>Cly hanya menundukkan kepalanya, sebelum ia berkata, &#8220;Aku juga minta ma&#8217;af, Ran. Namun aku tidak perlu itu semua,&#8221;</p>



<p>&#8220;Lalu dengan apa?&#8221; tanya Bellato itu penasaran.</p>



<p>Gadis Cora itu menjawab, &#8220;Dengan ini saja!&#8221; Dengan gerakan tiba-tiba, ia mengangkat ujung Soul Returnee Staff milknya dari tanah sehingga mengenai Ran tepat di antara kedua kakinya. Ranger Bellato itu langsung jatuh dengan mimik wajah kesakitan dan mata melotot.</p>



<p>&#8220;Sekali lagi, aku minta ma&#8217;af Ran! Aku terpaksa!&#8221; ujar Cly menyesal. Lalu ia berlari ke arah sasarannya. Ranskye merutuk kesakitan seraya memegangi &#8216;sesuatu&#8217;</p>



<p>&#8220;Awas kau nanti, Cly!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:20</p>



<p>Clytemnestra terus berlari hingga nyaris menggapai Detektor Holymental. Namun sebuah tangan logam menyambarnya. Ketika pemilik tangan itu muncul, gadis Cora itu terdiam. Tak lama kemudian, Ran tiba dengan terpincang-pincang. Ia menyeletuk,</p>



<p>&#8220;Tidak apa-apa, Cly…walaupun lebih bagus kau jangan pukul di…&#8221; Bellato muda itu tidak sempat melanjutkan ucapannya ketika ia melihat sebuah Accretia berzirah putih di depannya. Dengan refleks ia berkata,</p>



<p>&#8220;Mundurlah, Cly! Biar aku yang menghadapinya!&#8221;</p>



<p>Sadar kembali, Clytemnestra membalas, &#8220;Tidak, Ran! Cukup aku saja yang menanganinya…&#8221; Kemudian Accretia tersebut berkata,</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Tentukan sasaran…</strong></p>



<p><strong>Sasaran Primer: Bellato, jenis Ranger</strong></p>



<p><strong>Sasaran Sekunder: Cora, jenis pengguna Force</strong></p>



<p><strong>Tindakan: PERTIMBANGAN STRATEGIS…</strong></p>



<p>&#8220;Cly? Ran? Siapa kalian?&#8221;</p>



<p>Ran berkata, &#8220;Oh, masih ingat nama kami? Tentu saja, bukankah kau yang merusak Zero hingga tidak bisa diperbaiki?&#8221;</p>



<p>&#8220;Zero? Itu nama unitku! Mengapa kau tahu nama unitku?&#8221; tanya Accretia itu.</p>



<p>Sekarang Ran menjadi heran, &#8220;Tunggu dulu, apa nama unitmu dan nomor registrasimu?&#8221; tanyanya kembali,</p>



<p>Cyborg itu menjawab, &#8220;Namaku Zero0XR, Petarung, sub kelas Gladius dan Assaulter…&#8221;</p>



<p>Ran hanya terpana mendengarnya, &#8220;Apakah…kau Zero0x?&#8221;</p>



<p>Namun Clytemnestra cepat-cepat mencegahnya, &#8220;Ran, jangan percaya! Monster-monster logam ini dapat memproduksi diri dengan mudah! Bisa saja badannya dan ingatannya dari Zero, tetapi ia bukan Zero!&#8221; Di saat yang sama, Zero menjadi bingung,</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Scanning…</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Ranskye dari Bellato</strong></p>



<p><strong>Subyek Sekunder: Clytemnestra dari Cora</strong></p>



<p><strong>Unduh database lama…TIDAK DITEMUKAN</strong></p>



<p><strong>Mencari…</strong></p>



<p><strong>1 data visual…</strong></p>



<p><strong>Review Doktrin Accretia…</strong></p>



<p>&#8220;<strong>Bangsa Cora dan Bellato adalah musuh Kekaisaran…&#8221;</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Ranskye dari Bellato…MUSUH</strong></p>



<p><strong>Subyek Sekunder: Clytemnestra dari Cora…MUSUH</strong></p>



<p><strong>Objektif: DAPATKAN DETEKTOR HOLYMENTAL. SINGKIRKAN MUSUH!</strong></p>



<p><strong>Situasi tempur…</strong></p>



<p><strong>Accuracy buff…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Wild Rage…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Extending…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Aid Stretching…AKTIFKAN</strong></p>



<p><strong>Rapid Logic…AKTIFKAN</strong></p>



<p>Secara otomatis, Zero mengeluarkan sebuah pedang dan perisai, seraya berkata,</p>



<p>&#8220;Bellato dan Cora adalah musuh! Harus disingkirkan!&#8221; Sebelum Assaulter itu menyerang, Clytemnestra segera berseru,</p>



<p>&#8220;Paimon! Datanglah!&#8221; Dari tanah muncullah lambang Persekutuan Suci Cora dan keluarlah ksatria yang berzirah merah dan berpedang besar. Animus tersebut segera menghadang Zero dengan senjatanya. Ran dan Cly segera menghindar,</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:30</p>



<p>Sementara itu, Legiun Kegelapan masih bersusah-payah untuk menerobos ladang Guard Tower. Satetsu melirik pada chronometernya dan memberi perintah,</p>



<p>&#8220;Sekarang saatnya! Divisi ke VII, maju dan masuk dalam Mode Launcher!&#8221; Para Striker dan Gunner maju serentak dan mengeluarkan Launcher mereka. Tidak tanggung-tanggung, mereka memakai Launcher jenis Epoch level 56. Semuanya berbaris di belakang ladang Guard Tower.</p>



<p>&#8220;Siap semuanya! TEMBAK!&#8221; seru Satetsu. Maka meluncurlah tembakan-tembakan roket kea rah barisan para Cora. Ledakan-ledakan dahsyat terjadi dan para Cora berjatuhan bagaikan lalat. Beberapa summoner mencoba untuk menolong dengan Animus-animus mereka, sayangnya mereka hanya menambah korban.</p>



<p>Melihat keadaan yang tidak menguntungkan tersebut, Volturi merasa khawatir daripada gentar. Ia tahu bahwa mereka harus keluar dari sini. Dengan kerongkongan yang tercekat, ia berteriak,</p>



<p>&#8220;Mundur…&#8221; Maka seluruh legiun mundur serentak, dengan para Accretia yang mengejar mereka.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:35</p>



<p>Saat bersamaan, Divisi ke-16 Totenkopf juga melakukan maneuver yang sama. Lebih parah lagi, para Grenadier ikut menyerang bersamaan dengan mereka. Vernitz melaporkan hal itu kepada Novem,</p>



<p>&#8220;Kolonel, barisan kaleng telah bergerak dengan Launcher mereka! Bila kita tidak mundur, kita akan dibantai di sini…&#8221; ujarnya khawatir.</p>



<p>&#8220;Kita memang sudah dibantai dari tadi!&#8221; balas Novem, &#8220;Tapi tak kubiarkan seluruh Divisi Baja ke-4 musnah! Perintahkan pada seluruh MAU untuk mundur…&#8221;</p>



<p>&#8220;Mundur? Tetapi perintah Warchon…&#8221; kata Arnel mengingatkan.</p>



<p>Mental Smith itu berteriak, &#8220;Bila kita duduk manis menunggu bala bantuan, para kaleng akan menusnahkan kita semua tanpa sisa! Mundur ke Chip Bellato dimana kita dapat bertahan!&#8221;</p>



<p>&#8220;Baik, Kolonel!&#8221; Maka satu per satu para MAU mulai mundur teratur. Archon Accretia memperhatikan gerakan tersebut dan berkomentar,</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p>&#8220;Seperti sebelumnya, mereka memang lemah…kejar mereka sampai Chip Cora! Kita akan bertemu dengan Satetsu untuk memberikan pukulan terakhir!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:38</p>



<p>Di tempat lain, permainan tikus dan kucing masih berlangsung. Penthesilea berlindung di balik karang, sementara ia memanggil,</p>



<p>&#8220;Gesit juga kau! Sudah kuduga kau akan menyulitkanku sejak kita bertemu dulu…&#8221;</p>



<p>Brood membalas, &#8220;Tidak jelek bagi Hunter dari Elan! Rupanya memang sesuai dengan reputasimu…&#8221; Setelah berkata demikian, keduanya mengokang senjata masing-masing dan… saling menodongkan senjata kepada satu dengan yang lain. Ternyata kedua pemburu itu bersembunyi di batu karang yang sama!</p>



<p>&#8220;Sekarang bagaimana?&#8221; tantang wanita Cora itu, walaupun laras senjata terarah persis ke dadanya, &#8220;Bila kau bergerak, matilah kau!&#8221;</p>



<p>Pemuda Bellato itu membalas dengan enteng, &#8220;Aku mati, kaupun mati juga.&#8221; Senjata Penthesilea terarah persis pada keningnya.</p>



<p>Penthesilea berujar, &#8220;Baiklah! Kita hitung sampai tiga, setelah itu kita akan saling menjauh…paham?&#8221;</p>



<p>&#8220;Paham!&#8221; sahut Brood, &#8220;Satu…&#8221;</p>



<p>Wanita Cora itu menyusul, &#8220;Dua…&#8221;</p>



<p>&#8220;Tiga!&#8221; Sebelum selesai, Penthesilea tiba-tiba menendang Bellato tersebut hingga terjatuh dan membidik sesuatu.</p>



<p>&#8220;Hei…&#8221; protes Brood. Namun ia berpaling dan melihat sebuah Pengintai Accretia yang jatuh di tanah. Tidak hanya itu, ia melihat sosok merah di dekat bangkai Accretia tersebut.</p>



<p>&#8220;Terima…&#8221; kalimatnya sudah dipotong oleh Hunter Cora tersebut.</p>



<p>&#8220;Tidak perlu! Anggap saja balas budi waktu itu!&#8221; tukas Penthesilea cepat. Ia hanya mendesis marah, begitu melihat Brutez, &#8220;Pembunuh…kau yang membunuh Atalanta!&#8221;</p>



<p>&#8220;Sepertinya dia juga yang membunuh Nelysa!&#8221; kata Brood ikut-ikutan. Mendengar itu, Mercenary berzirah merah itu menjawab dingin,</p>



<p>&#8220;Aku tidak kenal nama-nama yang kalian sebutkan…aku telah banyak membunuh para Bellato dan Cora. Bisa saja teman kalian salah satu di antara mereka,&#8221;</p>



<p>Sebelum Penthesilea sempat memaki, Brood mencegahnya seraya berkata,</p>



<p>&#8220;Mari kita tutup mulut kaleng sombong itu!&#8221;</p>



<p>&#8220;Untuk pertama kalinya, aku setuju denganmu Bellato!&#8221; Maka keduanya bersiap-siap untuk menghadapi Brutez…</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:40</p>



<p><em>Ini benar-benar memalukan! Sangat memalukan!</em>&nbsp;rutuk Armbold dalam hatinya. Sebab ia tengah oleh…Ysmar dan ia tidak menikmati hal tersebut. Di lain pihak, Warlock Cora itu benar-benar menyukai hal ini…hingga ia merasakan bahwa mereka tidak sendirian.</p>



<p>&#8220;Lagi-lagi kaleng…&#8221; keluhnya. Ia berbalik dan melihat Accretia berzirah coklat yang sedang mengarahkan Launcher ke arah mereka. Shield Miller itu mengenalinya,</p>



<p>&#8220;Kau…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:42</p>



<p>Gruudx76 berkomentar, &#8220;Makhluk berdaging memang sulit dimengerti…apapun yang kalian lakukan sangat tidak logis,&#8221;</p>



<p>Seraya mengibaskan tangannya, Ysmar membalas dengan gaya khasnya, &#8220;Aih, kaleng mana mengerti apa yang eik buat? Dengar ye, kalau ingin selamat, ye harus angkat kaki segera. Kalau tidak…&#8221;</p>



<p>&#8220;Kalau tidak…&#8221; tanya Petarung kelas Silang itu,</p>



<p>&#8220;Ye..akan menyesal…&#8221; Setelah berkata demikian, sebuah sambaran kilat menghajar Accretia tersebut hingga gosong.</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>PERINGATAN!</strong></p>



<p><strong>DAMAGE: 105%</strong></p>



<p><strong>HP: 3%;FP: 103%;SP:195%</strong></p>



<p><strong>Armor Gauge: 0%</strong></p>



<p><strong>HP habis!</strong></p>



<p><strong>SHUTDOWN DILAKUKAN</strong></p>



<p>Kemudian ada tulisan:</p>



<p><strong>Anda terbunuh oleh PK, apakah Anda ingin dihidupkan lagi? YA/TIDAK</strong></p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:45</p>



<p>Armbold terkejut melihat Cora itu mengalahkan Gruud dengan mudah, namun ia segera mengambil kesempatan selagi lawannya tersebut membelakanginya. Shield Miller itu segera mengambil perisainya dan…</p>



<p>Ysmar sedang lengah, ketika Bellato itu mendorongnya ke dinding gua dengan perisai dan menjepitnya di sana. Ia hendak mengerahkan Force-nya, namun terkejut ketika ia merasa HP-nya turun.</p>



<p>&#8220;Rasakan ini, Vampiric Groan!&#8221; desis Armbold. Ysmar benar-benar terjepit, tetapi ia merasakan sebuah sensasi yang berbeda.</p>



<p>&#8220;Aiiih, kekuatan eik seperti hilang…tetapi kok rasanya nikmat ya? Ahh, teruskan…teruskan…lagi!&#8221; erangnya. Armbold malah geleng-geleng kepala mendengarkannya,</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:50</p>



<p>Di luar, peperangan bertambah sengit ketika para Accretia berhasil mendesak Cora dan Bellato, sehingga mereka bertahan di sekitar Chip masing-masing. Kali ini Archon Totenkopf mengubah siasat dengan mengirim para Petarung, Perusak, Assaulter dan Mercenary di garis depan, sementara para Ranger, Grenadier, Gunner dan Striker berkonsentrasi pada Chip lawan. Legiun Force Cora dan Divisi Force Bellato tidak mau kalah; mereka berjuang mati-matian untuk melindungi Chip mereka. Archon Kai malah mengirim seluruh Divisi Bajanya yang tersisa, walaupun Novem menilai itu tindakan bunuh diri.</p>



<p>Di lain pihak, Teiresias dan Syrissa turun tangan dengan memanggil ISIS dan Amy, sehingga pertarungan bertambah panjang dan masing-masing pihak tidak mau kalah.</p>



<p>Hingga suatu ketika…Acthyon berhasil menembak Chip Cora yang sudah rusak berat. Chip itupun meledak berkeping-keping dengan disaksikan seluruh pasukan Cora,</p>



<p>Astra berseru, &#8220;Tidak…&#8221; Saat itu juga pasukan Cora jatuh semangatnya dan para Phantom Shadow Accretia berhasil mengambil dan mengamankan kepingan Chip tersebut.</p>



<p>Di pihak Bellato, seluruh Divisi Baja gagal mencegah hancurnya Chip mereka. Sekali lagi para Phantom Shadow berhasil mengambil chip tersebut. Kai hanya bisa tertunduk lemas…</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:11:55</p>



<p>Di saat yang sama, Penjaga Holystone terdiam dan berhenti menyerang. Hal ini tidak luput dari pengamatan Ranskye.</p>



<p>&#8220;Hei, kenapa monster itu?&#8221; celetuknya.</p>



<p>Clytemnestra berkata,&#8221; Ada yang tidak beres…monster itu seharusnya menyerang terus hingga kita binasa, kecuali…ada yang berhasil mendapatkan kedua chip,&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, tapi bangsa yang mana?&#8221; tambah pemuda Bellato itu. Sementara itu, Zero memperhatikan apa yang terjadi. Tiba-tiba Penjaga Holystone bergerak lagi dan mengebaskan tangannya yang besar itu…Accretia itu bersiap, tetapi sasaran Penjaga itu bukanlah dirinya, melainkan…Paimon. Sekali kebas, Animus itu menghilang!</p>



<p>&#8220;Gawaat! Penjaga Holystone rupanya berpihak pada para kaleng! Ini berarti bangsaku dan bangsamu sudah kalah dalam Chip War ini!&#8221; seru Ran terkejut, lalu ia berpaling pada Cly, &#8220;Sebaiknya kita berpisah di sini, Cly…&#8221;</p>



<p>&#8220;Tapi, Ran…&#8221; sebelum kalimatnya selesai, pemuda Bellato itu mengecup pipinya dengan pelan. Ranger itu melanjutkan,</p>



<p>&#8220;Kita akan bertemu lagi pada 2 Chip War berikutnya, jangan sedih! Aku akan menunggumu!&#8221;</p>



<p>Gadis Cora itu mengangguk seraya menghapus air matanya, &#8220;Aku akan menunggumu, Ran!&#8221; Maka keduanya segera berpisah. Zero memperhatikan keduanya:</p>



<p><strong>CONTOH KESADARAN UNIT:</strong></p>



<p><strong>Scanning…</strong></p>



<p><strong>Subyek Primer: Ranskye dari Bellato</strong></p>



<p><strong>Subyek Sekunder: Clytemnestra dari Cora</strong></p>



<p><strong>TINDAKAN:…</strong></p>



<p>&#8220;Ranskye dari Bellato dan Clytemnestra dari Cora…&#8221; ucapnya, &#8220;Kita akan bertemu lagi…&#8221; Maka cyborg itupun pergi dengan membawa Detektor Holymental.</p>



<p>-###-</p>



<p>Di luar, Clytemnestra menemui teman-temannya dan melihat Ysmar digotong oleh dua orang.</p>



<p>&#8220;Kak Ysmar!&#8221; panggilnya dengan kaget, &#8220;Apa yang terjadi, Alcyone?&#8221;</p>



<p>Yang ditanya menggelengkan kepala, &#8220;Entahlah, kami menemukannya sudah begini!&#8221; Cly melihat bahwa wajah Warlock banci itu nampak &#8216;fly&#8217;. Lalu datanglah Penthesilea, yang berkata,</p>



<p>&#8220;Misi kita gagal! Kita akan kembali ke Koloni secepatnya! Shireeka, buka portalnya!&#8221; Adventurer muda yang dipanggil, mengangguk dan segera membuka portal dimana kawan-kawannya segera mengundurkan diri. Clytemnestra menengok ke belakang dan berucap pelan,</p>



<p>&#8220;Kita pasti akan bertemu lagi…Ran…&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Di sisi lain, Peleton Crescendo mundur dengan tangan kosong, sehingga berserker veteran itu mengomel panjang lebar,</p>



<p>&#8220;Cepat, pemalas! Sesampai di Koloni, aku akan memberi kalian hukuman berat! Ini memalukan sekali!&#8221; omelnya. Ran, Brood, Armbold hanya diam saja, ketika mereka memasuki portal.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:12:01</p>



<p>BATTLE WON!</p>



<p>Pertempuran Chip kali ini dimenangkan oleh para Accretia untuk kesekian kalinya. Para Bellato dan Cora segera mundur teratur dari medan pertempuran. Kekalahan ini memang pahit, tetapi tidaklah fatal. Sebab Chip War berikutnya akan dimulai 8 jam lagi…</p>



<p>Archon Totenkopf dikelilingi oleh warchon-warchonya seperti Satetsu dan Raxion dan Brutez. Lalu Satetsu bertanya,</p>



<p>&#8220;Operasi sukses 100%. Kita berhasil menawan sekitar 43 Cora dan 32 Bellato. Kerugian hanya 45 unit…Archon, apa perintah selanjutnya,&#8221;</p>



<p>Accretia berzirah hitam itu menjawab, &#8220;Kirimkan para Spesialis untuk menambang Ore dengan segera!&#8221; Maka seluruh Accretia berubah fungsi menjadi Penambang Ore dengan segra.</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara tidak jauh dari Crag Mine,</p>



<p>Tiga sosok tubuh memperhatikan jalannya pertempuran. Salah satunya berkata,</p>



<p>&#8220;Seperti waktu dulu, Titania…&#8221;</p>



<p>Titania menjawab, &#8220;Ya, seandainya mereka memperhatikan kita dulu, Maeve…tetapi kita tidak mampu merubah sejarah. Sebaiknya kita melapor pada…pemimpin tertinggi kita,&#8221;</p>



<p>&#8220;Yang mana? Lord Blackside atau…wanita Caliana itu? Aku benci dia…&#8221; cibir wanita Bellato itu,</p>



<p>&#8220;Aku juga,&#8221; ujar Titania, &#8220;Tetapi kita tidak punya pilihan…&#8221; Maka Maeve segera menyalakan komunikatornya</p>



<p>-###-</p>



<p>Di Ether, suatu planet yang datarannya ditutupi salju dan es. Disanalah bangsa Caliana tinggal. Di sebuah istana yang berada jauh di bawah tanah, Ratu Treysca dan adiknya, Putri Freysca tengah mengamati Chip War yang berlangsung barusan. Caliana yang lebih mudah mendesis,</p>



<p>&#8220;Sungguh brutal! Walaupun mereka saling berperang, tetap saja mereka menjajah kita…&#8221;</p>



<p>Treysca menyahut, &#8220;Itulah yang kita tahu dari Tiga Bangsa…ini adalah laporan yang disampaikan para pemberontak kepada kita.&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku tidak mengerti mengapa kakak mempercayai mereka?&#8221; tanya Freysca.</p>



<p>&#8220;Kau lupa, aku tidak percaya mereka! Tetapi aku&nbsp;<em>menggunakan</em>&nbsp;mereka, itu saja!&#8221; Kemudian monitor menampakkan wajah Wazir Herodian yang bertanya,</p>



<p>&#8220;Salam, Yang Mulia! Apakah rencana Anda berjalan lancar?&#8221;</p>



<p>&#8220;Sangat lancar!&#8221; jawab Treysca, &#8220;Terima kasih atas andil para pemberontak. Dengan ini, kita akan membuat serangan pada para Bellato dan Cora tepat di jantung mereka,&#8221;</p>



<p>&#8220;Bagaimana dengan para Accretia?&#8221; tanya Herodian itu lagi.</p>



<p>Treysca mengepalkan tangannya, &#8220;Itu sudah ditangani! Kali ini kita akan berhasil…&#8221;</p>



<p>&#8220;Bagus, aku akan mengabarkan hal itu pada Lord Dagnu dengan segera!&#8221; Setelah Wazir undur diri, muncul gambar Pangeran Neto,</p>



<p>&#8220;Oh, pangeran! Apa kabar?&#8221; sapa Freysca, &#8220;Sepertinya wajahmu kurang senang…ada apa?&#8221;</p>



<p>&#8216; &#8220;Kita ada masalah…&#8221; kata Neto khawatir, &#8220;Memang para Metal Elf sudah sepakat untuk ikut Persekutuan Yang Mulia, tetapi para High Elf…termasuk Ratu…&#8221;</p>



<p>&#8220;Ah begitu?&#8221; sela Treysca, &#8220;Sepertinya aku harus berbicara hati ke hati dengannya…&#8221;</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 3 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 4:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-4/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 2:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 3 &#8211; THE TURNING POINT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 2 &#8211; IN THE MIDST OF THE CHIP WAR</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 04:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1637</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 2 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 3:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/ Previous Chapter...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 2 &#8211; IN THE MIDST OF THE CHIP WAR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Crag Mine…tempat yang paling disengketakan di seluruh Novus…pusat dari pertarungan tiada akhir antara Bangsa Accretia, Bellato dan Cora. Di tempat inilah semua bangsa menambang Ore dan Holymental yang berharga. Ore adalah komoditi berharga di alam semesta. Perekonomian Tiga Bangsa berkisar pada benda yang satu ini. Sementara Holymental adalah logam berharga yang diperlukan untuk keperluan sehari-hari Tiga Bangsa. Holymental juga merupakan racun bagi Bangsa Herodian. Tetapi hal itu tidak mencegah para Herodian untuk berada di sekitar Crag Mine.</p>



<p>Sekelompok Warrior dan Little Lazhuwardian mengitari Crag Mine. Para Accretia, Bellato dan Cora biasanya mengacuhkan mereka dan begitu pula sebaliknya. Namun kali ini berbeda…</p>



<p>Salah seorang Little Lazhuwardian mengamati sesuatu; ia melihat para Bellato pada arah Timur Laut. Dengan hati-hati, makhluk itu mengeluarkan sebuah komunikator dan berkata,</p>



<p>&#8220;Yang Mulia! Komandan! Kami melihat para Bellato ada di arah Timur Laut…sepertinya tim pengintai untuk Chip War. Apa perintah selanjutnya?&#8221; Komunikator tersebut diam sesaat, sebelum berbunyi,</p>



<p>&#8220;Biarkan dulu untuk sementara…tugas kalian adalah mengamati jalannya Chip War. Setelah itu kita jalankan rencana kita, ganti!&#8221;</p>



<p>&#8220;Over!&#8221; Maka Little Lazhuwardian tersebut kembali menjalankan patrolinya…dan ditembak jatuh oleh salah satu newbie yang menjalankan questnya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus: 00:09:00</p>



<p>Pihak Bellato</p>



<p>&#8220;Ini hari yang baik untuk mati…&#8221; celetuk Crescendo Silverlake. Peleton Komando yang dipimpinnya, sudah tiba sebelum yang lain. Armbold, Brood dan…Ranskye tergabung di dalamnya.</p>



<p>Shield Miller itu menggerutu, &#8221; Kenapa kita tiba lebih awal? Tidak ada kaleng maupun coro yang bisa disikat! BETEEEEEE!&#8221;</p>



<p>Brood menimpali, &#8220;Mungkin kau bisa melampiaskannya pada para Lazhuardian di bawah…&#8221;</p>



<p>&#8220;Ha…ha…ha, lucu sekali Brood!&#8221; ujar Armbold seraya tersenyum getir, &#8220;Aku tertawa,&#8221; Tak lama kemudian, Ranskye memanggil,</p>



<p>&#8220;Letnan, aku melihat beberapa Cora dan Accretia berlarian…mereka sepertinya…&#8221;</p>



<p>&#8220;Bah!&#8221; sergah Crescendo, &#8220;Itu mah para newbie! Tidak ada asyiknya membantai mereka! Lagipula kita punya misi penting!&#8221;</p>



<p>Ranskye berusaha menjelaskan, &#8220;Tapi, Pak…beberapa rekan kita sudah mulai…&#8221; Pemimpin Berserker itu berpaling dan melihat Armbold sudah tidak ada di tempatnya.</p>



<p>&#8220;Ah, orang itu! Bah, bikin kerjaan saja!&#8221; gerutunya, &#8220;Pasukan Komando! Mari kita cukur gundul para Coro dan kaleng!&#8221; Serentak semuanya berteriak dengan riuh,</p>



<p>&#8220;Wooooo!&#8221; Kemudian seluruh Pasukan Komando berlarian menuruni bukit, termasuk Crescendo dan Ranskye.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:09:15</p>



<p>Pihak Accretia</p>



<p>Di lain pihak, Divisi Zeni dibawah ActhyonT78 dan ExvionE47 telah berada di posisi mereka. Lalu datang transmisi dari Archon Totenkopf,</p>



<p><em>&#8220;Unit E47 and T78, pertahankan posisi samapi Divisi ke-VII Satetsu dan Divisi ke-II Raxion tiba! Ganti!&#8221;</em></p>



<p>Battle Leader Acthyon membalas, &#8220;Unit T78 menerima! Over!&#8221; Lalu ia berpaling pada rekannya,</p>



<p>&#8220;Unit E47, apakah kau telah siap?&#8221;</p>



<p>Ilmuwan Accretia itu menjawab, &#8220;Semua trap, granat dan tower telah siap, Unit T78!&#8221; Setelah itu, cyborg putih itu berpaling ke arah Crag Mine dan berujar,</p>



<p>&#8220;Mengapa perang ini tidak pernah berakhir?&#8221;</p>



<p>Mendengar itu, Acthyon menukas, &#8220;Ucapan yang rasional! Menurut databaseku, kita akan memenangkan peperangan ini bila kita menjaga performa ini berturut-turut,&#8221;</p>



<p>&#8220;Berturut-turut?&#8221; tanya Exvion, &#8220;Menurut arsipku, Chip War telah berlangsung lebih dari seabad. Jika performa kita bagus, seharusnya perang ini sudah lama selesai…Apakah Kaisar…&#8221;</p>



<p>Battle Leader itu langsung memotong, &#8220;Doktrin utama Kekaisaran adalah…jangan mempertanyakan Kaisar dalam situasi apapun, terlebih Archon! Kita harus menyumbangkan tenaga kita sebagai warganegara yang baik. Memang, kita tidak selalu menang karena beberapa variable yang tak terduga. Namun pada akhirnya Kekaisaran akan menang, Paham?&#8221;</p>



<p>Exvion tidak menjawab; ia hanya mengangguk seraya berpikir,</p>



<p><em>Apakah Bellato bernama Novem akan ikut dalam Chip War?</em></p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:09:25</p>



<p>Pihak Cora</p>



<p>Penthesilea mengamati dataran di sekitar Crag Mine melalui teropongnya. Ia tidak menemukan apapun, namun ia yakin bahwa para Accretia dan Bellato sudah berada di tempat ini sebelumnya. Dengan perlahan, Hunter wanita itu mengendap kembali kepada kelompoknya. Ia berkata,</p>



<p>&#8220;Ayo, kita akan menuju Crag Mine!&#8221; Salah satu Adventurer, Shireeka bertanya,</p>



<p>&#8220;Sekarang, Kak? Apa tidak terlalu dini?&#8221;</p>



<p>Penthesilea menjawab, &#8220;Justru itu intinya! Lawan tidak akan menduga kita sudah berada di sana. Lagipula, bila pihak kita berhasil menghancurkan dua Control Chip, kelompok kita akan mengklaim Crag Mine dan Penjaga Holystone ada di pihak kita…&#8221; Shireeka hanya mengangguk setelah mendengar penjelasan komandannya. Maka Legiun Pengintai mulai bergerak. Saat bersamaan, Hunter wanita itu menggumam,</p>



<p><em>Apakah kaleng yang membunuh Atalanta ikut perang ini juga? Kalau tidak, sia-sialah perjalananku ke sini…</em></p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:09:30</p>



<p>Di portal Cora, telah berkumpul rombongan besar yang terdiri dari para Petarung, Champion, Ksatria, Black Knight, Caster, Summoner dan Warlock. Mereka dipimpin oleh Archon &#8216;Si Rambut Pirang&#8217; Astra beserta warchon-warchonnya. Kali ini Persekutuan Suci Cora membagi pasukan mereka menjadi beberapa legion. Legiun Penyerang yang bertugas sebagai penyerang, dipimpin oleh Archon Astra sendiri. Revin dan Almasyr berada di dalamnya. Di belakang, Legiun Force dikomandoi oleh Syrissa dan Teiresias. Clytemnestra dan Alcyone adalah anggota legion tersebut. Yang terakhir, Legiun Kegelapan yang anggotanya adalah para Black Knight, Summoner dan Grazier elite. Legiun yang satu ini berbeda karena sangat fanatik dan tak segan-segan membantai lawan. Mereka dipimpin oleh Volturi. Semuanya telah bersiap berperang.</p>



<p>Clytemnestra telah mengenakan zirah baru, namun masih membawa Soul Returnee Staff. Ia nampak gugup, sebab ini Chip War pertamanya. Belum lagi, Archon memberinya tugas penting. Tiba-tiba seseorang menepuknya,</p>



<p>&#8220;KYAAAAAA!&#8221; jeritnya lantang, sehingga semua yang dekat langsung melotot padanya. Ternyata Alcyone yang menepuk bahunya,</p>



<p>&#8220;Aduh, ma&#8217;af kak! Tidak sengaja…&#8221; ucapnya dengan perasaan bersalah.</p>



<p>&#8220;Tidak apa-apa, Alcy…&#8221; balas Cly, &#8220;Aku…memang…agak gugup! Ini Chip War pertamaku!&#8221;</p>



<p>&#8220;Sama, kak!&#8221; ujar Warlock muda itu, &#8220;Tapi kakak&#8217; kan pernah mendapatkan pertarungan langsung,&#8221; Cly langsung mengingat peristiwa terdahulu dimana ia berusaha mempertahankan diri setelah terpisah dari pasukannya. Bila tidak karena…Ranskye dan Zero, ia tidak berada di sini sekarang.</p>



<p>&#8220;Itu cuma beruntung saja, Alcy,&#8221; sahutnya pelan. Kemudian datanglah seseorang,</p>



<p>&#8220;Aiiih, malu-maluin saja…teriak-teriak di siang bolong begini!&#8221; ujar orang itu dengan nada sangat feminine. Clytemnestra mendongak dan melihat seorang pria berambut jabrik putih dan berbadan nyaris semampai. Wajahnya penuh full make-up lengkap dengan lipstick. Gerak-geriknya mirip seperti banci. Ia menjawab,</p>



<p>&#8220;Ma&#8217;af, Senior Ysmar…bukan maksudku…&#8221;</p>



<p>Pria yang dipanggil Ysmar berkata, &#8220;Aduh, eik tidak mengerti dech. Apa kamu mau seluruh kaleng (Accretia) dan belatung (Bellato) tahu kita di sini? Eik saja tidak pernah teriak-teriak seperti begitu,&#8221;</p>



<p>&#8220;Sekali lagi, saya minta ma&#8217;af…&#8221; kata Summoner muda itu tertunduk, Ysmar membalas,</p>



<p>&#8220;Baiklah, eik maafkan kali ini. Lagipula ayah kamu sendiri yang minta eik untuk jaga kamu, tetapi tidak berari eike berikan keistimewaan pada kamu. Mengerti?&#8221; Cly kembali mengangguk. Pria Cora itu tersenyum,</p>



<p>&#8220;Kalau begitu, eik pergi dulu…ada urusan penting yang eike harus kerjakan,&#8221; Sepeninggalnya Ysmar, Alcyone yang tadinya diam saja, segera menyeletuk,</p>



<p>&#8220;Kak, kenapa sih Tetua memilih penjaga seperti dia? Aku saja yang wanita risih melihatnya…&#8221;</p>



<p>Cly menggelengkan kepalanya, &#8220;Aku tidak tahu…yang kutahu, Ysmar sangat terkenal. Para Black Knight pernah menawarinya untuk bergabung dengan mereka, namun ia menolak. Selain itu, dia juga veteran Chip War…makanya ayahku menugaskannya untuk menjagaku,&#8221;</p>



<p>&#8220;Veteran Chip War? Tidak salah nih?&#8221; ujar Alcyone terheran-heran, &#8220;Tapi benar juga sih. Dia juga salah satu yang terbaik dari Mage Academy. Tetap saja sih…&#8221; Cly hanya memandang Ysmar yang tengah menggoda pria-pria Petarung yang dianggapnya keren. Salah satu alasan lain mengapa Ysmar menyetujui permintaan ayahnya karena…Teiresias yang memintanya langsung. Ia mendengar rekan mudanya mendengus,</p>



<p>&#8220;Aku berpikir apa yang dipikirkan DECEM ketika menciptakan orang semacam dia?&#8221;</p>



<p>Summoner muda itu membalas, &#8220;Pastilah bukan apa yang kau pikirikan, Alcy! Ayo, kita fokus pada peperangan yang akan berlangsung!&#8221;</p>



<p>&#8220;Baik, kak!&#8221; Saat mereka bergabung dengan legion mereka, Volturi tengah berpidato kepada para legiunernya dengan berapi-api.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:09:45</p>



<p>Para Accretia dipimpin langsung oleh Archon TotenkopfV8. Mereka sudah berkumpul di dekat portal Accretia. Warchonnya, Raxion dan Satetsu menunggu perintah di dekatnya. Tak hanya itu, Brutez66 juga membawa kompinya. Ia berseru,</p>



<p>&#8220;Ayo, pemalas! Kita harus siap dan bersedia untuk Kekaisaran!&#8221; Gruudx76, InvictusR46 dan…Zero0XR mendengarkan perintahnya dengan saksama. Sementara briefing umum berlangsung, ketiganya berkomunikasi melalui terminal USB masing-masing,</p>



<p>&#8220;Sebelumnya,&#8221; Invictus menjelaskan, &#8220;Archon-archon terdahulu lebih suka menyerang langsung. Tetapi kemenangan tidak selalu pasti dengan taktik tersebut. Maka Kekaisaran mencoba taktik lain…&#8221;</p>



<p>&#8220;Taktik apa itu?&#8221; tanya Zero.</p>



<p>&#8220;Nanti kamu akan tahu…&#8221; kata Punisher itu, &#8220;Archon Totenkopf selalu menerapkan taktik tersebut…tentunya dengan beberapa variasi,&#8221; Kemudian giliran Gruud yang bertanya,</p>



<p>&#8220;Menurut Komandan, kita punya misi! Tetapi apa itu?&#8221;</p>



<p>&#8220;Misi kita adalah menuju Crag Mine dan menjaga Penjaga Holystone sebelum bangsa lain mencapainya!&#8221; ujar Invictus.</p>



<p>Gunner Accretia itu bertanya kembali, &#8220;Bukannya saat ini Penjaga Holystone memusuhi semua bangsa?&#8221;</p>



<p>&#8220;Ya, tetapi itulah misi kita!&#8221;</p>



<p>Zero menjawab, &#8220;Aku mengerti! Bilamana kita berhasil mendapatkan Control Chip, maka kita akan mengklaim Crag Mine karena kita sudah berada di sana!&#8221;</p>



<p>Invictus mengangguk, &#8220;Benar sekali!&#8221; Saat bersamaan, Brutez datang dan menarik seluruh terminal mereka hingga lepas, seraya berkata dengan galak,</p>



<p>&#8220;Dilarang berbicara selagi briefing!&#8221; Mercenary itu langsung pergi, lalu Gruud menyeletuk,</p>



<p>&#8220;Komandan kita kali ini lebih galak dari sebelumnya!&#8221; Zero termenung; mereka mendapatkan Brutez sebagai komandan mereka karena ia telah menghancurkan komandan sebelumnya, GungnirTII. Secara program ia melayani Kekaisaran, tetapi di dalam dirinya ia menyadari bukan itu yang ia inginkan. Ia harus mengembalikan ingatannya kembali dengan menemukan orang-orang yang berada di dalam impiannya.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:09:55</p>



<p>Di lain pihak,</p>



<p>Federasi Bellato mengirimkan Divisi Baja yang merupakan andalan mereka. Disebut Divisi Baja karena seluruh anggota Divisi mengendarai MAU, andalan mereka. Tidak tanggung-tanggung, tiga Divisi Baja diturunkan langsung, termasuk Divisi Baja ke-4. Mereka juga didukung oleh Divisi Force yang dipimpin oleh Zephryus. Archon Bellato adalah Kai, seorang Armor Driver dan wakilnya adalah Veritas dan Shinjitsu.</p>



<p>Kai tengah berkumpul di tenda komando dimana para komandan tengah mengitari sebuah map.</p>



<p>&#8220;Jadi…&#8221; ujarnya, &#8220;Kita bekerja sesuai rencana. Divisi Baja ke-3 dan ke-5 akan melindungi Control Chip kita ,sementara Divisi Force ke-6 akan mendesak para Cora. Divisi Baja ke-4 segera menjebol lubang pertahanan mereka. Satuan Komando kita yang dipimpin Lt. Crescendo akan menuju Crag Mine dan mengamankannya. Mereka akan menahan bangsa lain sampai kita menghancurkan Control Chip lawan. Prioritas kita adalah Control Chip milik Cora. Setelah itu hancur, semua Divisi Baja akan bergabung untuk menghancurkan pertahanan Accretia! Paham!&#8221;</p>



<p>&#8220;Pahaam!&#8221; semuanya berteriak. Ketika semuanya bubar, Novem langsung menemui Zephyr dan bertanya,</p>



<p>&#8220;Ada apa? Sepertinya kau kurang senang…&#8221;</p>



<p>Wizard Bellato itu menjawab, &#8220;Aku punya firasat buruk. Kita tidak pernah memenangkan pertarungan ini sekalipun. Itu terjadi setelah Archon terakhir diganti…&#8221;</p>



<p>Mental Smith wanita itu mendesah, &#8220;Ya, Archon Kai memang bagus…tetapi ia kurang berpengalaman. Lagipula kita selalu dipersulit oleh pertikaian antar fraksi Hydrus, Nebula…&#8221;</p>



<p>&#8220;Politik…&#8221; gerutu Zephyr, &#8220;Aku benci itu…tetapi kita hanyalah tentara yang taat! Baiklah, Novem! Sampai bertemu di medan perang!&#8221;</p>



<p>&#8220;Begitu juga dengan kamu!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:10:10</p>



<p>BATTLE BEGINS!</p>



<p>Genderang perang telah ditabuh! Chip War telah dimulai!</p>



<p>Semua yang mengikuti Chip War, turun dari lereng bukit masing-masing seraya berteriak,</p>



<p>&#8220;RUSUUUUUHHHH! UOOOOOOHHHH!&#8221; Para petarung siap untuk bertarung!</p>



<p>-###-</p>



<p>Pihak Cora mendahului serangan dengan menyerang Bellato dan Accretia serentak. Legiun Penyerang dan Legiun Force langsung menyerbu kedudukan Divisi Baja ke-4. Seorang Sentinel segera memberi aba-aba.</p>



<p>Kai segera memberi perintah, &#8220;Divisi Baja, beri pelajaran pada para coro! Cukur gundul mereka!&#8221; Sekumpulan MAU dan BMAU segera berputar untuk menghadapi gelombang musuh yang menerjang.</p>



<p>Di lain pihak, Astra memperhatikan maneuver tersebut dan segera berseru,</p>



<p>&#8220;Summoner! Templar Knight! Netralkan para MAU!&#8221; Tanpa tedeng aling-aling, para Summoner segera memanggil Animus mereka seperti ISIS, Paimon dan Hecate. Begitu jarak mereka dekat, MAU segera memberondongkan senjata mesin mereka. Banyak korban berjatuhan di pihak Persekutuan Suci, tetapi mereka tetap maju. Sebuah MAU mencoba menembak salah satu Animus Paimon, tetapi…gantinya satu, ia menghadapi dua Paimon yang menebas unit tersebut menjadi dua. Ketika para Cora sedang menghadapi MAU, tiba-tiba pasukan infantry Bellato menyelusup diantara peperangan tersebut. Syrissa yang bermata tajam melihat hal tersebut; ia segera meluncur ke tengah-tengah medan perang dan merapal Force,</p>



<p>&#8220;Blind Sight! Entangle! Aqua Blade!&#8221; Kabut segera menutup pandangan para Miller Bellato, sebelum disusul dengan jeratan Force dan tebasan Aqua. Melihat itu para Cora menjadi bersemangat, terlebih setelah melihat warchon mereka unjuk gigi.</p>



<p>Almasyr segera menerobos barisan musuh, seraya mengayunkan pedang raksasanya. Mendadak, ia terdiam ketika seseorang berdiri di hadapannya…</p>



<p>&#8220;Sepertinya kita bertemu lagi di sini,&#8221; ujar Zephyr pelan, &#8220;Persis seperti yang kau katakan beberapa bulan lalu,&#8221;</p>



<p>Petarung Cora itu berseru, &#8220;Ya, saat ini juga nasib kita akan ditentukan!&#8221; Maka mereka berdua segera memosisikan diri untuk duel…</p>



<p>-###-</p>



<p>Di lain tempat, Clytemnestra dan Alcyone sibuk menangkis serangan musuh. Putri Ladenus tersebut mencoba sebisa mungkin untuk tidak membunuh musuh…karena ia masih memikirkan Ranskye.</p>



<p><em>Mungkin ia berada di antara mereka…</em>&nbsp;gumamnya. Tiba-tiba Alcyone memanggil,</p>



<p>&#8220;Kak, lihat!&#8221; Mereka melihat Ysmar tengah menghadapi dua buah BMAU sendirian. Salah satu BMAU berkata,</p>



<p>&#8220;Banci coro, matilah kau!&#8221;</p>



<p>Gantinya takut, Ysmar malah memperingatkan dengan pelan, &#8220;Jangan buat eik marah…&#8221; Ia pelan-pelan mengumpulkan seluruh Force yang dimilikinya, &#8220;…sebab ente tidak suka kalau eik marah…&#8221; Ketika ia menggerakkan kedua tangannya, muncullah kilatan halilintar raksasa yang langsung menyambar kedua BMAU tersebut. Keduanya langsung gosong tanpa bisa berbuat apa-apa.</p>



<p>Clytemnestra terpana melihatnya, &#8220;Luar biasa…&#8221; Sementara yang dipandangi hanya menjawab,</p>



<p>&#8220;Eiit, ngapain bengong begitu…eik jadi malu dech…sudah, kita punya misi! Ayo!&#8221; Maka Ia dan Alcyone mengikuti Ysmar ke arah Crag Mine…</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:10:15</p>



<p>Di front Accretia, Legiun Kegelapan menyerang kedudukan Divisi ke-7 yang dipimpin oleh Satetsu. Salah seorang Pengintai (Scout) melapor kepada warchon tersebut,</p>



<p>&#8220;Warchon, para Cora mendatangi posisi kita dengan kekuatan penuh!&#8221;</p>



<p>Satetsu mengangkat tangannya, seraya berkata, &#8220;Biarkan mereka datang…kita telah menanti mereka,&#8221; Di sisinya, berdiri Acthyon yang segera memberi aba-aba,</p>



<p>-###-</p>



<p>Begitu Legiun Kegelapan tiba, mereka…disambut oleh jejeran Guard Tower yang langsung menembak mereka. Volturi memaki,</p>



<p>&#8220;Kupret! Summoner! Warlock! Grazier! Bereskan ini segera!&#8221; Sementara para Cora sibuk menghancurkan Guard Tower, para Accretia hanya berdiri di belakang…tanpa berbuat apa-apa.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:10:25</p>



<p>Pihak Bellato terjepit oleh dua serangan sekaligus; Divisi Novem beradu tenaga dengan Divisi ke-16 Totenkopf. Sama halnya seperti para Cora, rombongan BMAU, RMAU dan GMAU dihadang barisan Guard Tower. Archon Accretia segera berpaling pada ilmuwan berzirah putih di sampingnya,</p>



<p>&#8220;Unit E47, kirim para Grenadier (Pelempar Granat) ke garis depan!&#8221; perintahnya.</p>



<p>&#8220;Siap, Archon!&#8221; ujar ExvionE47, &#8220;Para Grenadier, maju!&#8221; Para Grenadier adalah Accretia jenis Specialist, Ilmuwan dan Engineer yang bersenjatakan Grenade Launcher. Barisan tersebut berdiri tepat di belakang garis depan yang dipenuhi Guard Tower. Mereka segera mempersiapkan senjatanya, menunggu aba-aba. Exvion berseru,</p>



<p>&#8220;Sekarang! Lemparkan Stun Grenade!&#8221; Serentak, para pelempar Granat segera melemparkan granat jauh ke barisan MAU yang mengakibatkan stun! Tidak hanya itu, lemparan berikutnya berisi Acid dan Smog Grenade. Kebingungan dan kekacauan segera terjadi dalam barisan Bellato.</p>



<p>Novem berteriak, &#8220;Jangan kalut! Minta para Mental Smith untuk segera memperbaiki kerusakan!&#8221; Para Mental Smith segera bertindak, sementara Sniper Bellato segera menembak para pelempar Granat tersebut.</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:10:35</p>



<p>Peleton Crescendo sudah masuk demikian jauh ke dalam Crag Mine. Sesekali, mereka menemui para Warrior dan Spell Lazhuwardian, yang segera dibereskan tanpa banyak cing-cong. Crescendo sendiri bertarung melawan seorang Warrior dengan kapak besarnya. Dengan menggigit bibirnya, ia berteriak,</p>



<p>&#8220;Beast Eye!&#8221; Ia menghindar tebasan pedang dengan gerakan cepat, kemudian</p>



<p>&#8220;Double Crash!&#8221; Lazhuwardian itu tidak tahu apa yang menyerangnya, begitu Berserker tersebut mencincangnya. Ranskye sibuk melindungi rekan-rekannya, ketika komandannya memanggil,</p>



<p>&#8220;Kita telat jadwal! Ayo terus!&#8221; Maka mereka maju terus menuruni tangga…</p>



<p>-###-</p>



<p>Waktu Novus:00:10:48</p>



<p>Di lain pihak, Legiun Pengintai Cora juga berada pada jalur yang sama. Tetapi Penthesilea memutuskan untuk menunggu. Shireeka bertanya lagi,</p>



<p>&#8220;Kak, katanya tadi kita harus duluan. Sekarang kakak menunggu apa?&#8221;</p>



<p>&#8220;Ada seseorang yang harus kutunggu…&#8221; ujar Hunter wanita itu sedikit kesal. Tiba-tiba seseorang di belakang kita memperingatkan,</p>



<p>&#8220;Ada yang datang!&#8221; Serentak seluruh legion menodongkan senjatanya ke arah sosok yang baru datang…Ysmar,</p>



<p>&#8220;Hu-uh, bikin kaget saja!&#8221; omel Penthesilea, Makanya bilang-bilang dulu! Hampir saja aku tembak kau, karena kukira kau kaleng atau belatung…&#8221;</p>



<p>&#8220;Aiiih, hampir jantung eik berhenti pas ditodong tadi…&#8221; timpal Warlock Cora itu dengan nada khasnya. Saat bersamaan, Clytemnestra dan Alcyone datang,</p>



<p>&#8220;Ma&#8217;af, kami telat…&#8221; jawab Summoner muda itu,</p>



<p>Penthesilea membalas, &#8220;Tidak, kau datang pada saat yang tepat! Mari masuk!&#8221; Rombongan itupun menuruni tangga hingga tiba di sebuah lapangan luas yang dipenuhi bongkahan-bongkahan Ore. Tetapi itu bukan yang menarik perhatian para Cora…melainkan,</p>



<p>Clytemnestra hanya bisa menahan nafas, &#8220;Demi DECEM…itu adalah…&#8221; Yang lain hanya bisa terpaku diam. Shireeka nampak ketakutan melihat sesuatu…</p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 2 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 3:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-3/</a></p>



<p>Previous Chapter &gt; Read Chapter 1:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-1/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-1/</a></p>



<p> List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a>  </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 2 &#8211; IN THE MIDST OF THE CHIP WAR</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
		<item>
		<title>ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 1 &#8211; THE DARK SUMMIT</title>
		<link>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-1/</link>
				<comments>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-1/#respond</comments>
				<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 04:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[pejuangnovus]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[FANFICTION]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[ASCENT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://www.pejuangnovus.com/?p=1633</guid>
				<description><![CDATA[<p>Ascent of ArchonsPenulis: Randh13th CHAPTER 1 END. Next Chapter &#62; Read Chapter 2:https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/ List of...</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-1/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 1 &#8211; THE DARK SUMMIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></description>
								<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><em>Ascent of Archons<br>Penulis: Randh13th</em></strong> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<div class="wp-block-group"><div class="wp-block-group__inner-container">
<p>Di Planet Elan,</p>



<p>Sesosok tubuh bersimpuh di hadapan makhluk raksasa di depannya. Ia berkata,</p>



<p>&#8220;Tuan Dagnu, semua telah siap!&#8221;.</p>



<p>Dengan suara berat, Dagnu bertanya, &#8220;Bagaimana dengan tamu-tamu kita?&#8221;</p>



<p>Herodian itu menjawab, &#8220;Tidak lama lagi, Tuanku…sebagian mereka datang dengan transportasi dari Kartella. Mereka akan tiba segera.&#8221;</p>



<p>Pemimpin para Herodian itu kembali bertanya, &#8220;Apakah para Kartella dapat dipercaya?&#8221;</p>



<p>Yang ditanya menjawab, &#8220;Para Kartella melayani siapapun yang dapat membayar mereka. Kita tidak perlu takut mereka akan membocorkan pertemuan ini kepada Tiga Bangsa!&#8221;</p>



<p>Mendengar itu, Dagnu mengangguk, &#8220;Bagus, Penasihat! Sambutlah mereka…pertemuan ini harus berjalan lancar.&#8221;</p>



<p>Sang Penasihat Herodian kembali menunduk, &#8220;Baik, Tuan Dagnu! Semua akan berjalan seperti yang Tuanku inginkan!&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Sementara itu,</p>



<p>Kapal angkasa Kartella meluncur di angkasa yang gelap. Biasanya mereka mengangkut para Pejuang Cora, Bellato dan bahkan Accretia menuju Elan dan Ether. Kali ini berbeda,</p>



<p>Seorang wanita dengan rambut putih berdiri dan kulit keabu-abuan, tengah memandang ke luar jendela. Ia memiliki mata biru laut. Lalu seseorang memanggilnya,</p>



<p>&#8220;Kakak, apa yang sedang Kakak pikirkan?&#8221; Makhluk itu berpaling pada wanita lain yang serupa dengannya, namun lebih muda.</p>



<p>&#8220;Aku sedang mengingat masa lalu, Freysca,&#8221;</p>



<p>Wanita yang dipanggil Freysca, menyahut, &#8220;Jangan terlalu dipikirkan, Kak…&#8221;</p>



<p>&#8220;Tidak bisa,&#8221; jawab wanita tersebut, &#8221; Kita berdua telah menyaksikan kekejaman dari Tiga Bangsa. Kita harus bertindak sekarang…kalau tidak seluruh bangsa Calliana akan punah,&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku Treysca, Ratu Calliana (Calliana Queen) takkan membiarkan hal itu terjadi!&#8221;</p>



<p>Calliana muda di sebelahnya hanya menarik nafas, &#8220;Kita takkan pernah bisa melupakannya, kak. Namun Tiga Bangsa terlalu kuat…&#8221;</p>



<p>Treysca menegaskan, &#8220;Pertemuan ini akan memberi kita kesempatan!&#8221;</p>



<p>&#8220;Aku tidak mempercayai para Herodian, kak!&#8221; ujar Freysca, &#8220;Apa tujuan mereka mengadakan pertemuan ini kitapun tidak tahu…&#8221;</p>



<p>Ratu Calliana itu memotong, &#8220;Yang aku tahu hanyalah mereka mengadakan pertemuan ini bagi mereka yang memusuhi Tiga Bangsa. Itu cukup bagiku! Sebagai seorang Putri, kau tidak boleh mempertanyakan keputusanku, mengerti?&#8221;</p>



<p>Calliana muda itu kembali menarik nafas, &#8220;Ya, Yang Mulia!&#8221; Saat pembicaraan mereka selesai, kapal transport telah mendarat di Elan pada sebuah terminal yang dirahasiakan.</p>



<p>-###-</p>



<p>Begitu kapal mendarat, sebuah pasukan Herodian telah menanti mereka. Pasukan itu terdiri dari Spell, Warrior dan Little Lazhuwardian Para Warrior mengacungkan pedang mereka ke atas langit. Mereka berbaris teratur dan rapi. Herodian lain yang lebih tegap menanti di dekat terminal tersebut. Pintu pesawat membuka dan kontingen Calliana turun.</p>



<p>Ratu Treysca dan Putri Freysca membawa beberapa Calliana Atroc, Crue dan Archer yang menjaga mereka. Begitu kedua kelompok mendekat, sang Wazir Herodian menyambut,</p>



<p>&#8220;Selamat datang di Elan, Yang Mulia Treysca!&#8221; Ia juga mengangguk kepada Calliana lainnya,</p>



<p>&#8220;Tuan Putri, Selamat datang juga…&#8221;</p>



<p>&#8220;Terima kasih, &#8221; jawab Ratu Calliana itu ketus, &#8220;Bisakah kita potong basa-basi ini? Sebaiknya kita menuju ke tempat pertemuan,&#8221;</p>



<p>&#8220;Tentu, Yang Mulia! Mari ikuti saya!&#8221; Begitu para Calliana berjalan, pasukan Herodian segera mengapit mereka pada sisi kanan dan kiri, sehingga yang diapit berada di tengah. Mereka terus berjalan hingga tiba di tujuan mereka.</p>



<p>-###-</p>



<p>Mereka tiba di sebuah balairung yang besar dan kini dipenuhi oleh berbagai macam makhluk yang terdapat di Novus. Para Vafer, Novajan, Belphegor, Passer dan Hobo hadir dalam pertemuan itu, dan memisahkan diri sesuai ras mereka. Di lain pihak, monster-monster yang menakutkan seperti Dagan dan Dagon juga hadir. Namun mereka semua tidaklah berarti dibandingkan dengan Dagnu yang hampir memenuhi separuh ruangan itu. Tak urung, para undangan juga membicarakan kehadiran Pemimpin Tertinggi Herodian pada pertemuan itu.</p>



<p>Tanpa menghiraukan apapun, Treysca mengamati sekitarnya hingga ia menemukan sekelompok Metal Elf. Salah satu dari mereka mendatanginya dan berkata,</p>



<p>&#8220;Treysca, rupanya kau datang juga! Senang sekali melihatmu!&#8221;</p>



<p>Ratu Calliana itu menjawab dingin, &#8220;Pangeran Neto, kau juga diundang,&#8221;</p>



<p>&#8220;Tentu saja!&#8221; jawab elf berkulit ungu itu, &#8220;Ini mengenai Tiga Bangsa&#8217; bukan? Kita tidak boleh membiarkan mereka bertindak sewenang-wenang! Makanya aku menghadiri pertemuan ini!&#8221;</p>



<p>Treysca hanya mendesah, &#8220;Sudah kuduga…kalau begitu, sampai bertemu nanti di pertemuan,&#8221; Tanpa menghiraukan ekspresi itu, Neto membalas,</p>



<p>&#8220;Ya, sampai nanti!&#8221; Begitu Metal Elf tersebut pergi, Freysca menegur,</p>



<p>&#8220;Kak, jangan begitu pada Pangeran Neto…bukankah kita mengenalnya dengan baik,&#8221;</p>



<p>Calliana yang lebih tua menukas, &#8220;Tidak berarti, aku harus baik kepadanya…&#8221; Sebelum mereka sempat bertengkar, Wazir Herodian berseru dengan suara lantang,</p>



<p>&#8220;Saya memohon agar para undangan untuk berkumpul! Pertemuan kita akan segera dimulai!&#8221; Treysca dan kelompoknya segera berkumpul dan duduk di tempat masing-masing. Mereka berkumpul di sebuah meja pualam yang cukup besar untuk semua. Para Herodian diwakili oleh Wazir, berada di ujung dan tepat di bawah Dagnu. Para Calliana berada di sebelah kiri, setelah para Metal Elf dan Novajan dan berhadapan dengan kelompok Vafer.</p>



<p>-###-</p>



<p>Tak lama kemudian, pertemuan itupun dibuka dengan &#8216;curhat&#8217; masing-masing ras, terutama para Vafer. Seekor Vafer King yang bertubuh besar berkata,</p>



<p>&#8220;Beberapa bulan yang lalu, kakakku terbunuh dengan kejam oleh para kaleng besi itu! Menurutku ini sudah keterlaluan…dan tidak bisa dibiarkan! Kaumku menuntut pembalasan dendam!&#8221;</p>



<p>&#8220;Tunggu dulu!&#8221; sergah seekor Snatcher, &#8220;Kawananku juga dibantai oleh para kate itu! Jangan kau kira hanya kaummu saja! Kaum Snatcher juga sering dianiaya! Jadi kami juga ingin balas dendam!&#8221;</p>



<p>&#8220;Salah…&#8221; Semua berpaling pada Passer, &#8220;Kaum Passerlah yang berhak balas dendam! Kalau perlu, kaum Bellato dan Cora juga harus ditumpas!&#8221; Tak lama kemudian, pertemuan itupun berubah menjadi perdebatan. Dagnu memperhatikan apa yang terjadi di bawah dengan acuh tak acuh. Dagon tertawa seperti orang bodoh, sementara Dagan hanya menyeringai.</p>



<p>Di lain pihak, para Calliana dan Metal Elf hanya diam. Melihat hal itu, Freysca bertanya pada kakaknya, &#8220;Kakak tidak angkat suara?&#8221;</p>



<p>&#8220;Biarkan para bodoh itu berdebat tanpa tujuan,&#8221; sahut Ratu Calliana itu, &#8220;Kita takkan merendahkan diri seperti itu!&#8221;</p>



<p>&#8220;Wah, benar-benar jempolan!&#8221; celetuk Neto tanpa ditanya. Treysca hanya mengangguk saja.</p>



<p>Wazir Herodian membiarkan debat tersebut untuk beberapa saat, sebelum ia berseru,</p>



<p>&#8220;Tuan-tuan, tolong tenang dulu…&#8221; Untuk sesaat, keadaan menjadi tenang dan iapun melanjutkan,</p>



<p>&#8220;Kita sudah mendengar masing-masing pihak tentang Tiga Bangsa. Pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan dengan itu?&#8221; Seketika itu juga, keaadan menjadi riuh dan semuanya berbicara tetapi tak beraturan. Melihat itu, Sang Herodian menggelengkan kepalanya. Kemudian ia berpaling pada para Calliana dan Metal Elf di samping kirinya.</p>



<p>&#8220;Yang Mulia tidak ingin menyampaikan sesuatu?&#8221; tanyanya. Dengan tenang, Treysca membalas,</p>



<p>&#8220;Seorang ratu takkan mengangkat suaranya di tengah-tengah kumpulan orang-orang bodoh,&#8221; Mendadak, semua terdiam dan menatap Ratu Calliana tersebut.</p>



<p>Pemimpin Kaum Vafer berteriak, &#8220;Apa katamu? Beraninya menghina kaum Vafer!&#8221;</p>



<p>&#8220;Benar sekali!&#8221; timpal pemimpin Kaum Snatcher, &#8220;Jangan kira karena kalian cantik, jadi bisa berkata seenaknya!&#8221;</p>



<p>Salah satu Crawler/Novajan berseru, &#8220;Kami menuntut permintaan maaf sekarang juga!&#8221;</p>



<p>Treysca menatap mereka satu-persatu, sebelum berucap, &#8220;Kalau aku menolak bagaimana?&#8221;</p>



<p>&#8220;Lancang kau!&#8221; Salah seekor Vafer Barbar mencelat ke arah para Calliana seraya mengayunkan kampak besarnya. Tiba-tiba sesosok tubuh menghalanginya dan menangkis serangannya dengan sebuah senjata penjepit…ternyata itu adalah Freysca. Keduanya terpental jauh. Sebelum yang lain menyerang, para Metal Elf segera menodongkan senjata mereka. Neto sendiri telah menghunus sebuah belati besar dan memberi mereka tatapan maut,</p>



<p>&#8220;Jangan macam-macam…&#8221;Saat yang sama terdengar suara geraman pelan tapi pasti. Geraman tersebut keluar dari Dagnu. Melihat hal tersebut, semua pihak yang bertikai terpaksa menahan diri…mereka tidak ingin merasakan murka dari Dagnu. Dagan dan Dagon terlihat gelisah.</p>



<p>Kembali sang Wazir Herodian mengingatkan, &#8220;Hadirin sekalian, tolong tahan diri kalian. Jangan membuat Tuan Dagnu murka…tentunya kalian tidak suka itu,&#8221; Setelah keadaan menjadi tenang, Herodian itu berkata pada para Calliana,</p>



<p>&#8220;Mungkin Yang Mulia bersedia menjelaskan sesuatu?&#8221;</p>



<p>-###-</p>



<p>Dengan penuh kemenangan, Treysca bangkit dan melayangkan pandangannya pada sekitar. Ia berkata,</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, izinkan saya meminta maaf atas ucapan saya tadi. Saya tidak bermaksud mengatakan semua yang hadir di sini bodoh, tetapi kita telah melakukan tindakan yang bodoh. Bangsa Accretia, Bellato dan Cora adalah pendatang di sektor Novus. Mereka telah memerangi dan membunuhi banyak kawan-kawan kita, termasuk kami. Bangsa Calliana mengenal hal itu dengan baik,&#8221;</p>



<p>&#8220;Kita tidak bisa melawan mereka karena mereka lebih kuat dan bersenjata lebih baik…kita tidak bisa melawan mereka sendirian, namun dengan bersama…&#8221;</p>



<p>&#8220;Tunggu dulu…&#8221; salah seekor Vafer menyela, &#8220;Kau mengusulkan sebuah persekutuan?&#8221;</p>



<p>Pemimpin Calliana itu menjawab dengan mantap, &#8220;Ya! Sebuah persekutuan…Accretia, Bellato dan Cora tengah bertempur untuk jadi yang terkuat di Novus. Kita bisa memanfaatkan ini dengan menciptakan suatu persekutuan diantara kita masing-masing. Bila mereka melemah, kita akan mengambil kesempatan itu…&#8221; Semua yang hadir mulai memperbincangkan usulan tersebut. Sang Wazir berkomentar,</p>



<p>&#8220;Itu suatu ide bagus, bagaimana dengan yang lain?&#8221;</p>



<p>Tanpa diminta, Pangeran Neto menimpali, &#8220;Para Metal Elf mendukung usulan Ratu Treysca sepenuhnya!&#8221; Kemudian Belhagoz dari kaum Belphegor menambahkan,</p>



<p>&#8220;Kaum Belphegor setuju dengan usul tersebut…&#8221; Lalu sang Wazir berkata,</p>



<p>&#8220;Kalau begitu, marilah kita ambil suara untuk menentukan siapa yang setuju atau tidak!&#8221; Dari semua yang hadir, hanya kaum Vafer yang menentang. Selebihnya menyetujui usulan Treysca.</p>



<p>Wazir Herodian menambahkan,&#8221;Jadi semua sepakat bahwa persekutuan antar makhluk-makhluk di Novus adalah jalan terbaik untuk menghadapi dominasi Bangsa Accretia, Bellato dan Cora. Bagaimana dengan kaum Vafer?&#8221;</p>



<p>&#8220;OK, Kaum Vafer akan mendukung usulan tersebut…&#8221; sahut salah seekor Vafer terbesar, &#8220;Sekarang siapa yang akan menjadi pemimpin persekutuan tersebut?&#8221;</p>



<p>Wazir berujar, &#8220;Tentunya yang mempunyai usulan tersebut…saya selaku wakil Herodian, mengusulkan Ratu Treysca menjadi pemimpin Persekutuan Novus! Ada yang menentang?&#8221; Para Vafer, Crawler, Belphegor terpana, namun mereka melihat Dagnu seperti mengangguk. Mau tidak mau, merekapun setuju.</p>



<p>&#8220;Baiklah,&#8221; kata Herodian itu melanjutkan, &#8220;Dengan demikian, pertemuan ini memutuskan bahwa Ratu Treysca dari Calliana akan menjadi pemimpin persekutuan kita.&#8221;</p>



<p>Treysca sendiri membungkuk dengan hormat, &#8220;Bila demikian, saya berjanji tidak akan mengecewakan yang hadir di sini. Saya akan memimpin persekutuan ini sampai Tiga Bangsa punah!&#8221; Serentak, semua di situ menyatakan persetujuan mereka dengan meraung (bagi yang tidak punya tangan) dan tepuk tangan. Bahkan Dagnu berdehem untuk menyatakan persetujuannya. Sang Wazir berkata,</p>



<p>&#8220;Bagus, sebelum kita mengatur strategi perkenankanlah saya untuk memperkenalkan tamu-tamu kita yang sudah datang dari tadi,&#8221; Beberapa sosok memasuki ruangan dan mendapatkan reaksi keras dari yang hadir…</p>



<p>&#8220;Mereka…&#8221; desis Freysca terkejut. Ratu Calliana sendiripun terpana melihat kehadiran tamu-tamu itu…karena mereka adalah para Pemberontak (Turncoats). Serentak, para Vafer, Snatcher dan Crawler mengarahkan senjatanya kepada kelompok para Pemberontak. Kelompok itu dipimpin oleh seorang Accretia berzirah putih namun ukurannya lebih besar dari yang lain. Tak ketinggalan juga, Nobuseri, Maeve, Titania dan para pembunuh berantai seperti Smiley, Erzebet dan Calico Jack. Melihat respons bermusuhan, merekapun bersiap untuk mempertahankan diri.</p>



<p>Treysca menatap pada Wazir Herodian dengan tajam, &#8220;Apa maksudnya ini? Mengapa para pengkhianat ini hadir dalam pertemuan?&#8221;</p>



<p>&#8220;Jangan salah paham, Yang Mulia!&#8221; kata Herodian itu menjelaskan, &#8220;Kami mengundang para Pemberontak sebagai pengamat…tidak ada maksud lain. Lagipula, mereka semua telah dibuang oleh Bangsa masing-masing.&#8221; Lalu Accretia besar itu berkata,</p>



<p>&#8220;Namaku Blackside…pemimpin tertinggi para Pemberontak! Kami hanya pengamat, bukan mata-mata. Namun setelah mendengar pidato…sang Ratu, kami tertarik untuk menawarkan bantuan…bagi persekutuan muda ini…&#8221;</p>



<p>Seekor Vafer menyergah, &#8220;Satu-satunya bantuan yang dapat kalian berikan adalah…mati di tangan kami!&#8221;</p>



<p>Neto menambahkan, &#8220;Bangsa kalian bertanggung jawab atas pemusnahan berbagai makhluk di Novus ini. Jangan kira kalian tidak bersalah karenanya!&#8221;</p>



<p>Belhagoz berujar, &#8220;Apa yang kalian dapat bantu? Kalianpun sudah dibuang oleh masyarakat kalian dan kalian hanya para perampok yang berjuang untuk hidup…&#8221;</p>



<p>Maeve menanggapi, &#8220;Suatu komentar pedas…&#8221; Namun Lord Blackside segera memotongnya,</p>



<p>&#8220;Ah, memang benar kami sudah terbuang. Tetapi kami masih memiliki koneksi ke dalam masyarakat kami…yang tentunya akan berguna bagi kalian. Biar kujelaskan, kalian tidak akan menang bila berhadapan dengan Tiga Bangsa di medan perang terbuka, tetapi bila menggunakan penyusupan…&#8221;</p>



<p>&#8220;Kau mengharapkan kami menggunakan cara licik?&#8221; teriak Neto.</p>



<p>&#8220;Kami hanya realistis…tetapi itu terserah pada Yang Mulia sendiri,&#8221; kata Accretia Pemberontak itu mengingatkan. Semua berpaling pada Treysca, yang nampak menahan amarah dalam wajahnya. Freysca merasa khawatir melihat kakaknya. Untuk sesaat, Ratu Calliana itu nampak murka…tetapi mulutnya mengucapkan pertanyaan,</p>



<p>&#8220;Mengapa…bajingan seperti…kalian…menolong…kami?&#8221;</p>



<p>&#8220;Untuk balas dendam,&#8221; jawab Blackside, &#8220;Sama sepertimu yang ingin membalas dendam…kita dapat saling membantu. Kau dapat yang kau inginkan, begitu juga kami…&#8221; Wazir Herodian hanya diam saja; ia memperhatikan keduanya. Freysca berkata,</p>



<p>&#8220;Kakak…&#8221; Treysca mengangkat tangannya, sebelum ia melanjutkan,</p>



<p>&#8220;Keinginanku hanyalah menghancurkan bangsa Accretia, Bellato dan Cora seutuhnya…jika itu membutuhkan jiwa ragaku, maka aku bersedia melakukannya! Baiklah, para Pemberontak! Usulan kalian diterima!&#8221; Semua yang mendengarnya terkejut, tetapi Ratu Calliana itu melanjutkan,</p>



<p>&#8220;Jangan salah paham! Kami tidak menerima kalian sebagai sekutu, namun hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan kami! Maka urusan kita akan selesai setelah bangsa kalian enyah dari Novus! Kau setuju, kaleng rongsokan?&#8221;</p>



<p>Blackside menjawab datar, &#8220;Biarlah demikian, setidaknya kita menemukan kesepakatan!&#8221; Mendengar itu, Treysca mengangguk puas. Kemudian seekor Vafer bertanya,</p>



<p>&#8220;Kau percaya para pengkhianat ini?&#8221;</p>



<p>&#8220;Tidak,&#8221; jawab Calliana itu ketus, &#8220;Aku tidak percaya mereka; yang aku percaya adalah tujuan kita saat ini sama! Maka kalian akan membiarkan para pemberontak ini…mengerti?&#8221; Jawaban itu ditanggapi dengan geraman oleh para Vafer. Lagipula, Dagnu tidak bereaksi apapun atas apa yang terjadi. Treysca melanjutkan,</p>



<p>&#8220;Kini, mari kita bicarakan strategi untuk menghadapi mereka…&#8221; Selagi semuanya sibuk, Wazir Herodian berbicara secara telepati pada tuannya,</p>



<p><em>Pertemuan ini menarik, Tuanku. Tak disangka, makhluk-makhluk ini mampu bersekutu satu dengan yang lainnya.</em></p>



<p><em>Benar sekali, Wazir.</em>&nbsp;ujar Dagnu,&nbsp;<em>Ini mengingatkanku pada persekutuan terakhir yang kita hadapi…apa namanya?</em></p>



<p><em>Persekutuan Taurus, Tuanku…inipun akan bernasib sama seperti mereka. Biarkan makhluk-makhluk rendahan ini saling bertikai dengan bangsa Accretia, Cora dan Bellato. Begitu semuanya selesai, kita akan memetik hasilnya…</em></p>
</div></div>
</div></div>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong><em>CHAPTER 1 END.</em></strong></p>



<p>Next Chapter &gt; Read Chapter 2:<br><a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-2/</a></p>



<p>List of Ascent of The Archons Chapter:<br> <a href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/">https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-list/</a> </p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-1/">ASCENT OF ARCHONS CHAPTER 1 &#8211; THE DARK SUMMIT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://www.pejuangnovus.com">PEJUANGNOVUS</a>.</p>
]]></content:encoded>
							<wfw:commentRss>https://www.pejuangnovus.com/ascent-chapter-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
							</item>
	</channel>
</rss>
